awwa,, this is taecyeon,, 2pm

awwa,, this is taecyeon,, 2pm

Rabu, 30 November 2011

Pengaharapan yang tidak sia-sia,,,


Suatu hari di rumah yang sangat kecil.. tinggalah seorang anak yang bernama jesiska. Dia memiliki keterbelakangan mental, cacat, sehingga orang-orang atau teman-temannya selalu memandang dia sebelah mata dan tidak ada yang mau mendekati atau bermain dengannya. Bahkan sampai ibunya sendiripun slalu berkata “kamu tidak mungkin bisa mewujudkan cita-cita mu, kita hanya orang miskin.”
Di pagi yang cerah ibunya menyuruh dia untuk membeli sebuah garam, diapun  langsung pergi dengan bantuan kayu tinggi untuk dia berjalan. Setiap dia melangakah semua orang memperhatikannya menatapnya dengan tatapan menghakimi.
“pasti dia pernah berbuat dosa. Ataupun keluarganya adalah keluarga hancur. Makanya dia jadi cacat” kata seorang ibu yang berbicara kecil dengan temenya. Mendengar kata-kata itu membuat hati dia perih. Dia hanya dapat berkata dengan hati kecilnya, dia hanya bisa berbicara dengan hatinya, karena hanya hati kecilnya yang mau mendengarkan dia.

                                      ***
“Ini bu garamnya”sambil menunduk,
“ada apa dengan kamu nak, apa ada yang salah tadi?”Tanya dengan nada yang sangat halus. “tidak bu”jawabnya singkat dan langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya. “Aku sayang anak itu, hanya aku tidak mau dia memiliki mimpi yang tinggi, karena aku takut dia jatuh.”

                                      ***
“Tuhan Yesus, sekarang aku sangat lapar, tapi aku ga mau makanan aku mau Engkau memberikan makanan kepada teman-teman ku yang kelaparan. Tuhan sekarang aku sakit tapi bukan kesembuhan yang kuinginkan tapi lepaskanlah beban dan sembuhkanlah penyakit-penyakit yang diderita teman-teman ku. Tuhan Yesus aku percaya bahkan aku terlalu percaya akan semua janji-janji Mu, aku percaya suatu saat nanti aku akan menerima semua janji-janji Mu, aku percaya suatu saat nanti aku dan semua orang di dunia ini aka tersenyum karna kasihMu.”setelah ia berdoa ia piun langsung menutup matanya sambil tersenyum karna ia percaya hari esok adalah hari diamana ia akan tersenyum.

                                      ***

“Ibu, apa ibu tahu aku sangat ingin seperti perempuan itu, dia baik dan cantik dia seorang penulis handal. Apa ibu ingin melihatku seperti dia?”tanyanya sambil tersenyum. “tentu ibu ingin tapi apa harus seperti perempuan itu?”jawabnya “Tentu bu, aku ingin menjadi penulis yang handal, mungkin aku tahu bu, itu sangata tidak mungkin seorang jesica dapat menjadi penulis, aku tahu apa yang ingin ibu katakan padaku, ibu pasti akan berkata kita hanya seorang miskin yang tiodak mungkin naik itukan yang ingin ibu katakan”jawabnya dengan rasa bersalah karena ia sudah membentakl ibunya. Sang ibu hanya terdiam dengan wajah yang sedih.
“Ibu, maafkan aku bu, aku tidak bermaksud membuat ibu marah, aku hanya ingin ibu tahu suatu saat nanti kita akan naik, tidak selamanya kita jatuh, bu, kita punya Tuhan yang hidup, Yesus yang kita sembah bukan patung atau matahari tetapi Yesus yang kita sembah yaitu Yesus yang adil, Dia tidak akan pernah mau melihat anak-anaknya selalu menangis, percayalah bu”katanya sambil meneteskan air matanya.
“Tapi tidak untuk sekarang nak, mungkin sekarang Yesus sangat marah sama ibu, oleh sebab itu ibu selalu mendapatkan masalah dan cobaan yang tidak ada ujungnya”jawabnya denga malu. “Aku tidak akan bertanya pada ibu apa yang ibu buat sebelum ibu melahirkan aku, tetapi aku cuman mau bertanya sama ibu darimana ibu tahu bahwaYesus marah sama ibu? jangan pernah malu untuk datang dan bersekutu dengan Yesus karena Yesus akan mengampuni kesalahan kita jika kita mau datang kepada Yesus.”
Tiba-tiba keadaan di ruang keluarga itu menjadi sunyi tak terdengar satu katapun, hingga akhirnya sang ibu meningglakan anaknya di tengah-tengah kesunyian.

Percobaan adalah awal dari rencana Tuhan yang indah,,
Asalkan kita tetap menaruh harapan padaNya,,
Tidak akan selamanya kita menangis,, tidak akan selamnya kita jatuh karena
Yesus berserta kita…
Amien. J



Setelah kejadian itu, sang ibu hanya bisa merenung, memikirkan kata-kata yang terucap dari bibir sang ananknya, dia terdiam dan dia mulai mencoba untuk berdoa, dia sangat ingion berdoa tapi yang ada di pikirannya hanya pikiran-pikiran roh iblis, dia takut Tuhan marah. Hingga diapun memutuskan untuk tidak berdoa.
Sementara itu Jesika selalu berlatih, dia berlatih nulis, dia berlatih membaca, dia berlati beolajar bahsa inggris, dia berlatih berpikir, dia selalu berlatih. “Saya punya Tuhan yang adil, Tuhan yang kaya, saya yakin Tuhan akan membatu saya” katanya sambil memegang kalung salib yang tidak pernah lepas dari lehernya.
“Apa yang sedang kamu lakukan?”Tanya sang ibu. “Tidak bu, saya hanya berlatih”jawabnya singkat, “Berlatih? Untuk apa?”tanyanya sambil mengangkat salaoh satu alisnya. “Saya berlatih untuk menggapai mimpi yang sudah di sediakan oleh Tuhan Yesus untuk aku”jawabnya meyakinkan. “Kenapa kamu sungguh percaya olehNya?”Tanya sang ibu, lalu keadaan mulai sepi. “Kenapa kamu terlalu percaya kepadaNya, apa kamu tidak bisa melihat tangan kerja Tuhan melalu hidup ibu, kamu tahu, ibu selalu setia kepadaNya, ibu tidak pernah ada niat sedikitpun untuk meniggalkanNya, dari kecil sampai sekarang ibu selalu menjadi orang Kristen, tapi apa tidak ada satupun mujizat yang di berikan kepada ibu. Kenapa kamu kmasih percaya kepadanya?”tanyanya dengan tatapan menantang. Jesika hanya terdiam “Kamu ga bisa jawab”benatk sang ibu “Buat apa aku jawab bu, ibu mau tidak percaya. Itu pilihan ibu, ibu mau percaya itupun pilihan ibu. Aku ga percaya kalo Tuhan tidak pernah memberikan mujizat pada ibu. Ibu bisa bernafas sampai sekarang itu sudah salah satu mujizat, ibu bisa berjalan, itu juga salah satu mujizat, aku sedih karena ibu tidak bisa melihat itu, yang ibu lihat hanya pengalaman pahit ibu, yang ibu ingat hanya dendam, sampai-sampai ibu tidak sadar kalo tangan Tuhan sudah bekerja di dalam hidup ibu”jawabnya sambil menahan air mata.
“Aku ingin ke toko bu, aku mau beli mie instant unuk kita makan siang”kata Jesika. Lalu dia pun pergi denagn bantuan kayu panjang untuk dia berjalan.

                             ***

“Jesika, kamu mau membeli apa?”Tanya pak toko dengan ramah, “Saya ingin membeli dua bungkus mie instant”jawabnya “Oh, hampir setiap hari kamu kesini, dan kamu hanya membeli mie instant, tidak baik kalo kamu harus makan itu terus”sarannya “Tidak apa-apa pak, hanya itu yang dapat saya beli”jawabnya sambil tersenyum. “bapak ada 2 buah ikan, jika kamu mau, ambilah”sang bapakpun menawarkan. “Terimakasih pa, bapak sungguh baik, tapi saya yakin bapak dan keluarga bapak lebih membutuhkannya” “Ambilah”paksa sang bapak “Tidak pak saya tidak enak”jawabnya sambil menunduk. “Ikan ini pemberian dari Tuhan Yesus, jqaid ambilah”kata sang bapak toko.
Lalu Jesikapun terdiam dan tersenyum sambil menangis. “Terimakasih pak, Tuhan Yesus memberkati bapak dan keluarga sekarang, besok, dan selamanya” “Amin, terimakasih Jesiska”jawabnya sambil tersenyum.
“Jesika, kamu adalah anak yang kuat, kamua beda seperti anak-anak yang lain, kamu tidak malu dengan keadaanmu, kamu sopan, kamu dewasa”puji sang pak toko. “Pak, bapak tahu, aku ini hanya seorang gadis lemah, aku tidak mungkin kuat tanpa Yesus di sampingku, aku hany noda kecil yang bisa terhapus, tapi aku yankin Tuhan tidak akn menghapus aku, aku seperti ranting yang akan putus dari pohon tapi aku yakin Tuhan Yesus tidak mematahkanku, dan aku hanya seperti sebuah lilin yang akan padam, tapi aku yakinTuhan Yesus tidak akan meredupkanku”jawanya dengan tatapan yang tajam.
“Sungguh besar imanmu, jangan pernah patahkan imanmu nak”jawabnya terheran. Lalu Jesikapun pulang kerumah nya sambil tersenyum.
“Bapak percaya suatu saat nanti, kamu akan menjadi anak yang sukses, kesedihanmu, tangisanmu, kekhwatiranmu, akan di ganti oleh Tuhan dengan seyuman, kebahagiaan. Hingga suatu saat nanti kamu akan menjadi majikan”Amin.

                             ***

“Ibu, aku ada dua buah ikan”kata Jesika “Dari mana kamu menddapatkan ikan itu, apa kamu kerja atau kamua mengemis?tanyannya “Tidak ibu, ini semua Tuhan yang beri secara gratis.” ‘Bagaimana bisa?”tanyannya dengan ragu. “Tuhan yang memberikan ikan ini melalui pak toko bu.”jawabnya sambil tersenyum.
“Maafkan ibu nak, maaf kalo ibu selalu membentak kamu.”katanya sambil merunduk, “buat apa ibu minta maaf dengan aku, sebaiknya ibu minta maaf dengan Tuhan”. Sang ibu pun terdiam.
Berikan ikan itu biar ibu memasaknya. Alalu ibupun pergi kedapur dengan terburu-buru. “Aku tahu bu, pasti ibu ingin minta maaf, tapi hanya ibu terlalu malu. Makasih Tuhan”katanya sambil tersenyum.

                             ***

“Mari makan”kata sang ibu. “Ibu kita harus berdoa dulu” “Tapi ibu sudah terlanjur lapar jadi kamu saja yang berdoa”kata ibu sambil mengambil ikan. “Yasudah aku akan berdoa.”
“Allah Bapa yang Bertahta di Dalam Kerajaan Sorga, trimaksih Yesus atas makanan yang tuhan berikan kepada kami, Tuhan beikan makanan juga kepada teman-temanku yang belum mendapatkan makanan, berilah mereka makanan seperti Engkau memberikan kami makanan. Trimakasih Tuhan atas segala yang Kau berikan kepada kami, terpujilah namaMu yang kudus Haleluya Amin”setelah berdoa Jesikapun langsung makan dengan lahap.
“Sungguh baik anak ini, seharusnya aku malu, karena aku tidak berdoa.”kata ibu dalam hati.
Lalu merekapun makan sambil bercerita dan tertawa.
 
                             ***

“Ibu aku mau main keluar dulu ya bu, sore-sore gini, enaknya diluar, ibu mau ikut?”ajak Jesika. “Ibu mau beres-beres rumah”jawabnya. “Baiklah, aku keluar dulu ya bu”. Lalu Jesikapun keluar  

                             ***

“De main sama kakak yu, mau tidak?”ajaknya “Baikka, tapi kaka tidak bisa lari?” “Oh, bagaimana kalo kita main bekel aja?”tanyanya sambil tersenyum “Oke”. Lalu merekapun bermain.
“Eh Jesika, tante boleh bertanya tidak?”kata salah satu tetangganya, “Tentu boleh, tante mau bertanya apa?”jawabnya “Kenapa kamu cacat?”tanyanya. “Ini karena rencana Tuhan”jawabnya singkat “Maaf-maaf ya, tapi tante punya saudara yang cantik lebih cantik dari pada kamu, dia juga pintar tapi sayanag di cacat dan kamu tahu, sekarang dia menjadi anaka yang jelek karena dia tidak piunya apa-apa, dia hancur, dia tidak bisa menggapai mimpinya, dan sekarang dia sudah meninggal karena bunuh diri, padahal dia anak dari keluarga yang kaya”kata tetangganya “Kamu pasti akan menjadi sama seperti dia, kamu cacat gimana akamu bisa menggapai cita-cita kamu.”kata tetangganya sambil menghakimi.
Mendengar keributan itu, sang ibu keluar, tetapi sang ibu tidak berani keluar rumah, sang ibu hanya melihat anaknya dari jendela, sambil berharap sesuatu tidak terjadi padanya.
“Sabar aja ya jadi orang”kata tetangganya, “Tante, aku tahu aku cacat, dan aku tahu aku cacat karena rencana Tuhan, aku tahu rencana Tuhan itu damai dan sejahterah, meski aku cacat tapi aku yakin tuhan tidak pernah meninggalkanku dan aku yakin suatu hari nanti aku dapat menggapai mimpiku yang sudah disiapakan oleh Tuhan. Dan tante perlu ingat aku beda dengan saudara tante, aku yakin saudara tante yang cantik itu bisa menggapai mimpinya tapi sayang dia bodoh karena dia bunuh diri, dan tante perlu tahu aku lebih kaya dari pada saudara tante, karena aku adalah anak raja, aku punya kerajaan”jawabnya tegas. “Jangan ngarang kamu”remeh tante “Saya tidak mengarang, saya punya kerajaan tapi kerajaan saya bukan di bumi ini, kerajaan saya ada di sorga. Yesus Kritus adalah Bapak saya, Dialah pemilik dari kerajaan sorga, dan kami umat yang percaya padaNya adalah anak-anakNya, jadi kami adalah anak Yesus dan kami juga pemilik kerajaan sorga. Ngerti?”jawabnya sangat tegas. “Dan tante juga harus tahu, Tuhan Yesus adalah Tuhan yang menulis scenario hidupku, Dia yang menulis perjalanan hidupku, aku percaya, aku punya Allah yang baik jadi hidupkupun juga akan mengalami happy ending.”tambahnya dengan wajah yang meyakinkan.
Setelah itu sang tante langsung pergi sambil membawa anaknya yang sedang bermain dengan Jesika. Mendengar kata-kata yang terucap dari bibir anaknya, membuat sang ibu terdiam. “Yesus engkau sungguh baik”kata sang ibu di dalama hatinya.

                             ***
(Keesokan harinya, tepat di jam 09.00)
“Jesika bangun ada tamu diluar”teriak sang ibu. Lalu Jesikapun bangun dan langsung membersihkan wajahnya. “Wah Jesika, kamu baru bangun?”Tanya pak Budi. “Loh bapak, sedang apa bapak kesini?”tanyanya ramah “Bapak hanya mau bermain saja” “Oh ya bu, ini pak Budi dia yang memberikan kita ikan”jelasnya “Oh jadi ini, wah trimakasih banyak Tuhan Yesus memberkati”jawab sang ibu dengan bahagian. Mendengar kata-kata dari sang ibu membuat Jesika terkejut karena ibunya sudah berani mengucapkan kata-kata yang memberkati orang lain.
“Ini buku apa? Menunggu kamu bangun saya membaca buku ini”tanyannya sambil memegang buku tersebut “Aduh bapak sudah terlanjur membacanya ya, maaf kalo tulisannya jelek, itu buku tulisan saya, saya lagi menulis sebuah novel yang berjudul Kasih Yesus kepada anakNya”jawabnya dengan malu.
“Ini sangat bagus, bolehkah buat bapak?”minta sang bapak “Tentu boleh, jika bapak mau” “Trimakasih kamu memang anak yang baik, bapak ijin pulang ya, bapak mau dagang dulu”ijin sang bapak sambil menaru buku tersebut kedalam kantung plastic.
          Setelah tiba dirumah, pak Budipun meneruskan membaca novel yang dibuat oleh Jesika, sehingga di siang hari salah satu saudara pak Budi datang. Mereka mengobrol sangat asik, hingga pada saatnya saudara pak Budi yang lebetulan pemilik dari suatu majalah, lalu iapun melihat buku yang sedang terbuka di meja tamu.
          “Apa ini Budi?”Tanyanya “Oh ini, ini adalah buku yang dibuat oleh tetangga saya yang bernama Jesika”jawabnya sambil tersenyum. “Boleh saya baca?” “Tentu”.
          Lalu saudara pak Budipun membaca buku tersebut, sambil menahan air mata. “Boleh buku ini saya bawa?”mintanya sambil berharap “Apa yang akan anda lakukan dengan buku tersebut?”tanyannya “Saya akan mengorbitkan buku ini, tapi saya akan mengadakan kontrak pada penulis dari buku ini, bolehkah saya bertemu dengan penulisnya?”mintanya. “Wow itu ide yang bagus, kamu tidak akan menyesal dengan pilihanmu untuk mengporbitkan buku tersebut”jawabnya dengan nada yang meyakinkan.

                                      ***
         
          “Permisi… permisi”panggil pak Budi, lalu Jesikapun keluar dengan wajah bahagia. “Bapak, ada apa?”tanyanya “Saudara saya ingin bertemu dengan anda”jawabnya “Iniloh penulisnya dia yang nulis novel tersebut”kata pak Budi. Melihat keadaan Jesika membuat saudara pak Budi ragu. “Jangan pandang dia sebelah mata”katak pak Budi “Sebenarnya ada apa ya?”Tanya Jesika dengan wajah bingung. “Boleh kami masuk?”Tanya saudara pak Budi, “Oh maaf, silahkan”.
          “Jadi benar kamu yang menulis novel ini?”tanyanya “Iya pak saya yang menulisnya”jawabnya dengan takut “Bolehkah saya ijin dengan kamu?”mintanya “Ijin untuk apa?”tanyanya dengan nada yang pelan “Saya inigin sekali mengorbitkan buku ini” “Bapak serius?bapak tidak sedang bercandakan”tanyaanya kaget “Tentu saya tidak bercanda”jawabnya meyakinkan.
          “Ibu.. ibu kesini”teriak Jesika, “Ada apa nak?”tanyanya “Ibu novel saya, novel saya akan di orbitkan bu”kata Jesika sambil menangis dan langsung memeluk sang ibu. “Ibu, Tuhan sungguh baik, aku tahu dia pasti sudah menyiapkan rancangan yang indah bu, dan kita hampir bertemu dengan rancangan Tuhan bu”kata Jesika dengan tangis bahagianya. “Apa kamu serius?”Tanya sang ibu kepada saudara pak Budi.
          “Tentu saja tante, novel ini akan diketik dan di edit oleh editor kami, lalu kami akan mengorbitkannya”jelas saudara pak Budi. “Trimakasih, engkau sungguh baik, aku percaya Tuhan Yesus akan membalas semua kebaikanmu”kata sang ibu sambil menangis.
                                     
***  

          Hari pertama setelah novel itu diterbitakan sudah banyak yanag membeli. Hari demi hari novel tersebut terjual dengan laris, banyak orang yang mengincar novel tersebut, hari demi hari juga uang terus mengalir ke kantong keluarga Jesika.
          Setelah dari kejadian itu, Jesika menjadi orang yang sibuk dia selalu menghabiskan waktunya dengan menulis, tetapi dia juga tidak lupa dengan kebaikan Tuhan Yesus, dia selalu berdoa.
          Lalu dengan rasa trimakasih Jesika, diapun membangun suatu rumah persinggahan untuk orang-orang yang tidak mampu, dengan makanan yang gratis untuk mereka, dan Jesikapun membuat suatu sekolah untuk rakyat yang ingin belajar. Sekarang diapun sudah sangat kaya, hampir semua orang mengenalnya, sampai-sampai tetangganyapun yang pernah mengejeknya meminta maaf dan selalu menceritakan dia kepada teman-temannya “Tangan Tuhan Yesus sungguh berkerja di hidup gadis itu”kata tetangganya kepada teman-temannya.
         
                                      ***

          “Ibu, sekarang kita menjadi orang yang sukse, Tuhan sudah menggenapi janjiNya, aku tahu bu, Dia tidak akan pernah tega melihat anak-anakNya selalu menangis.”katanya sambil tersnyum. “Mari kita berdoa”ajak sang ibu “Hah, ibu yakin?”remehnya “Kamu meremehkan ibu, setelah lama baru kali ini ibu berani untuk berdoa, jadi jangan menertawakan ibu” “Baik bu”

                                      ***

          “Tuhan Yesus, Tuhan yang kami sembah, trimakasih Bapa atas segalanya, ku tahu, Engkau tidak akan pernah meninggalkan kami sekeluarga, maafkan aku Bapa jika dulu aku pernah berbuat salah, aku tahu Engkau kecewa, tetapi seseorang selalu berkata kepada saya untuk jangan takut datang kepadaMu. Trimakasih Bapa atas segalanya, trimakasih karena Engkau sudah membantu kami, trimakasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami, trimakasih karena Engkau selalu memegang tangan kami, Engkaulah kekuatan kami Yesus.
          Ku sembah kau Yesus, takkan pernah ada niat yang tibul dari hati kami untuk berpaling dariMu, karena kami tahu, hanya Engkau Allah yang mampu menyelesaikan masalah kami. Trimakasih Bapa, terpujilah namaMU yang kudus. Haleluya Amin”doa mereka.
          “Aku sayang ibu”peluk sang anak.


The end

Rancangan Tuhan itu damai dan sejahterah.
Meskipun sekarang kita terluka, ataupun sekarang kita terjatuh,
Percayalah suatu saat nanti, kita akan menggapai kesuksesan yang telah disediakan Tuhan untuk kami anak-anakNya..
Tetaplah menaruh harapan padaNya, jangan pernah takut,
Karena ketakutan, kekecewaan dan keputusan bukan milik Yesus tetapi milik iblis…
Tetaplah percaya bahwa Yesus yang telah menjadi penulis scenario bagi hidup kami, karena Tuhan baik, jadi kitapun juga akan mengalami happy ending di hidup kita.
Jangan pernah ragu untuk melangkah bersama Yesus Kritus Bapa kami..
Jesus bless you. Sekarang, esok, dan selama-lamanya….
Amin J

Senin, 28 November 2011

mari blajar bahasa korea :)

(aku masih ngantuk)
ini dialog pertama yg bisa diucapkan pada pagi hari...

Nickhun               : Cia, iroma!
                                  Cia, bangun!
Cia                          : Eoma, nan ajk jolyeoyo.
                                 Belum, aku masih ngantuk
Nickhun               : Ppali ireoma!
                                 Cepetan, bangun!
Cia                          : Nan jamkankam jal keoya!
                                 Tunggu sebentar lagi!
Nickhun               : Andwe, achim siksareul junbihae.
                                  Nggak, aku sudah menyiapkan sarapan pagi.
Cia                          : Arraseyo!
                                 Baiklah

10 fakta 2pm :)

2PM adalah boy band Korea Selatan yang berada di bawah manajemen artis JYP Entertainment. Pada awalnya grup ini terdiri dari 7 anggota,. Jaebeom yang merupakan ketua dari 2pm, mengumumkan dirinya keluar dari 2PM pada September 2009, jadi kini tinggal 6 orang.. Sekarang 2PM terdiri dari Junsu, Junho, Nichkhun, Taecyeon, Wooyoung, dan Chansung.


  Berikut 10 fakta lucu tentang boyband korea ini,beserta foto-foto dari boyband yg sedang digandrungi banyak wanita ini :
 1. JunHo punya pantat yg besar dan seksi, bahkan para idola pria dan wanita mengakuinya.


2. Menurut Jaebum, Taecyeon akan menari popping dance ketik tidur.

 3. Junsu paling gak suka kalau orang berpikir kalau dia itu bau
 4. Meski paling tua di grupnya, Jaebum adalah member paling pendek, dengan tinggi badan 176 cm.
 5.Wooyoung punya panggilan antara lain Mandu(karena tembem), Toshio, Ang Ang Wooyoung

6. Kaki Nichkhun sangat panjang, buktinya dengan tinggi badan 180 cm, panjang kakinya saja 110 cm sendiri
 7.Taecyeon akan berubah menjadi orang yg lebih berisik, bereaksi berlebihan dan agresif jika sedang berhadapan dengan wanita

 8.Chansung bisa makan 40 porsi shabu-shabu sekali makan
 9.Junho akan terkapar dimana saja jika sedang mabuk.
 10. Kalau Wooyoung sedih dan sampai menangis member lain akan menghiburnya dengan membelikan es krim, Wooyoung pun kembali ceria

Arti cinta


Aku kembali meminum susu coklat hangat di sebuah café yang sangat romantis, kebanyakan yang datang ke café ini adalah orang-orang yang berpasangan, atau anak-anak muda, pokoknya jarang ada orang sendirian yang datang ke café ini, mungkin cuman saya orang itu.
Setiap sore, duduk di meja paling pojok sebelah kiri sambil meminum segelas susu coklat hangat, itulah yang sering kulakukan. Dari sini aku dapat melihat sebuah band, semua orang yang sering datang ke café ini pasti tahu siapa band ini, band ini adalah band horse.
Vocalist dari bband ini memiliki suara yang indah, dia memiliki suara yang tinggi dan lembut, aku selalu menatapnya dari kejauhan, aku ingin sekali mengenalnya tapi hanya saja, dia sangat tampan dan tinggi, pasti dia sudah memiliki pacar.
“OKe itu adalah lagu persembahan dari band kami, apa ada yang mau request lagu?”tanyannya dengan senyuman manisnya. “Saya!”teriakku “Aduh apa yang sedang kulakukan?!”tanyaku dalam hati “Oke perempuan yang disebelah sana, silahkan” “Aduh, senyumannya”kataku dalam hati, aku hanya bisa terdiam, bingung “Maaf, apa anda ingin ruqest lagu?”tanyanya sekali lagi dengan senyumannya yang manis.
Semua orang menatapku, dengan tatapan menghakimi “Hemm, a,,aku,, ingin request la,,, lagu Dygta masih untukmu”kataku dan langsung duduk. “Oke lagu Dygta, akan kupersembahkan untuk perempuan itu”.
Diapun langsung menyanyikan lagu tersebut “Masih untukmu.. kusimpan cintaku,,, walau kau tlah lupa denganku,,, tak ada yang mampu menggantikanmu,, masih untukmu,, selalu rinduku,, walau semua takkan kembali… biar kumencintai dalam hati”Suara merdu dia keluarkan, seakan-akan lagu itu untuk seseorang yang sangat dia cintai.

                                      ***

“Hemm, maaf, apa aku menganggu?”tanyanya, aku hanya bisa terdiam dan terkejut “Hah?!”bingungku, secara cowo setampan seperti dia mengahampiriku, itu sangat mustahil. “Aku harap, anda tidak sedang menunggu seseorang”senyum dia “Ah,, tidak, aku tidak sedang menunggu orang” “Oh ya,, aku Rahmat, setiap sore, aku melihat kamu sendirian disini” “Hem, aku Clorina, aku memang lebih suka dengan sendiri”.
“Hemm, kenapa kamu tidak datang ke produser suara? Suaramu sangat bagus” “Haha, trimakasih, aku sudah melakukannya, beberapa hari lagi aku akan ke Jakarta, untuk bertemu dengan produser” “Wah, selamat ya, semoga cita-citamu tercapai”.
 “Sebenarnya aku ingin menjadi orang terkenal, karena aku juga ingin mencari seseorang” “Wah, siapa dia?” “Dia adalah seseorang yang sudah mengisi hari-hariku dengan senyumannya”. Mendengarnya akupun terkejut, sebenarnya aku sudah tahu, pasti cowo kayak dia sudah memiliki pacar.

                                      ***

Aku jadi sering bersamanya, setiap aku ke café, aku selalu menunggunya turun dari pangung, aku seperti sedang menunggu pacarku yang sedang bernyanyi, aku jadi sering pergi jalan-jalan sama dia, bahkan aku pernah pergi piknik sama dia, dan aku sangat bahagia, aku berharap waktu dapat kuputar.
Tapi ternyata aku harus berpisah sama dia, besok dia sudah harus pergi ke Jakarta, sebenarnya aku tidak bisa melepaskannya, aku ingin bilang, bahwa aku mencintainnya, tapi aku malu untuk mengatakannya.

                                      ***

Keesokannya, kamipun berjalan ke stasiun dengan mobil merah yang kukendaraain, setibanya distasiun tepatnya setelah kami membeli tiket, kami berjalan untuk menunggu kereta itu tiba.
“Hemm, Rahmat, aku boleh nanya sesuatu?”tanyaku pelan “Bolehlah, apapun aku akan menjawabnya”. Aku terdiam dan berpikir, apakah aku harus menanyakan ini padanya. “Hey,, hey, kamu bengong?” “Ah”kaget aku.
“Eh itu keretannya sudah tiba”katanya dengan senyumannya yang sangat tulus itu “Tunggu, aku mau bertanya sesuatu, please jangan naik dulu”mintaku “Oke, aku akan menunggu” “Hemm, aku,, aku cuman mau bertanya, apa kamu punya perasaan lebih, perasaan lebih dari sahabat padaku?”tanyaku pelan
Keadaanpun tiba-tiba hening, aku hanya bisa menunduk dan malu untuk menatapnya. “Mengapa, kamu bertanya seperti itu”jawabnya sambil menunduk dan melihat wajahku “Mengapa kamu tak berani melihat mataku?”tanyanya kembali sambil mencubit pipiku.
“Apa kamu tidak tahu, bahwa, aku,, aku sudah suka sama kamu, semenjak kamu datang mengahampiriku di café, apa kamu tidak menyadarinya, aku suka sama kamu Rahmat”kataku dengan memberanikan diri.
Keadaanpun hening kembali, seperti tidak ada orang. “Kereta dengan keberangkatan ke Jakarta, akan segera berangkat.” “Hey cewe manis, kereta sudah mau berangkat, aku naik dulu ya”katanya dan langsung berjalan kearah kereta tersebut “Ta,, tapi, bagaimana dengan pertanyaanku?”teriakku. Dia hanya bisa tersenyum sambil melambaikan tangannya kearahku hingga keretapun berjalan membawanya pergi.
“Tapi bagaimana dengan pertanyaanku, bagaimana dengan perasaanku,” kataku pelan sambil menatap kereta tersebut yang sudah pergi jauh, akupun berjalan kearah mobilku.

                                      ***
Tepat jam 4 p.m, aku datang ke café tersebut, aku selalu datang kesana berharap dia pulang dan mengatakan bahwa dia juga mencintaiku. “Apa yang ku katakan di stasiun, tapi kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku, kenapa dia malah pergi meninggalkanku, aku tahu, aduh aku bego banget sih, dia pergi ke Jakarta selain untuk menjadi penyanyi terkenal, dia juga ingin mencari seseorang yang telah mengisi hari-harinya dengan senyuman, yah pacarnya, aduh kenapa aku malah menyatakan cintaku padanya”kataku sambil memukul kepalaku dengan kencang berulang-ulang dan mengucapkan aku bodoh, aku orang yang bodoh.
“Hentikan”teriak seseorang dengan suara yang lembut seperti suara Rahmat dan langsung memegang tanganku. Akupun melihat wajahnya dengan tersenyum. “Egga?!” “Ya, itu aku, buat apa kamu memukul kepalamu?”tanyanya “Loh bukannya kamu kuliah di Korea?”tanyaku “Aku sudah pulang, yah, lagi liburan panjang” “Kok kamu tahu, aku ada disini?” “Hatiku yang sudah mengantarkan aku padamu” “Iss, lebaynya mulai deh”kamipun tertawa, tapi tetap saja, aku belum bisa melupakan Rahmat.
                                     
                                      ***
Sudah 3 bulan dia pergi, mungkin dia sudah melupakanku. “Oke kembali lagi di musik kesayangan anda, sekarang kita kedatangan penyanyi baru, bolehlah kita kenalan dulu dengannya”teriak pembawa acara musik itu.
“Wah aku suka banget sama penyanyi ini”teriak Egga di ruangan keluargaku, “Iss, ngapain sih, teriak-teriak, sudah ganti saja, aku lagi baca”kataku sambil mengganti channel televisi tersebut “Eh, sini, kalau kamu tidak mau menontonya kamu dapat pindah kekamar” “Eh, dasar, kamu lupa ini rumah siapa? Giliran cewe cantik yang nyanyi, langsung seneng”sindirku.
“Oke, Lymnia, rupanya sekarang kamu memiliki pasangan duet?”Tanya pembawa acara itu “Haha, iya” “Panggil dong, teman duetnya”.
“Duh acara ini, sangat membosankan, aku kekamar ya”kataku dan langsung pergi. “Rahmat,,Rahmat”teriak Lymnia. Saat itu juga aku menghentikan langkahku “Rahmat”kataku dalam hati.
“Rahmat, jadi itu orang yang sering kamu ceritakan?” “Iya” akupun menatap ke layar kaca televise, melihatnya “Senyumnya masih sama saat aku pertama kali bertemu dengannya, tapi dia lebih kurus”kataku bicara sendiri “Tapi kenapa kamu tersenyum disana? Apa kamu lupa kalau aku menahan sakit disini, apa kamu lupa kalau aku akan selalu menunggumu”kataku pelan, sambil memegang wajah Rahmat.
Rahmat dan Lymnia menyanyikan lagu Dygta yang diarasemen ulang sama mereka, suaranya masih sama seperti dulu, lembut, tinggi, semua orang perempuan yang ada disana meneriaki nama Rahmat, mereka berteriak.
“Rahmat… Rahmat,,,, Rahmat”teriak para fans Rahmat, meski rahmat sudah selesai bernyanyi, orang-orang masih saja meneriaki namanya. Kini dia sungguh terkenal. “Sabar ya”kata Egga dan memelukku.

                                      ***

Sebulan kemudian, aku selalu melihatnya di balik layar kaca, sehari dia bisa datang ke lima acara musik. Aku kasihan melihatnya.
“Clorina,, Clorina,, sini, lihat”teriak Egga “Rahmat” “Dia masuk infotaiment”. Akupun dengan serius memperhatikan infotaiment tersebut. Ternyata itu adalah berita buruk untukku, dia terekam oleh camera infotaiment, dia sedang berpelukan dengan gadis, bahkan dia membawa masuk gadis tersebut kedalam mobilnya, “sepertinya mereka sudah akrab”kata Egga.
“Rahmat,, boleh tahu dia siapa?”kata salah satu perempuan dari sebuah acar infotaiment sambi mengetuk kaca mobil merahnya. Rahmatpun keluar dari mobil sambil menggandeng perempuan tersebut.
“Rahmat ,, apa dia pacarmu?” Rahmat hanya bisa terdiam sambil tersenyum “Apa ada seseorang yang sedang mengisi hatimu?”Tanya yang lainnya “Tentu ada”jawabnya singkat “Dia adalah orang yang telah mengisi hari-hariku dengan tawanya dan kepolosannya”lanjutnya “Lalu siapa orang yang disamping ini?” “Dia.. dia adalah Gresela” “Dia pacar anda?” “Bukan, tapi dia teman dekat saya”jawabnya bahagia.
Akupun langsung mematikan televisiku, “Hey, kamu kenapa? Apa kamu tidak mendengarnya tadi, dia bilang bahwa cewe itu adalah teman dekatnya”hibur Egga dan lengsung mencubit pipiku.

                                      ***

Sudah setahun, aku tidak bertemu dengannya, sudah setahung aku tidak mendengar suaranya secara langsung, aku takut, aku lupa wajahnya, sehingga setiap dia selalu di televisi aku selalu menontonya, aku berharap aku bisa bertemu dengannya “Tak ada yang mampu menggantikanmu, meski kamu takkan kembali, aku akan tetap mencintaimu”jelasku sambil meminum segelas susu coklat hangat di cave bersama Egga.

                                      ***

“Sudah habis, pulang yu”ajakku “Hemm, yaudah” kamipun berjalan sambil bercerita dan tertawa, mungkin aku sedikit dapat melupakannya, baru satu persen.
“Aww”teriakku dan terjatuh karena terselengkat batu besar, aku hanya bisa memegang kakiku yang kesakitan, bahkan aku tak dapat berjalan.
“Sini biar ku bantu”kata seorang perempuan sambil mengulurkan tangannya, aku hanya bisa menunduk karena aku sangat malu.
“Duh ada apa dengan semua orang, sebegitu parahnyakah aku, kenapa mereka semua melihat ku sambil tersenyum bahkan berteriak, ada apa dengan wanita-wanita ini, aku malu?”kataku dalam hati.
“Rahmat… Rahmat,,, Rahmatttt”teriak para wanita itu, “Rahmat?! Astaga sebegitu terkenalnya dia sehingga semua orang disini meneriakinya, huh”kataku dengan suara yang lumayan besar.
“Sini biar kubantu”ulur tangan perempuan itu, akupun memegang tangannya, dan karena aku tak kuat, akupun memegang tangan Egga, aku meliohat wajah Egga seperti orang yang kesurupan dia hanya melihat satu titik dan tidak berkedip.
“Hey Egga, ada apa denganmu?”tanyaku, diapun langsung memegang kedua pundakku dan memutar badanku, aku sangat terkejut ternyata ada Rahmat disini, semua wanita berteriak karena ada Rahmat.
Dia sudah berubah, dia tidak menyapaku sama sekali, apa dia sudah lupan denganku?, kaca mata hitam melekat dimatanya, sambil mengenakan jaket tebal dan menutup kepalanya dengan kupluk.
“Rahmat?”tanyaku bingung “Ouh, iya dia Rahmat, aku Gresela, kamu?” “Hem aku, aku Crolina” “Wah jadi kamu yang bernama Crolina, Rahmat pernah bercerita tentang kamu, yah meski cuman sekali”tawanya.
“Aku mau makan”kata Rahmat dengan nada malu yang dia keluarkan “Wah kebetulan banget, kalian mau ikut?”Tanya wanita itu “Tidak, terimakasih, tadi kami habis dari cave”jawabku “Sudah ayo, bergabunglah” “Sepertinya tidak, lagian aku tidak bisa berjalan” “Kami ikut”jawab tegas Egga. “Kalau kamu masih mau bersamanya, aku pergi duluan”jelas Rahmat dan langsung pergi. “Tunggu, ayo”ajaknya dan langsung menggandengan tangan Rahmat.
“Dia berubah” “Sudah ayo naik” “Hah?” “Sudah, kamu diam saja”kata Egga dan langsung menggendongku.
“Maaf, kami lama jalanya”jelas Egga dan langsung menaruhku di tempat duduk itu. “Wah, kalian romantis ya”kata Gresela, kamipun hanya bisa tersenyum.
Aku juga tidak tahu kenapa, aku senang dapat bertemu dengan Rahmat kembali, tapi aku juga sedih, dia sangat cuek, sudah tidka ada lagi senumannya yang tulus itu, mungkin dia marah sama aku, karena aku pernah menyatakan cintaku padanya, aduh, aku seharusnya sadar, Gresela lebih cantik dariku, huh.    
  
                                      ***

“Yeah, makanannya sudah datang, mari makan”kata Gresela. “Sini aku suapin”minta Egga dan langsung menyuapinku. “Wah, aku ingin seperti kalian”kata Gresela sambil tertawa. “Suapin aku”minta Rahmat sambil menunduk. Greselapun terkejut dan langsung menyuapinya.

                                      ***

“Hemm, sekarangkan liburan, aku sudah menyewa vila, kalau hanya kami berdua yang menempati, pasti tidak seru, bagaiman kalau kalian ikut”ajaknya “Terimakasih Gres, tapi aku sudah mau pulang, lagian aku tidak membawa baju”jawabku  “Masalah itu tenang aja, aku sudah menyuruh orang untuk melakukan itu”.
Dengan terpaksa kami ikut ke vila itu, Gresela, yeps, dia sangat sanyang sama Rahmat, begitu juga dengan Rahmat, kita memang pesta tepat jam 10 p.m, kita baker sate dan jagung, tapi tidak untuk Rahmat dia hanya duduk, sambil mendengarkan lagu. Switter dan jacket tebal melekat di tubuhnya, ini memang dingin banget, Cibodas memang dingin, sedingin hatiku.
“Aku kesana dulu ya” “Kemana?”Tanya Egga “Ke pojok sana, disini terlalu rame”kataku dan langsung pergi.
“Hey”sapa Gresela kepada Rahmat, “Dia cantik ya, baik, wajar kalau kamu tak bisa melupakannya”, Rahmat hanya terdiam, sambil mendengarkan lagu tersebut.
“Rahmat, tolong dengarkan aku, sekali saja, dia sendirian disana, seharusnya kamu mengahampirinya”minta Gresela “Untuk apa?”tanyanya “Kamu suka sama dia, aku tahu itu, aku tahu dari cara kamu menatapnya, aku tahu dari cara kamu bercerita tentangnya” “Jangan, berfikir lama, hampiri dia”lanjutnya.
“Aku tahu, hatiku sakit disaat aku meminta ini padamu, tapi kumohon, jangan sia-siakan orang yang dapat mencintaimu dengan tulus” “Bagaimana denganmu? Apa kamu tidak cemburu, jika aku menghampirinya?” “Rahmat, aku adalah mantan orang yang pernah kamu cintai dulu, sebesar apapun usahaku untuk mendapatkanmu kembali, aku takkan bisa, karena cewe yang mengisi hari-harimu dengan senyumanya dan kepolosanya itu bukan aku, tapi Clorin, aku takkan cemburu, aku hanya ingin melihat orang yang kucintai bahagia dengan orang yang dicintainya”pinta gresela.
Rahmatpun langsung memberanikan diri, untuk menghampiri Clorin yang sendirian.
“Apa ini?”tanyaku “Rahmat?”aku heran di melepaskan jacket tebalnya dan mengenakannya pada tubuhku. “Kebiasaan, selalu menyendiri, kamu tidak pernah berubah, apa kamu memang bodoh, disini sangat dingin tapi kenapa kamu malah menggunakan kaos”tegasnya “Seseorang yang disuruh Gresela untuk mengambilkanku baju, dia lupa mengambilkanku jacket” “Bagaimana dengan pacarmu, apa dia tidak mengambilkan jacketnya” “Dia, dia bukan pacarku, dia sahabatku”. Lagi dan lagi keadaan jadi sunyi, aku jadi mengingat tentang distasiun.
“Rahmat, masalah di stasiun, lupakan saja, maafkan aku” “Buat apa, aku melupakannya, hanya itu kenangan yang ada darimu, tapi kamu malah menyuruh aku untuk melupakannya.” “Tapi bukannya kamu sudah menumakan orang yang kamu cari Grase?” “Iya memang, aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa”jawabnya. “Maaf” “Untuk?”tanyaku “Maaf, jika aku sudah buat kamu menunggu lama, maaf karena aku tak menjawab pertanyaanmu, jujur sebenarnya aku sudah menyukaimu, aku sudah menyukaimu sebelum aku mengenalmu, hanya saja, aku bingung, siapa yang harus aku kejar, Gresela atau kamu, hingga aku memutuskan untuk ke Jakarta untuk mencari Gresela, mungkin di Jakarta aku selalu bersama dengannya, tapi aku merasa ada yang hilang dari diriku, aku merasa bukan dia orang yang seharusnya kupilih, aku telah sala memilih, maafkan aku” “Sepertinya kamu kedinginan, ini ku kembalikan”jawabku sambil mengenakan jacketnya ke tubuhnya.
“Tapi bagaimana denganmu?”tanyanya “Aku tidak apa-apa” “Aku sayang sama kamu,” aku sangat senang mendengar kata-kata itu, tetapi aku merasa ada yang aneh dari diriku,
“Apa kamu mau jadi pacarku”keadaan menjadi sangat dingin, “Maafkanku” “Kenapa?” “Disaat kamu pergi, aku selalu memikirkanmu, aku tak bisa melupakanmu bahkan aku selalu berkata ‘tak ada yang bisa menggantikanmu’ tapi ternyata itu semua salah” “Aku gak ngerti maksudmu”.
“Aku telah mencintai seseorang, dia sangat baik denganku, dia memeluku di saat aku menangis karena mengkhawatirkanmu, dia mengisi hari-hariku dengan leluconnya, dia selalu menghiburku, dia selalu ada di saat aku membutuhkan, bahkan dia menggendongku disaat aku tak bisa berjalan” “Apa dia Egga?” “Ya” “Tapi, bukannya dia sahabatmu?” “Dia memang sahabatku, tapi aku merasa cara dia memandangku, dan cara dia memperhatikanku, bukan seperti seorang sahabat, entah kenapa aku mulai mencintainnya, dia sangat mempedulikanku”
“Clorin, aku tahu kamu bohong, aku tahu orang yang kamu sayang itu aku” “Orang yang kusayangi saat ini adalah Egga, please jangan paksa aku untuk mencintaimu, jangan membenciku” “Ini salah ku, mari kita mengulangnya dari awal” “Maaf, ini bukan salahmu, pesanku, jangan sia-siakan orang yang dapat mencintaimu dengan tulus”kataku dan langsung pergi meninggalkannya.

                                      ***

“Egga, kamu disini” “Hemm, iya aku dapat melihat pemandangan yang indah dari sini, oh ya, bagaimana dengan Rahmat, kalian sudah pacaran?” “Siapa bilang” “Loh, kalian berduaan disana, apa dia tidak menyatakan cintanya?” “Dia menyatakannya” “Ouh, selamat ya” “Selamat untuk?” “Ya, karena kalian sudah pacaran” “Aku tidak pacaran dengannya” “Kok, bukannya kamu suka sama dia” “Itu dulu, tapi kini aku baru sadar, kalau orang yang kucintai bukan dia, tapi orang yang kucintai ada di depan mataku”.
“Maksudmu” “Udah jangan pura-pura bodoh, sebaiknya kamu memberikan jacket itu untukku” “Sini” akupun mendekat dengannya, dan dia memeluku “Ini susu coklatnya, cepat diminum” “Makasih.” Kamipun meminum susu coklat kami, dengan pelukan hangat darinya.

Inilah cinta, disaat kita mengharapakan orang yang sangat kita cintai untuk dapat mencintai kita dengan tulus, dan disaat orang yang kita cintai pergi ke tempat yang sangat jauh dalam waktu yang lama. Yang hanya kita lakukan adalah menunggunya, mencemaskannya, mengharapkannya untuk dapat kembali, hanya itu yang kita lakukan, tanpa sadar, bahwa disebelah kita ada seseorang yang dapat mencintai kita dengan tulus.
Jangan pernah sia-siakan cinta sejatimu,  Dan bagaimana jika cinta kita bertepuk sebelah tangan, Inilah arti sesungguhnya yaitu merelakannya. Kita tidak bisa hidup bersama dengan dia jika dia merasa menderita bersama kita.




                                   
Tamat J