awwa,, this is taecyeon,, 2pm

awwa,, this is taecyeon,, 2pm

Senin, 28 November 2011

Arti cinta


Aku kembali meminum susu coklat hangat di sebuah café yang sangat romantis, kebanyakan yang datang ke café ini adalah orang-orang yang berpasangan, atau anak-anak muda, pokoknya jarang ada orang sendirian yang datang ke café ini, mungkin cuman saya orang itu.
Setiap sore, duduk di meja paling pojok sebelah kiri sambil meminum segelas susu coklat hangat, itulah yang sering kulakukan. Dari sini aku dapat melihat sebuah band, semua orang yang sering datang ke café ini pasti tahu siapa band ini, band ini adalah band horse.
Vocalist dari bband ini memiliki suara yang indah, dia memiliki suara yang tinggi dan lembut, aku selalu menatapnya dari kejauhan, aku ingin sekali mengenalnya tapi hanya saja, dia sangat tampan dan tinggi, pasti dia sudah memiliki pacar.
“OKe itu adalah lagu persembahan dari band kami, apa ada yang mau request lagu?”tanyannya dengan senyuman manisnya. “Saya!”teriakku “Aduh apa yang sedang kulakukan?!”tanyaku dalam hati “Oke perempuan yang disebelah sana, silahkan” “Aduh, senyumannya”kataku dalam hati, aku hanya bisa terdiam, bingung “Maaf, apa anda ingin ruqest lagu?”tanyanya sekali lagi dengan senyumannya yang manis.
Semua orang menatapku, dengan tatapan menghakimi “Hemm, a,,aku,, ingin request la,,, lagu Dygta masih untukmu”kataku dan langsung duduk. “Oke lagu Dygta, akan kupersembahkan untuk perempuan itu”.
Diapun langsung menyanyikan lagu tersebut “Masih untukmu.. kusimpan cintaku,,, walau kau tlah lupa denganku,,, tak ada yang mampu menggantikanmu,, masih untukmu,, selalu rinduku,, walau semua takkan kembali… biar kumencintai dalam hati”Suara merdu dia keluarkan, seakan-akan lagu itu untuk seseorang yang sangat dia cintai.

                                      ***

“Hemm, maaf, apa aku menganggu?”tanyanya, aku hanya bisa terdiam dan terkejut “Hah?!”bingungku, secara cowo setampan seperti dia mengahampiriku, itu sangat mustahil. “Aku harap, anda tidak sedang menunggu seseorang”senyum dia “Ah,, tidak, aku tidak sedang menunggu orang” “Oh ya,, aku Rahmat, setiap sore, aku melihat kamu sendirian disini” “Hem, aku Clorina, aku memang lebih suka dengan sendiri”.
“Hemm, kenapa kamu tidak datang ke produser suara? Suaramu sangat bagus” “Haha, trimakasih, aku sudah melakukannya, beberapa hari lagi aku akan ke Jakarta, untuk bertemu dengan produser” “Wah, selamat ya, semoga cita-citamu tercapai”.
 “Sebenarnya aku ingin menjadi orang terkenal, karena aku juga ingin mencari seseorang” “Wah, siapa dia?” “Dia adalah seseorang yang sudah mengisi hari-hariku dengan senyumannya”. Mendengarnya akupun terkejut, sebenarnya aku sudah tahu, pasti cowo kayak dia sudah memiliki pacar.

                                      ***

Aku jadi sering bersamanya, setiap aku ke café, aku selalu menunggunya turun dari pangung, aku seperti sedang menunggu pacarku yang sedang bernyanyi, aku jadi sering pergi jalan-jalan sama dia, bahkan aku pernah pergi piknik sama dia, dan aku sangat bahagia, aku berharap waktu dapat kuputar.
Tapi ternyata aku harus berpisah sama dia, besok dia sudah harus pergi ke Jakarta, sebenarnya aku tidak bisa melepaskannya, aku ingin bilang, bahwa aku mencintainnya, tapi aku malu untuk mengatakannya.

                                      ***

Keesokannya, kamipun berjalan ke stasiun dengan mobil merah yang kukendaraain, setibanya distasiun tepatnya setelah kami membeli tiket, kami berjalan untuk menunggu kereta itu tiba.
“Hemm, Rahmat, aku boleh nanya sesuatu?”tanyaku pelan “Bolehlah, apapun aku akan menjawabnya”. Aku terdiam dan berpikir, apakah aku harus menanyakan ini padanya. “Hey,, hey, kamu bengong?” “Ah”kaget aku.
“Eh itu keretannya sudah tiba”katanya dengan senyumannya yang sangat tulus itu “Tunggu, aku mau bertanya sesuatu, please jangan naik dulu”mintaku “Oke, aku akan menunggu” “Hemm, aku,, aku cuman mau bertanya, apa kamu punya perasaan lebih, perasaan lebih dari sahabat padaku?”tanyaku pelan
Keadaanpun tiba-tiba hening, aku hanya bisa menunduk dan malu untuk menatapnya. “Mengapa, kamu bertanya seperti itu”jawabnya sambil menunduk dan melihat wajahku “Mengapa kamu tak berani melihat mataku?”tanyanya kembali sambil mencubit pipiku.
“Apa kamu tidak tahu, bahwa, aku,, aku sudah suka sama kamu, semenjak kamu datang mengahampiriku di café, apa kamu tidak menyadarinya, aku suka sama kamu Rahmat”kataku dengan memberanikan diri.
Keadaanpun hening kembali, seperti tidak ada orang. “Kereta dengan keberangkatan ke Jakarta, akan segera berangkat.” “Hey cewe manis, kereta sudah mau berangkat, aku naik dulu ya”katanya dan langsung berjalan kearah kereta tersebut “Ta,, tapi, bagaimana dengan pertanyaanku?”teriakku. Dia hanya bisa tersenyum sambil melambaikan tangannya kearahku hingga keretapun berjalan membawanya pergi.
“Tapi bagaimana dengan pertanyaanku, bagaimana dengan perasaanku,” kataku pelan sambil menatap kereta tersebut yang sudah pergi jauh, akupun berjalan kearah mobilku.

                                      ***
Tepat jam 4 p.m, aku datang ke café tersebut, aku selalu datang kesana berharap dia pulang dan mengatakan bahwa dia juga mencintaiku. “Apa yang ku katakan di stasiun, tapi kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku, kenapa dia malah pergi meninggalkanku, aku tahu, aduh aku bego banget sih, dia pergi ke Jakarta selain untuk menjadi penyanyi terkenal, dia juga ingin mencari seseorang yang telah mengisi hari-harinya dengan senyuman, yah pacarnya, aduh kenapa aku malah menyatakan cintaku padanya”kataku sambil memukul kepalaku dengan kencang berulang-ulang dan mengucapkan aku bodoh, aku orang yang bodoh.
“Hentikan”teriak seseorang dengan suara yang lembut seperti suara Rahmat dan langsung memegang tanganku. Akupun melihat wajahnya dengan tersenyum. “Egga?!” “Ya, itu aku, buat apa kamu memukul kepalamu?”tanyanya “Loh bukannya kamu kuliah di Korea?”tanyaku “Aku sudah pulang, yah, lagi liburan panjang” “Kok kamu tahu, aku ada disini?” “Hatiku yang sudah mengantarkan aku padamu” “Iss, lebaynya mulai deh”kamipun tertawa, tapi tetap saja, aku belum bisa melupakan Rahmat.
                                     
                                      ***
Sudah 3 bulan dia pergi, mungkin dia sudah melupakanku. “Oke kembali lagi di musik kesayangan anda, sekarang kita kedatangan penyanyi baru, bolehlah kita kenalan dulu dengannya”teriak pembawa acara musik itu.
“Wah aku suka banget sama penyanyi ini”teriak Egga di ruangan keluargaku, “Iss, ngapain sih, teriak-teriak, sudah ganti saja, aku lagi baca”kataku sambil mengganti channel televisi tersebut “Eh, sini, kalau kamu tidak mau menontonya kamu dapat pindah kekamar” “Eh, dasar, kamu lupa ini rumah siapa? Giliran cewe cantik yang nyanyi, langsung seneng”sindirku.
“Oke, Lymnia, rupanya sekarang kamu memiliki pasangan duet?”Tanya pembawa acara itu “Haha, iya” “Panggil dong, teman duetnya”.
“Duh acara ini, sangat membosankan, aku kekamar ya”kataku dan langsung pergi. “Rahmat,,Rahmat”teriak Lymnia. Saat itu juga aku menghentikan langkahku “Rahmat”kataku dalam hati.
“Rahmat, jadi itu orang yang sering kamu ceritakan?” “Iya” akupun menatap ke layar kaca televise, melihatnya “Senyumnya masih sama saat aku pertama kali bertemu dengannya, tapi dia lebih kurus”kataku bicara sendiri “Tapi kenapa kamu tersenyum disana? Apa kamu lupa kalau aku menahan sakit disini, apa kamu lupa kalau aku akan selalu menunggumu”kataku pelan, sambil memegang wajah Rahmat.
Rahmat dan Lymnia menyanyikan lagu Dygta yang diarasemen ulang sama mereka, suaranya masih sama seperti dulu, lembut, tinggi, semua orang perempuan yang ada disana meneriaki nama Rahmat, mereka berteriak.
“Rahmat… Rahmat,,,, Rahmat”teriak para fans Rahmat, meski rahmat sudah selesai bernyanyi, orang-orang masih saja meneriaki namanya. Kini dia sungguh terkenal. “Sabar ya”kata Egga dan memelukku.

                                      ***

Sebulan kemudian, aku selalu melihatnya di balik layar kaca, sehari dia bisa datang ke lima acara musik. Aku kasihan melihatnya.
“Clorina,, Clorina,, sini, lihat”teriak Egga “Rahmat” “Dia masuk infotaiment”. Akupun dengan serius memperhatikan infotaiment tersebut. Ternyata itu adalah berita buruk untukku, dia terekam oleh camera infotaiment, dia sedang berpelukan dengan gadis, bahkan dia membawa masuk gadis tersebut kedalam mobilnya, “sepertinya mereka sudah akrab”kata Egga.
“Rahmat,, boleh tahu dia siapa?”kata salah satu perempuan dari sebuah acar infotaiment sambi mengetuk kaca mobil merahnya. Rahmatpun keluar dari mobil sambil menggandeng perempuan tersebut.
“Rahmat ,, apa dia pacarmu?” Rahmat hanya bisa terdiam sambil tersenyum “Apa ada seseorang yang sedang mengisi hatimu?”Tanya yang lainnya “Tentu ada”jawabnya singkat “Dia adalah orang yang telah mengisi hari-hariku dengan tawanya dan kepolosannya”lanjutnya “Lalu siapa orang yang disamping ini?” “Dia.. dia adalah Gresela” “Dia pacar anda?” “Bukan, tapi dia teman dekat saya”jawabnya bahagia.
Akupun langsung mematikan televisiku, “Hey, kamu kenapa? Apa kamu tidak mendengarnya tadi, dia bilang bahwa cewe itu adalah teman dekatnya”hibur Egga dan lengsung mencubit pipiku.

                                      ***

Sudah setahun, aku tidak bertemu dengannya, sudah setahung aku tidak mendengar suaranya secara langsung, aku takut, aku lupa wajahnya, sehingga setiap dia selalu di televisi aku selalu menontonya, aku berharap aku bisa bertemu dengannya “Tak ada yang mampu menggantikanmu, meski kamu takkan kembali, aku akan tetap mencintaimu”jelasku sambil meminum segelas susu coklat hangat di cave bersama Egga.

                                      ***

“Sudah habis, pulang yu”ajakku “Hemm, yaudah” kamipun berjalan sambil bercerita dan tertawa, mungkin aku sedikit dapat melupakannya, baru satu persen.
“Aww”teriakku dan terjatuh karena terselengkat batu besar, aku hanya bisa memegang kakiku yang kesakitan, bahkan aku tak dapat berjalan.
“Sini biar ku bantu”kata seorang perempuan sambil mengulurkan tangannya, aku hanya bisa menunduk karena aku sangat malu.
“Duh ada apa dengan semua orang, sebegitu parahnyakah aku, kenapa mereka semua melihat ku sambil tersenyum bahkan berteriak, ada apa dengan wanita-wanita ini, aku malu?”kataku dalam hati.
“Rahmat… Rahmat,,, Rahmatttt”teriak para wanita itu, “Rahmat?! Astaga sebegitu terkenalnya dia sehingga semua orang disini meneriakinya, huh”kataku dengan suara yang lumayan besar.
“Sini biar kubantu”ulur tangan perempuan itu, akupun memegang tangannya, dan karena aku tak kuat, akupun memegang tangan Egga, aku meliohat wajah Egga seperti orang yang kesurupan dia hanya melihat satu titik dan tidak berkedip.
“Hey Egga, ada apa denganmu?”tanyaku, diapun langsung memegang kedua pundakku dan memutar badanku, aku sangat terkejut ternyata ada Rahmat disini, semua wanita berteriak karena ada Rahmat.
Dia sudah berubah, dia tidak menyapaku sama sekali, apa dia sudah lupan denganku?, kaca mata hitam melekat dimatanya, sambil mengenakan jaket tebal dan menutup kepalanya dengan kupluk.
“Rahmat?”tanyaku bingung “Ouh, iya dia Rahmat, aku Gresela, kamu?” “Hem aku, aku Crolina” “Wah jadi kamu yang bernama Crolina, Rahmat pernah bercerita tentang kamu, yah meski cuman sekali”tawanya.
“Aku mau makan”kata Rahmat dengan nada malu yang dia keluarkan “Wah kebetulan banget, kalian mau ikut?”Tanya wanita itu “Tidak, terimakasih, tadi kami habis dari cave”jawabku “Sudah ayo, bergabunglah” “Sepertinya tidak, lagian aku tidak bisa berjalan” “Kami ikut”jawab tegas Egga. “Kalau kamu masih mau bersamanya, aku pergi duluan”jelas Rahmat dan langsung pergi. “Tunggu, ayo”ajaknya dan langsung menggandengan tangan Rahmat.
“Dia berubah” “Sudah ayo naik” “Hah?” “Sudah, kamu diam saja”kata Egga dan langsung menggendongku.
“Maaf, kami lama jalanya”jelas Egga dan langsung menaruhku di tempat duduk itu. “Wah, kalian romantis ya”kata Gresela, kamipun hanya bisa tersenyum.
Aku juga tidak tahu kenapa, aku senang dapat bertemu dengan Rahmat kembali, tapi aku juga sedih, dia sangat cuek, sudah tidka ada lagi senumannya yang tulus itu, mungkin dia marah sama aku, karena aku pernah menyatakan cintaku padanya, aduh, aku seharusnya sadar, Gresela lebih cantik dariku, huh.    
  
                                      ***

“Yeah, makanannya sudah datang, mari makan”kata Gresela. “Sini aku suapin”minta Egga dan langsung menyuapinku. “Wah, aku ingin seperti kalian”kata Gresela sambil tertawa. “Suapin aku”minta Rahmat sambil menunduk. Greselapun terkejut dan langsung menyuapinya.

                                      ***

“Hemm, sekarangkan liburan, aku sudah menyewa vila, kalau hanya kami berdua yang menempati, pasti tidak seru, bagaiman kalau kalian ikut”ajaknya “Terimakasih Gres, tapi aku sudah mau pulang, lagian aku tidak membawa baju”jawabku  “Masalah itu tenang aja, aku sudah menyuruh orang untuk melakukan itu”.
Dengan terpaksa kami ikut ke vila itu, Gresela, yeps, dia sangat sanyang sama Rahmat, begitu juga dengan Rahmat, kita memang pesta tepat jam 10 p.m, kita baker sate dan jagung, tapi tidak untuk Rahmat dia hanya duduk, sambil mendengarkan lagu. Switter dan jacket tebal melekat di tubuhnya, ini memang dingin banget, Cibodas memang dingin, sedingin hatiku.
“Aku kesana dulu ya” “Kemana?”Tanya Egga “Ke pojok sana, disini terlalu rame”kataku dan langsung pergi.
“Hey”sapa Gresela kepada Rahmat, “Dia cantik ya, baik, wajar kalau kamu tak bisa melupakannya”, Rahmat hanya terdiam, sambil mendengarkan lagu tersebut.
“Rahmat, tolong dengarkan aku, sekali saja, dia sendirian disana, seharusnya kamu mengahampirinya”minta Gresela “Untuk apa?”tanyanya “Kamu suka sama dia, aku tahu itu, aku tahu dari cara kamu menatapnya, aku tahu dari cara kamu bercerita tentangnya” “Jangan, berfikir lama, hampiri dia”lanjutnya.
“Aku tahu, hatiku sakit disaat aku meminta ini padamu, tapi kumohon, jangan sia-siakan orang yang dapat mencintaimu dengan tulus” “Bagaimana denganmu? Apa kamu tidak cemburu, jika aku menghampirinya?” “Rahmat, aku adalah mantan orang yang pernah kamu cintai dulu, sebesar apapun usahaku untuk mendapatkanmu kembali, aku takkan bisa, karena cewe yang mengisi hari-harimu dengan senyumanya dan kepolosanya itu bukan aku, tapi Clorin, aku takkan cemburu, aku hanya ingin melihat orang yang kucintai bahagia dengan orang yang dicintainya”pinta gresela.
Rahmatpun langsung memberanikan diri, untuk menghampiri Clorin yang sendirian.
“Apa ini?”tanyaku “Rahmat?”aku heran di melepaskan jacket tebalnya dan mengenakannya pada tubuhku. “Kebiasaan, selalu menyendiri, kamu tidak pernah berubah, apa kamu memang bodoh, disini sangat dingin tapi kenapa kamu malah menggunakan kaos”tegasnya “Seseorang yang disuruh Gresela untuk mengambilkanku baju, dia lupa mengambilkanku jacket” “Bagaimana dengan pacarmu, apa dia tidak mengambilkan jacketnya” “Dia, dia bukan pacarku, dia sahabatku”. Lagi dan lagi keadaan jadi sunyi, aku jadi mengingat tentang distasiun.
“Rahmat, masalah di stasiun, lupakan saja, maafkan aku” “Buat apa, aku melupakannya, hanya itu kenangan yang ada darimu, tapi kamu malah menyuruh aku untuk melupakannya.” “Tapi bukannya kamu sudah menumakan orang yang kamu cari Grase?” “Iya memang, aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa”jawabnya. “Maaf” “Untuk?”tanyaku “Maaf, jika aku sudah buat kamu menunggu lama, maaf karena aku tak menjawab pertanyaanmu, jujur sebenarnya aku sudah menyukaimu, aku sudah menyukaimu sebelum aku mengenalmu, hanya saja, aku bingung, siapa yang harus aku kejar, Gresela atau kamu, hingga aku memutuskan untuk ke Jakarta untuk mencari Gresela, mungkin di Jakarta aku selalu bersama dengannya, tapi aku merasa ada yang hilang dari diriku, aku merasa bukan dia orang yang seharusnya kupilih, aku telah sala memilih, maafkan aku” “Sepertinya kamu kedinginan, ini ku kembalikan”jawabku sambil mengenakan jacketnya ke tubuhnya.
“Tapi bagaimana denganmu?”tanyanya “Aku tidak apa-apa” “Aku sayang sama kamu,” aku sangat senang mendengar kata-kata itu, tetapi aku merasa ada yang aneh dari diriku,
“Apa kamu mau jadi pacarku”keadaan menjadi sangat dingin, “Maafkanku” “Kenapa?” “Disaat kamu pergi, aku selalu memikirkanmu, aku tak bisa melupakanmu bahkan aku selalu berkata ‘tak ada yang bisa menggantikanmu’ tapi ternyata itu semua salah” “Aku gak ngerti maksudmu”.
“Aku telah mencintai seseorang, dia sangat baik denganku, dia memeluku di saat aku menangis karena mengkhawatirkanmu, dia mengisi hari-hariku dengan leluconnya, dia selalu menghiburku, dia selalu ada di saat aku membutuhkan, bahkan dia menggendongku disaat aku tak bisa berjalan” “Apa dia Egga?” “Ya” “Tapi, bukannya dia sahabatmu?” “Dia memang sahabatku, tapi aku merasa cara dia memandangku, dan cara dia memperhatikanku, bukan seperti seorang sahabat, entah kenapa aku mulai mencintainnya, dia sangat mempedulikanku”
“Clorin, aku tahu kamu bohong, aku tahu orang yang kamu sayang itu aku” “Orang yang kusayangi saat ini adalah Egga, please jangan paksa aku untuk mencintaimu, jangan membenciku” “Ini salah ku, mari kita mengulangnya dari awal” “Maaf, ini bukan salahmu, pesanku, jangan sia-siakan orang yang dapat mencintaimu dengan tulus”kataku dan langsung pergi meninggalkannya.

                                      ***

“Egga, kamu disini” “Hemm, iya aku dapat melihat pemandangan yang indah dari sini, oh ya, bagaimana dengan Rahmat, kalian sudah pacaran?” “Siapa bilang” “Loh, kalian berduaan disana, apa dia tidak menyatakan cintanya?” “Dia menyatakannya” “Ouh, selamat ya” “Selamat untuk?” “Ya, karena kalian sudah pacaran” “Aku tidak pacaran dengannya” “Kok, bukannya kamu suka sama dia” “Itu dulu, tapi kini aku baru sadar, kalau orang yang kucintai bukan dia, tapi orang yang kucintai ada di depan mataku”.
“Maksudmu” “Udah jangan pura-pura bodoh, sebaiknya kamu memberikan jacket itu untukku” “Sini” akupun mendekat dengannya, dan dia memeluku “Ini susu coklatnya, cepat diminum” “Makasih.” Kamipun meminum susu coklat kami, dengan pelukan hangat darinya.

Inilah cinta, disaat kita mengharapakan orang yang sangat kita cintai untuk dapat mencintai kita dengan tulus, dan disaat orang yang kita cintai pergi ke tempat yang sangat jauh dalam waktu yang lama. Yang hanya kita lakukan adalah menunggunya, mencemaskannya, mengharapkannya untuk dapat kembali, hanya itu yang kita lakukan, tanpa sadar, bahwa disebelah kita ada seseorang yang dapat mencintai kita dengan tulus.
Jangan pernah sia-siakan cinta sejatimu,  Dan bagaimana jika cinta kita bertepuk sebelah tangan, Inilah arti sesungguhnya yaitu merelakannya. Kita tidak bisa hidup bersama dengan dia jika dia merasa menderita bersama kita.




                                   
Tamat J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar