Suatu hari di rumah yang sangat kecil..
tinggalah seorang anak yang bernama jesiska. Dia memiliki keterbelakangan
mental, cacat, sehingga orang-orang atau teman-temannya selalu memandang dia
sebelah mata dan tidak ada yang mau mendekati atau bermain dengannya. Bahkan
sampai ibunya sendiripun slalu berkata “kamu tidak mungkin bisa mewujudkan
cita-cita mu, kita hanya orang miskin.”
Di pagi yang cerah ibunya menyuruh dia
untuk membeli sebuah garam, diapun
langsung pergi dengan bantuan kayu tinggi untuk dia berjalan. Setiap dia
melangakah semua orang memperhatikannya menatapnya dengan tatapan menghakimi.
“pasti dia pernah berbuat dosa. Ataupun
keluarganya adalah keluarga hancur. Makanya dia jadi cacat” kata seorang ibu
yang berbicara kecil dengan temenya. Mendengar kata-kata itu membuat hati dia
perih. Dia hanya dapat berkata dengan hati kecilnya, dia hanya bisa berbicara
dengan hatinya, karena hanya hati kecilnya yang mau mendengarkan dia.
***
“Ini bu garamnya”sambil menunduk,
“ada apa dengan kamu nak, apa ada yang
salah tadi?”Tanya dengan nada yang sangat halus. “tidak bu”jawabnya singkat dan
langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya. “Aku sayang anak itu,
hanya aku tidak mau dia memiliki mimpi yang tinggi, karena aku takut dia
jatuh.”
***
“Tuhan Yesus, sekarang aku sangat lapar,
tapi aku ga mau makanan aku mau Engkau memberikan makanan kepada teman-teman ku
yang kelaparan. Tuhan sekarang aku sakit tapi bukan kesembuhan yang kuinginkan
tapi lepaskanlah beban dan sembuhkanlah penyakit-penyakit yang diderita
teman-teman ku. Tuhan Yesus aku percaya bahkan aku terlalu percaya akan semua
janji-janji Mu, aku percaya suatu saat nanti aku akan menerima semua
janji-janji Mu, aku percaya suatu saat nanti aku dan semua orang di dunia ini
aka tersenyum karna kasihMu.”setelah ia berdoa ia piun langsung menutup matanya
sambil tersenyum karna ia percaya hari esok adalah hari diamana ia akan
tersenyum.
***
“Ibu, apa ibu tahu aku sangat ingin seperti
perempuan itu, dia baik dan cantik dia seorang penulis handal. Apa ibu ingin
melihatku seperti dia?”tanyanya sambil tersenyum. “tentu ibu ingin tapi apa
harus seperti perempuan itu?”jawabnya “Tentu bu, aku ingin menjadi penulis yang
handal, mungkin aku tahu bu, itu sangata tidak mungkin seorang jesica dapat
menjadi penulis, aku tahu apa yang ingin ibu katakan padaku, ibu pasti akan
berkata kita hanya seorang miskin yang tiodak mungkin naik itukan yang ingin
ibu katakan”jawabnya dengan rasa bersalah karena ia sudah membentakl ibunya.
Sang ibu hanya terdiam dengan wajah yang sedih.
“Ibu, maafkan aku bu, aku tidak bermaksud
membuat ibu marah, aku hanya ingin ibu tahu suatu saat nanti kita akan naik,
tidak selamanya kita jatuh, bu, kita punya Tuhan yang hidup, Yesus yang kita sembah
bukan patung atau matahari tetapi Yesus yang kita sembah yaitu Yesus yang adil,
Dia tidak akan pernah mau melihat anak-anaknya selalu menangis, percayalah
bu”katanya sambil meneteskan air matanya.
“Tapi tidak untuk sekarang nak, mungkin
sekarang Yesus sangat marah sama ibu, oleh sebab itu ibu selalu mendapatkan
masalah dan cobaan yang tidak ada ujungnya”jawabnya denga malu. “Aku tidak akan
bertanya pada ibu apa yang ibu buat sebelum ibu melahirkan aku, tetapi aku
cuman mau bertanya sama ibu darimana ibu tahu bahwaYesus marah sama ibu? jangan
pernah malu untuk datang dan bersekutu dengan Yesus karena Yesus akan
mengampuni kesalahan kita jika kita mau datang kepada Yesus.”
Tiba-tiba keadaan di ruang keluarga itu
menjadi sunyi tak terdengar satu katapun, hingga akhirnya sang ibu meningglakan
anaknya di tengah-tengah kesunyian.
Percobaan adalah awal
dari rencana Tuhan yang indah,,
Asalkan kita tetap
menaruh harapan padaNya,,
Tidak akan selamanya
kita menangis,, tidak akan selamnya kita jatuh karena
Yesus berserta kita…
Amien. J
Setelah kejadian itu, sang ibu hanya bisa
merenung, memikirkan kata-kata yang terucap dari bibir sang ananknya, dia
terdiam dan dia mulai mencoba untuk berdoa, dia sangat ingion berdoa tapi yang
ada di pikirannya hanya pikiran-pikiran roh iblis, dia takut Tuhan marah.
Hingga diapun memutuskan untuk tidak berdoa.
Sementara itu Jesika selalu berlatih, dia
berlatih nulis, dia berlatih membaca, dia berlati beolajar bahsa inggris, dia
berlatih berpikir, dia selalu berlatih. “Saya punya Tuhan yang adil, Tuhan yang
kaya, saya yakin Tuhan akan membatu saya” katanya sambil memegang kalung salib
yang tidak pernah lepas dari lehernya.
“Apa yang sedang kamu lakukan?”Tanya sang
ibu. “Tidak bu, saya hanya berlatih”jawabnya singkat, “Berlatih? Untuk
apa?”tanyanya sambil mengangkat salaoh satu alisnya. “Saya berlatih untuk
menggapai mimpi yang sudah di sediakan oleh Tuhan Yesus untuk aku”jawabnya
meyakinkan. “Kenapa kamu sungguh percaya olehNya?”Tanya sang ibu, lalu keadaan
mulai sepi. “Kenapa kamu terlalu percaya kepadaNya, apa kamu tidak bisa melihat
tangan kerja Tuhan melalu hidup ibu, kamu tahu, ibu selalu setia kepadaNya, ibu
tidak pernah ada niat sedikitpun untuk meniggalkanNya, dari kecil sampai
sekarang ibu selalu menjadi orang Kristen, tapi apa tidak ada satupun mujizat
yang di berikan kepada ibu. Kenapa kamu kmasih percaya kepadanya?”tanyanya
dengan tatapan menantang. Jesika hanya terdiam “Kamu ga bisa jawab”benatk sang
ibu “Buat apa aku jawab bu, ibu mau tidak percaya. Itu pilihan ibu, ibu mau
percaya itupun pilihan ibu. Aku ga percaya kalo Tuhan tidak pernah memberikan
mujizat pada ibu. Ibu bisa bernafas sampai sekarang itu sudah salah satu
mujizat, ibu bisa berjalan, itu juga salah satu mujizat, aku sedih karena ibu
tidak bisa melihat itu, yang ibu lihat hanya pengalaman pahit ibu, yang ibu
ingat hanya dendam, sampai-sampai ibu tidak sadar kalo tangan Tuhan sudah
bekerja di dalam hidup ibu”jawabnya sambil menahan air mata.
“Aku ingin ke toko bu, aku mau beli mie
instant unuk kita makan siang”kata Jesika. Lalu dia pun pergi denagn bantuan
kayu panjang untuk dia berjalan.
***
“Jesika, kamu mau membeli apa?”Tanya pak
toko dengan ramah, “Saya ingin membeli dua bungkus mie instant”jawabnya “Oh,
hampir setiap hari kamu kesini, dan kamu hanya membeli mie instant, tidak baik
kalo kamu harus makan itu terus”sarannya “Tidak apa-apa pak, hanya itu yang
dapat saya beli”jawabnya sambil tersenyum. “bapak ada 2 buah ikan, jika kamu
mau, ambilah”sang bapakpun menawarkan. “Terimakasih pa, bapak sungguh baik,
tapi saya yakin bapak dan keluarga bapak lebih membutuhkannya” “Ambilah”paksa
sang bapak “Tidak pak saya tidak enak”jawabnya sambil menunduk. “Ikan ini
pemberian dari Tuhan Yesus, jqaid ambilah”kata sang bapak toko.
Lalu Jesikapun terdiam dan tersenyum sambil
menangis. “Terimakasih pak, Tuhan Yesus memberkati bapak dan keluarga sekarang,
besok, dan selamanya” “Amin, terimakasih Jesiska”jawabnya sambil tersenyum.
“Jesika, kamu adalah anak yang kuat, kamua
beda seperti anak-anak yang lain, kamu tidak malu dengan keadaanmu, kamu sopan,
kamu dewasa”puji sang pak toko. “Pak, bapak tahu, aku ini hanya seorang gadis
lemah, aku tidak mungkin kuat tanpa Yesus di sampingku, aku hany noda kecil
yang bisa terhapus, tapi aku yankin Tuhan tidak akn menghapus aku, aku seperti
ranting yang akan putus dari pohon tapi aku yakin Tuhan Yesus tidak
mematahkanku, dan aku hanya seperti sebuah lilin yang akan padam, tapi aku
yakinTuhan Yesus tidak akan meredupkanku”jawanya dengan tatapan yang tajam.
“Sungguh besar imanmu, jangan pernah
patahkan imanmu nak”jawabnya terheran. Lalu Jesikapun pulang kerumah nya sambil
tersenyum.
“Bapak percaya suatu saat nanti, kamu akan
menjadi anak yang sukses, kesedihanmu, tangisanmu, kekhwatiranmu, akan di ganti
oleh Tuhan dengan seyuman, kebahagiaan. Hingga suatu saat nanti kamu akan
menjadi majikan”Amin.
***
“Ibu, aku ada dua buah ikan”kata Jesika
“Dari mana kamu menddapatkan ikan itu, apa kamu kerja atau kamua
mengemis?tanyannya “Tidak ibu, ini semua Tuhan yang beri secara gratis.”
‘Bagaimana bisa?”tanyannya dengan ragu. “Tuhan yang memberikan ikan ini melalui
pak toko bu.”jawabnya sambil tersenyum.
“Maafkan ibu nak, maaf kalo ibu selalu
membentak kamu.”katanya sambil merunduk, “buat apa ibu minta maaf dengan aku,
sebaiknya ibu minta maaf dengan Tuhan”. Sang ibu pun terdiam.
Berikan ikan itu biar ibu memasaknya. Alalu
ibupun pergi kedapur dengan terburu-buru. “Aku tahu bu, pasti ibu ingin minta
maaf, tapi hanya ibu terlalu malu. Makasih Tuhan”katanya sambil tersenyum.
***
“Mari makan”kata sang ibu. “Ibu kita harus
berdoa dulu” “Tapi ibu sudah terlanjur lapar jadi kamu saja yang berdoa”kata
ibu sambil mengambil ikan. “Yasudah aku akan berdoa.”
“Allah Bapa yang Bertahta di Dalam Kerajaan
Sorga, trimaksih Yesus atas makanan yang tuhan berikan kepada kami, Tuhan
beikan makanan juga kepada teman-temanku yang belum mendapatkan makanan,
berilah mereka makanan seperti Engkau memberikan kami makanan. Trimakasih Tuhan
atas segala yang Kau berikan kepada kami, terpujilah namaMu yang kudus Haleluya
Amin”setelah berdoa Jesikapun langsung makan dengan lahap.
“Sungguh baik anak ini, seharusnya aku
malu, karena aku tidak berdoa.”kata ibu dalam hati.
Lalu merekapun makan sambil bercerita dan
tertawa.
***
“Ibu aku mau main keluar dulu ya bu,
sore-sore gini, enaknya diluar, ibu mau ikut?”ajak Jesika. “Ibu mau beres-beres
rumah”jawabnya. “Baiklah, aku keluar dulu ya bu”. Lalu Jesikapun keluar
***
“De main sama kakak yu, mau tidak?”ajaknya
“Baikka, tapi kaka tidak bisa lari?” “Oh, bagaimana kalo kita main bekel
aja?”tanyanya sambil tersenyum “Oke”. Lalu merekapun bermain.
“Eh Jesika, tante boleh bertanya
tidak?”kata salah satu tetangganya, “Tentu boleh, tante mau bertanya
apa?”jawabnya “Kenapa kamu cacat?”tanyanya. “Ini karena rencana Tuhan”jawabnya
singkat “Maaf-maaf ya, tapi tante punya saudara yang cantik lebih cantik dari
pada kamu, dia juga pintar tapi sayanag di cacat dan kamu tahu, sekarang dia
menjadi anaka yang jelek karena dia tidak piunya apa-apa, dia hancur, dia tidak
bisa menggapai mimpinya, dan sekarang dia sudah meninggal karena bunuh diri,
padahal dia anak dari keluarga yang kaya”kata tetangganya “Kamu pasti akan
menjadi sama seperti dia, kamu cacat gimana akamu bisa menggapai cita-cita
kamu.”kata tetangganya sambil menghakimi.
Mendengar keributan itu, sang ibu keluar,
tetapi sang ibu tidak berani keluar rumah, sang ibu hanya melihat anaknya dari
jendela, sambil berharap sesuatu tidak terjadi padanya.
“Sabar aja ya jadi orang”kata tetangganya,
“Tante, aku tahu aku cacat, dan aku tahu aku cacat karena rencana Tuhan, aku
tahu rencana Tuhan itu damai dan sejahterah, meski aku cacat tapi aku yakin
tuhan tidak pernah meninggalkanku dan aku yakin suatu hari nanti aku dapat
menggapai mimpiku yang sudah disiapakan oleh Tuhan. Dan tante perlu ingat aku
beda dengan saudara tante, aku yakin saudara tante yang cantik itu bisa
menggapai mimpinya tapi sayang dia bodoh karena dia bunuh diri, dan tante perlu
tahu aku lebih kaya dari pada saudara tante, karena aku adalah anak raja, aku
punya kerajaan”jawabnya tegas. “Jangan ngarang kamu”remeh tante “Saya tidak
mengarang, saya punya kerajaan tapi kerajaan saya bukan di bumi ini, kerajaan
saya ada di sorga. Yesus Kritus adalah Bapak saya, Dialah pemilik dari kerajaan
sorga, dan kami umat yang percaya padaNya adalah anak-anakNya, jadi kami adalah
anak Yesus dan kami juga pemilik kerajaan sorga. Ngerti?”jawabnya sangat tegas.
“Dan tante juga harus tahu, Tuhan Yesus adalah Tuhan yang menulis scenario
hidupku, Dia yang menulis perjalanan hidupku, aku percaya, aku punya Allah yang
baik jadi hidupkupun juga akan mengalami happy ending.”tambahnya dengan wajah
yang meyakinkan.
Setelah itu sang tante langsung pergi
sambil membawa anaknya yang sedang bermain dengan Jesika. Mendengar kata-kata
yang terucap dari bibir anaknya, membuat sang ibu terdiam. “Yesus engkau
sungguh baik”kata sang ibu di dalama hatinya.
***
(Keesokan harinya, tepat di jam 09.00)
“Jesika bangun ada tamu diluar”teriak sang
ibu. Lalu Jesikapun bangun dan langsung membersihkan wajahnya. “Wah Jesika,
kamu baru bangun?”Tanya pak Budi. “Loh bapak, sedang apa bapak kesini?”tanyanya
ramah “Bapak hanya mau bermain saja” “Oh ya bu, ini pak Budi dia yang
memberikan kita ikan”jelasnya “Oh jadi ini, wah trimakasih banyak Tuhan Yesus
memberkati”jawab sang ibu dengan bahagian. Mendengar kata-kata dari sang ibu
membuat Jesika terkejut karena ibunya sudah berani mengucapkan kata-kata yang
memberkati orang lain.
“Ini buku apa? Menunggu kamu bangun saya
membaca buku ini”tanyannya sambil memegang buku tersebut “Aduh bapak sudah
terlanjur membacanya ya, maaf kalo tulisannya jelek, itu buku tulisan saya,
saya lagi menulis sebuah novel yang berjudul Kasih Yesus kepada anakNya”jawabnya dengan malu.
“Ini sangat bagus, bolehkah buat
bapak?”minta sang bapak “Tentu boleh, jika bapak mau” “Trimakasih kamu memang
anak yang baik, bapak ijin pulang ya, bapak mau dagang dulu”ijin sang bapak
sambil menaru buku tersebut kedalam kantung plastic.
Setelah tiba dirumah, pak Budipun
meneruskan membaca novel yang dibuat oleh Jesika, sehingga di siang hari salah
satu saudara pak Budi datang. Mereka mengobrol sangat asik, hingga pada saatnya
saudara pak Budi yang lebetulan pemilik dari suatu majalah, lalu iapun melihat
buku yang sedang terbuka di meja tamu.
“Apa ini Budi?”Tanyanya “Oh ini, ini
adalah buku yang dibuat oleh tetangga saya yang bernama Jesika”jawabnya sambil
tersenyum. “Boleh saya baca?” “Tentu”.
Lalu saudara pak Budipun membaca buku
tersebut, sambil menahan air mata. “Boleh buku ini saya bawa?”mintanya sambil berharap
“Apa yang akan anda lakukan dengan buku tersebut?”tanyannya “Saya akan
mengorbitkan buku ini, tapi saya akan mengadakan kontrak pada penulis dari buku
ini, bolehkah saya bertemu dengan penulisnya?”mintanya. “Wow itu ide yang
bagus, kamu tidak akan menyesal dengan pilihanmu untuk mengporbitkan buku
tersebut”jawabnya dengan nada yang meyakinkan.
***
“Permisi… permisi”panggil pak Budi,
lalu Jesikapun keluar dengan wajah bahagia. “Bapak, ada apa?”tanyanya “Saudara
saya ingin bertemu dengan anda”jawabnya “Iniloh penulisnya dia yang nulis novel
tersebut”kata pak Budi. Melihat keadaan Jesika membuat saudara pak Budi ragu.
“Jangan pandang dia sebelah mata”katak pak Budi “Sebenarnya ada apa ya?”Tanya
Jesika dengan wajah bingung. “Boleh kami masuk?”Tanya saudara pak Budi, “Oh
maaf, silahkan”.
“Jadi benar kamu yang menulis novel
ini?”tanyanya “Iya pak saya yang menulisnya”jawabnya dengan takut “Bolehkah
saya ijin dengan kamu?”mintanya “Ijin untuk apa?”tanyanya dengan nada yang
pelan “Saya inigin sekali mengorbitkan buku ini” “Bapak serius?bapak tidak
sedang bercandakan”tanyaanya kaget “Tentu saya tidak bercanda”jawabnya
meyakinkan.
“Ibu.. ibu kesini”teriak Jesika, “Ada apa nak?”tanyanya “Ibu
novel saya, novel saya akan di orbitkan bu”kata Jesika sambil menangis dan
langsung memeluk sang ibu. “Ibu, Tuhan sungguh baik, aku tahu dia pasti sudah
menyiapkan rancangan yang indah bu, dan kita hampir bertemu dengan rancangan
Tuhan bu”kata Jesika dengan tangis bahagianya. “Apa kamu serius?”Tanya sang ibu
kepada saudara pak Budi.
“Tentu saja tante, novel ini akan
diketik dan di edit oleh editor kami, lalu kami akan mengorbitkannya”jelas
saudara pak Budi. “Trimakasih, engkau sungguh baik, aku percaya Tuhan Yesus
akan membalas semua kebaikanmu”kata sang ibu sambil menangis.
***
Hari pertama setelah novel itu
diterbitakan sudah banyak yanag membeli. Hari demi hari novel tersebut terjual
dengan laris, banyak orang yang mengincar novel tersebut, hari demi hari juga
uang terus mengalir ke kantong keluarga Jesika.
Setelah dari kejadian itu, Jesika
menjadi orang yang sibuk dia selalu menghabiskan waktunya dengan menulis,
tetapi dia juga tidak lupa dengan kebaikan Tuhan Yesus, dia selalu berdoa.
Lalu dengan rasa trimakasih Jesika,
diapun membangun suatu rumah persinggahan untuk orang-orang yang tidak mampu,
dengan makanan yang gratis untuk mereka, dan Jesikapun membuat suatu sekolah
untuk rakyat yang ingin belajar. Sekarang diapun sudah sangat kaya, hampir
semua orang mengenalnya, sampai-sampai tetangganyapun yang pernah mengejeknya
meminta maaf dan selalu menceritakan dia kepada teman-temannya “Tangan Tuhan
Yesus sungguh berkerja di hidup gadis itu”kata tetangganya kepada
teman-temannya.
***
“Ibu, sekarang kita menjadi orang yang
sukse, Tuhan sudah menggenapi janjiNya, aku tahu bu, Dia tidak akan pernah tega
melihat anak-anakNya selalu menangis.”katanya sambil tersnyum. “Mari kita
berdoa”ajak sang ibu “Hah, ibu yakin?”remehnya “Kamu meremehkan ibu, setelah
lama baru kali ini ibu berani untuk berdoa, jadi jangan menertawakan ibu” “Baik
bu”
***
“Tuhan Yesus, Tuhan yang kami sembah,
trimakasih Bapa atas segalanya, ku tahu, Engkau tidak akan pernah meninggalkan
kami sekeluarga, maafkan aku Bapa jika dulu aku pernah berbuat salah, aku tahu
Engkau kecewa, tetapi seseorang selalu berkata kepada saya untuk jangan takut
datang kepadaMu. Trimakasih Bapa atas segalanya, trimakasih karena Engkau sudah
membantu kami, trimakasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami,
trimakasih karena Engkau selalu memegang tangan kami, Engkaulah kekuatan kami
Yesus.
Ku sembah kau Yesus, takkan pernah ada
niat yang tibul dari hati kami untuk berpaling dariMu, karena kami tahu, hanya
Engkau Allah yang mampu menyelesaikan masalah kami. Trimakasih Bapa, terpujilah
namaMU yang kudus. Haleluya Amin”doa mereka.
“Aku sayang ibu”peluk sang anak.
The end
Rancangan Tuhan
itu damai dan sejahterah.
Meskipun sekarang
kita terluka, ataupun sekarang kita terjatuh,
Percayalah suatu
saat nanti, kita akan menggapai kesuksesan yang telah disediakan Tuhan untuk
kami anak-anakNya..
Tetaplah menaruh
harapan padaNya, jangan pernah takut,
Karena ketakutan,
kekecewaan dan keputusan bukan milik Yesus tetapi milik iblis…
Tetaplah percaya
bahwa Yesus yang telah menjadi penulis scenario bagi hidup kami, karena Tuhan
baik, jadi kitapun juga akan mengalami happy ending di hidup kita.
Jangan pernah ragu
untuk melangkah bersama Yesus Kritus Bapa kami..
Jesus bless you.
Sekarang, esok, dan selama-lamanya….
Amin J









