awwa,, this is taecyeon,, 2pm

awwa,, this is taecyeon,, 2pm

Rabu, 30 November 2011

Pengaharapan yang tidak sia-sia,,,


Suatu hari di rumah yang sangat kecil.. tinggalah seorang anak yang bernama jesiska. Dia memiliki keterbelakangan mental, cacat, sehingga orang-orang atau teman-temannya selalu memandang dia sebelah mata dan tidak ada yang mau mendekati atau bermain dengannya. Bahkan sampai ibunya sendiripun slalu berkata “kamu tidak mungkin bisa mewujudkan cita-cita mu, kita hanya orang miskin.”
Di pagi yang cerah ibunya menyuruh dia untuk membeli sebuah garam, diapun  langsung pergi dengan bantuan kayu tinggi untuk dia berjalan. Setiap dia melangakah semua orang memperhatikannya menatapnya dengan tatapan menghakimi.
“pasti dia pernah berbuat dosa. Ataupun keluarganya adalah keluarga hancur. Makanya dia jadi cacat” kata seorang ibu yang berbicara kecil dengan temenya. Mendengar kata-kata itu membuat hati dia perih. Dia hanya dapat berkata dengan hati kecilnya, dia hanya bisa berbicara dengan hatinya, karena hanya hati kecilnya yang mau mendengarkan dia.

                                      ***
“Ini bu garamnya”sambil menunduk,
“ada apa dengan kamu nak, apa ada yang salah tadi?”Tanya dengan nada yang sangat halus. “tidak bu”jawabnya singkat dan langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya. “Aku sayang anak itu, hanya aku tidak mau dia memiliki mimpi yang tinggi, karena aku takut dia jatuh.”

                                      ***
“Tuhan Yesus, sekarang aku sangat lapar, tapi aku ga mau makanan aku mau Engkau memberikan makanan kepada teman-teman ku yang kelaparan. Tuhan sekarang aku sakit tapi bukan kesembuhan yang kuinginkan tapi lepaskanlah beban dan sembuhkanlah penyakit-penyakit yang diderita teman-teman ku. Tuhan Yesus aku percaya bahkan aku terlalu percaya akan semua janji-janji Mu, aku percaya suatu saat nanti aku akan menerima semua janji-janji Mu, aku percaya suatu saat nanti aku dan semua orang di dunia ini aka tersenyum karna kasihMu.”setelah ia berdoa ia piun langsung menutup matanya sambil tersenyum karna ia percaya hari esok adalah hari diamana ia akan tersenyum.

                                      ***

“Ibu, apa ibu tahu aku sangat ingin seperti perempuan itu, dia baik dan cantik dia seorang penulis handal. Apa ibu ingin melihatku seperti dia?”tanyanya sambil tersenyum. “tentu ibu ingin tapi apa harus seperti perempuan itu?”jawabnya “Tentu bu, aku ingin menjadi penulis yang handal, mungkin aku tahu bu, itu sangata tidak mungkin seorang jesica dapat menjadi penulis, aku tahu apa yang ingin ibu katakan padaku, ibu pasti akan berkata kita hanya seorang miskin yang tiodak mungkin naik itukan yang ingin ibu katakan”jawabnya dengan rasa bersalah karena ia sudah membentakl ibunya. Sang ibu hanya terdiam dengan wajah yang sedih.
“Ibu, maafkan aku bu, aku tidak bermaksud membuat ibu marah, aku hanya ingin ibu tahu suatu saat nanti kita akan naik, tidak selamanya kita jatuh, bu, kita punya Tuhan yang hidup, Yesus yang kita sembah bukan patung atau matahari tetapi Yesus yang kita sembah yaitu Yesus yang adil, Dia tidak akan pernah mau melihat anak-anaknya selalu menangis, percayalah bu”katanya sambil meneteskan air matanya.
“Tapi tidak untuk sekarang nak, mungkin sekarang Yesus sangat marah sama ibu, oleh sebab itu ibu selalu mendapatkan masalah dan cobaan yang tidak ada ujungnya”jawabnya denga malu. “Aku tidak akan bertanya pada ibu apa yang ibu buat sebelum ibu melahirkan aku, tetapi aku cuman mau bertanya sama ibu darimana ibu tahu bahwaYesus marah sama ibu? jangan pernah malu untuk datang dan bersekutu dengan Yesus karena Yesus akan mengampuni kesalahan kita jika kita mau datang kepada Yesus.”
Tiba-tiba keadaan di ruang keluarga itu menjadi sunyi tak terdengar satu katapun, hingga akhirnya sang ibu meningglakan anaknya di tengah-tengah kesunyian.

Percobaan adalah awal dari rencana Tuhan yang indah,,
Asalkan kita tetap menaruh harapan padaNya,,
Tidak akan selamanya kita menangis,, tidak akan selamnya kita jatuh karena
Yesus berserta kita…
Amien. J



Setelah kejadian itu, sang ibu hanya bisa merenung, memikirkan kata-kata yang terucap dari bibir sang ananknya, dia terdiam dan dia mulai mencoba untuk berdoa, dia sangat ingion berdoa tapi yang ada di pikirannya hanya pikiran-pikiran roh iblis, dia takut Tuhan marah. Hingga diapun memutuskan untuk tidak berdoa.
Sementara itu Jesika selalu berlatih, dia berlatih nulis, dia berlatih membaca, dia berlati beolajar bahsa inggris, dia berlatih berpikir, dia selalu berlatih. “Saya punya Tuhan yang adil, Tuhan yang kaya, saya yakin Tuhan akan membatu saya” katanya sambil memegang kalung salib yang tidak pernah lepas dari lehernya.
“Apa yang sedang kamu lakukan?”Tanya sang ibu. “Tidak bu, saya hanya berlatih”jawabnya singkat, “Berlatih? Untuk apa?”tanyanya sambil mengangkat salaoh satu alisnya. “Saya berlatih untuk menggapai mimpi yang sudah di sediakan oleh Tuhan Yesus untuk aku”jawabnya meyakinkan. “Kenapa kamu sungguh percaya olehNya?”Tanya sang ibu, lalu keadaan mulai sepi. “Kenapa kamu terlalu percaya kepadaNya, apa kamu tidak bisa melihat tangan kerja Tuhan melalu hidup ibu, kamu tahu, ibu selalu setia kepadaNya, ibu tidak pernah ada niat sedikitpun untuk meniggalkanNya, dari kecil sampai sekarang ibu selalu menjadi orang Kristen, tapi apa tidak ada satupun mujizat yang di berikan kepada ibu. Kenapa kamu kmasih percaya kepadanya?”tanyanya dengan tatapan menantang. Jesika hanya terdiam “Kamu ga bisa jawab”benatk sang ibu “Buat apa aku jawab bu, ibu mau tidak percaya. Itu pilihan ibu, ibu mau percaya itupun pilihan ibu. Aku ga percaya kalo Tuhan tidak pernah memberikan mujizat pada ibu. Ibu bisa bernafas sampai sekarang itu sudah salah satu mujizat, ibu bisa berjalan, itu juga salah satu mujizat, aku sedih karena ibu tidak bisa melihat itu, yang ibu lihat hanya pengalaman pahit ibu, yang ibu ingat hanya dendam, sampai-sampai ibu tidak sadar kalo tangan Tuhan sudah bekerja di dalam hidup ibu”jawabnya sambil menahan air mata.
“Aku ingin ke toko bu, aku mau beli mie instant unuk kita makan siang”kata Jesika. Lalu dia pun pergi denagn bantuan kayu panjang untuk dia berjalan.

                             ***

“Jesika, kamu mau membeli apa?”Tanya pak toko dengan ramah, “Saya ingin membeli dua bungkus mie instant”jawabnya “Oh, hampir setiap hari kamu kesini, dan kamu hanya membeli mie instant, tidak baik kalo kamu harus makan itu terus”sarannya “Tidak apa-apa pak, hanya itu yang dapat saya beli”jawabnya sambil tersenyum. “bapak ada 2 buah ikan, jika kamu mau, ambilah”sang bapakpun menawarkan. “Terimakasih pa, bapak sungguh baik, tapi saya yakin bapak dan keluarga bapak lebih membutuhkannya” “Ambilah”paksa sang bapak “Tidak pak saya tidak enak”jawabnya sambil menunduk. “Ikan ini pemberian dari Tuhan Yesus, jqaid ambilah”kata sang bapak toko.
Lalu Jesikapun terdiam dan tersenyum sambil menangis. “Terimakasih pak, Tuhan Yesus memberkati bapak dan keluarga sekarang, besok, dan selamanya” “Amin, terimakasih Jesiska”jawabnya sambil tersenyum.
“Jesika, kamu adalah anak yang kuat, kamua beda seperti anak-anak yang lain, kamu tidak malu dengan keadaanmu, kamu sopan, kamu dewasa”puji sang pak toko. “Pak, bapak tahu, aku ini hanya seorang gadis lemah, aku tidak mungkin kuat tanpa Yesus di sampingku, aku hany noda kecil yang bisa terhapus, tapi aku yankin Tuhan tidak akn menghapus aku, aku seperti ranting yang akan putus dari pohon tapi aku yakin Tuhan Yesus tidak mematahkanku, dan aku hanya seperti sebuah lilin yang akan padam, tapi aku yakinTuhan Yesus tidak akan meredupkanku”jawanya dengan tatapan yang tajam.
“Sungguh besar imanmu, jangan pernah patahkan imanmu nak”jawabnya terheran. Lalu Jesikapun pulang kerumah nya sambil tersenyum.
“Bapak percaya suatu saat nanti, kamu akan menjadi anak yang sukses, kesedihanmu, tangisanmu, kekhwatiranmu, akan di ganti oleh Tuhan dengan seyuman, kebahagiaan. Hingga suatu saat nanti kamu akan menjadi majikan”Amin.

                             ***

“Ibu, aku ada dua buah ikan”kata Jesika “Dari mana kamu menddapatkan ikan itu, apa kamu kerja atau kamua mengemis?tanyannya “Tidak ibu, ini semua Tuhan yang beri secara gratis.” ‘Bagaimana bisa?”tanyannya dengan ragu. “Tuhan yang memberikan ikan ini melalui pak toko bu.”jawabnya sambil tersenyum.
“Maafkan ibu nak, maaf kalo ibu selalu membentak kamu.”katanya sambil merunduk, “buat apa ibu minta maaf dengan aku, sebaiknya ibu minta maaf dengan Tuhan”. Sang ibu pun terdiam.
Berikan ikan itu biar ibu memasaknya. Alalu ibupun pergi kedapur dengan terburu-buru. “Aku tahu bu, pasti ibu ingin minta maaf, tapi hanya ibu terlalu malu. Makasih Tuhan”katanya sambil tersenyum.

                             ***

“Mari makan”kata sang ibu. “Ibu kita harus berdoa dulu” “Tapi ibu sudah terlanjur lapar jadi kamu saja yang berdoa”kata ibu sambil mengambil ikan. “Yasudah aku akan berdoa.”
“Allah Bapa yang Bertahta di Dalam Kerajaan Sorga, trimaksih Yesus atas makanan yang tuhan berikan kepada kami, Tuhan beikan makanan juga kepada teman-temanku yang belum mendapatkan makanan, berilah mereka makanan seperti Engkau memberikan kami makanan. Trimakasih Tuhan atas segala yang Kau berikan kepada kami, terpujilah namaMu yang kudus Haleluya Amin”setelah berdoa Jesikapun langsung makan dengan lahap.
“Sungguh baik anak ini, seharusnya aku malu, karena aku tidak berdoa.”kata ibu dalam hati.
Lalu merekapun makan sambil bercerita dan tertawa.
 
                             ***

“Ibu aku mau main keluar dulu ya bu, sore-sore gini, enaknya diluar, ibu mau ikut?”ajak Jesika. “Ibu mau beres-beres rumah”jawabnya. “Baiklah, aku keluar dulu ya bu”. Lalu Jesikapun keluar  

                             ***

“De main sama kakak yu, mau tidak?”ajaknya “Baikka, tapi kaka tidak bisa lari?” “Oh, bagaimana kalo kita main bekel aja?”tanyanya sambil tersenyum “Oke”. Lalu merekapun bermain.
“Eh Jesika, tante boleh bertanya tidak?”kata salah satu tetangganya, “Tentu boleh, tante mau bertanya apa?”jawabnya “Kenapa kamu cacat?”tanyanya. “Ini karena rencana Tuhan”jawabnya singkat “Maaf-maaf ya, tapi tante punya saudara yang cantik lebih cantik dari pada kamu, dia juga pintar tapi sayanag di cacat dan kamu tahu, sekarang dia menjadi anaka yang jelek karena dia tidak piunya apa-apa, dia hancur, dia tidak bisa menggapai mimpinya, dan sekarang dia sudah meninggal karena bunuh diri, padahal dia anak dari keluarga yang kaya”kata tetangganya “Kamu pasti akan menjadi sama seperti dia, kamu cacat gimana akamu bisa menggapai cita-cita kamu.”kata tetangganya sambil menghakimi.
Mendengar keributan itu, sang ibu keluar, tetapi sang ibu tidak berani keluar rumah, sang ibu hanya melihat anaknya dari jendela, sambil berharap sesuatu tidak terjadi padanya.
“Sabar aja ya jadi orang”kata tetangganya, “Tante, aku tahu aku cacat, dan aku tahu aku cacat karena rencana Tuhan, aku tahu rencana Tuhan itu damai dan sejahterah, meski aku cacat tapi aku yakin tuhan tidak pernah meninggalkanku dan aku yakin suatu hari nanti aku dapat menggapai mimpiku yang sudah disiapakan oleh Tuhan. Dan tante perlu ingat aku beda dengan saudara tante, aku yakin saudara tante yang cantik itu bisa menggapai mimpinya tapi sayang dia bodoh karena dia bunuh diri, dan tante perlu tahu aku lebih kaya dari pada saudara tante, karena aku adalah anak raja, aku punya kerajaan”jawabnya tegas. “Jangan ngarang kamu”remeh tante “Saya tidak mengarang, saya punya kerajaan tapi kerajaan saya bukan di bumi ini, kerajaan saya ada di sorga. Yesus Kritus adalah Bapak saya, Dialah pemilik dari kerajaan sorga, dan kami umat yang percaya padaNya adalah anak-anakNya, jadi kami adalah anak Yesus dan kami juga pemilik kerajaan sorga. Ngerti?”jawabnya sangat tegas. “Dan tante juga harus tahu, Tuhan Yesus adalah Tuhan yang menulis scenario hidupku, Dia yang menulis perjalanan hidupku, aku percaya, aku punya Allah yang baik jadi hidupkupun juga akan mengalami happy ending.”tambahnya dengan wajah yang meyakinkan.
Setelah itu sang tante langsung pergi sambil membawa anaknya yang sedang bermain dengan Jesika. Mendengar kata-kata yang terucap dari bibir anaknya, membuat sang ibu terdiam. “Yesus engkau sungguh baik”kata sang ibu di dalama hatinya.

                             ***
(Keesokan harinya, tepat di jam 09.00)
“Jesika bangun ada tamu diluar”teriak sang ibu. Lalu Jesikapun bangun dan langsung membersihkan wajahnya. “Wah Jesika, kamu baru bangun?”Tanya pak Budi. “Loh bapak, sedang apa bapak kesini?”tanyanya ramah “Bapak hanya mau bermain saja” “Oh ya bu, ini pak Budi dia yang memberikan kita ikan”jelasnya “Oh jadi ini, wah trimakasih banyak Tuhan Yesus memberkati”jawab sang ibu dengan bahagian. Mendengar kata-kata dari sang ibu membuat Jesika terkejut karena ibunya sudah berani mengucapkan kata-kata yang memberkati orang lain.
“Ini buku apa? Menunggu kamu bangun saya membaca buku ini”tanyannya sambil memegang buku tersebut “Aduh bapak sudah terlanjur membacanya ya, maaf kalo tulisannya jelek, itu buku tulisan saya, saya lagi menulis sebuah novel yang berjudul Kasih Yesus kepada anakNya”jawabnya dengan malu.
“Ini sangat bagus, bolehkah buat bapak?”minta sang bapak “Tentu boleh, jika bapak mau” “Trimakasih kamu memang anak yang baik, bapak ijin pulang ya, bapak mau dagang dulu”ijin sang bapak sambil menaru buku tersebut kedalam kantung plastic.
          Setelah tiba dirumah, pak Budipun meneruskan membaca novel yang dibuat oleh Jesika, sehingga di siang hari salah satu saudara pak Budi datang. Mereka mengobrol sangat asik, hingga pada saatnya saudara pak Budi yang lebetulan pemilik dari suatu majalah, lalu iapun melihat buku yang sedang terbuka di meja tamu.
          “Apa ini Budi?”Tanyanya “Oh ini, ini adalah buku yang dibuat oleh tetangga saya yang bernama Jesika”jawabnya sambil tersenyum. “Boleh saya baca?” “Tentu”.
          Lalu saudara pak Budipun membaca buku tersebut, sambil menahan air mata. “Boleh buku ini saya bawa?”mintanya sambil berharap “Apa yang akan anda lakukan dengan buku tersebut?”tanyannya “Saya akan mengorbitkan buku ini, tapi saya akan mengadakan kontrak pada penulis dari buku ini, bolehkah saya bertemu dengan penulisnya?”mintanya. “Wow itu ide yang bagus, kamu tidak akan menyesal dengan pilihanmu untuk mengporbitkan buku tersebut”jawabnya dengan nada yang meyakinkan.

                                      ***
         
          “Permisi… permisi”panggil pak Budi, lalu Jesikapun keluar dengan wajah bahagia. “Bapak, ada apa?”tanyanya “Saudara saya ingin bertemu dengan anda”jawabnya “Iniloh penulisnya dia yang nulis novel tersebut”kata pak Budi. Melihat keadaan Jesika membuat saudara pak Budi ragu. “Jangan pandang dia sebelah mata”katak pak Budi “Sebenarnya ada apa ya?”Tanya Jesika dengan wajah bingung. “Boleh kami masuk?”Tanya saudara pak Budi, “Oh maaf, silahkan”.
          “Jadi benar kamu yang menulis novel ini?”tanyanya “Iya pak saya yang menulisnya”jawabnya dengan takut “Bolehkah saya ijin dengan kamu?”mintanya “Ijin untuk apa?”tanyanya dengan nada yang pelan “Saya inigin sekali mengorbitkan buku ini” “Bapak serius?bapak tidak sedang bercandakan”tanyaanya kaget “Tentu saya tidak bercanda”jawabnya meyakinkan.
          “Ibu.. ibu kesini”teriak Jesika, “Ada apa nak?”tanyanya “Ibu novel saya, novel saya akan di orbitkan bu”kata Jesika sambil menangis dan langsung memeluk sang ibu. “Ibu, Tuhan sungguh baik, aku tahu dia pasti sudah menyiapkan rancangan yang indah bu, dan kita hampir bertemu dengan rancangan Tuhan bu”kata Jesika dengan tangis bahagianya. “Apa kamu serius?”Tanya sang ibu kepada saudara pak Budi.
          “Tentu saja tante, novel ini akan diketik dan di edit oleh editor kami, lalu kami akan mengorbitkannya”jelas saudara pak Budi. “Trimakasih, engkau sungguh baik, aku percaya Tuhan Yesus akan membalas semua kebaikanmu”kata sang ibu sambil menangis.
                                     
***  

          Hari pertama setelah novel itu diterbitakan sudah banyak yanag membeli. Hari demi hari novel tersebut terjual dengan laris, banyak orang yang mengincar novel tersebut, hari demi hari juga uang terus mengalir ke kantong keluarga Jesika.
          Setelah dari kejadian itu, Jesika menjadi orang yang sibuk dia selalu menghabiskan waktunya dengan menulis, tetapi dia juga tidak lupa dengan kebaikan Tuhan Yesus, dia selalu berdoa.
          Lalu dengan rasa trimakasih Jesika, diapun membangun suatu rumah persinggahan untuk orang-orang yang tidak mampu, dengan makanan yang gratis untuk mereka, dan Jesikapun membuat suatu sekolah untuk rakyat yang ingin belajar. Sekarang diapun sudah sangat kaya, hampir semua orang mengenalnya, sampai-sampai tetangganyapun yang pernah mengejeknya meminta maaf dan selalu menceritakan dia kepada teman-temannya “Tangan Tuhan Yesus sungguh berkerja di hidup gadis itu”kata tetangganya kepada teman-temannya.
         
                                      ***

          “Ibu, sekarang kita menjadi orang yang sukse, Tuhan sudah menggenapi janjiNya, aku tahu bu, Dia tidak akan pernah tega melihat anak-anakNya selalu menangis.”katanya sambil tersnyum. “Mari kita berdoa”ajak sang ibu “Hah, ibu yakin?”remehnya “Kamu meremehkan ibu, setelah lama baru kali ini ibu berani untuk berdoa, jadi jangan menertawakan ibu” “Baik bu”

                                      ***

          “Tuhan Yesus, Tuhan yang kami sembah, trimakasih Bapa atas segalanya, ku tahu, Engkau tidak akan pernah meninggalkan kami sekeluarga, maafkan aku Bapa jika dulu aku pernah berbuat salah, aku tahu Engkau kecewa, tetapi seseorang selalu berkata kepada saya untuk jangan takut datang kepadaMu. Trimakasih Bapa atas segalanya, trimakasih karena Engkau sudah membantu kami, trimakasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami, trimakasih karena Engkau selalu memegang tangan kami, Engkaulah kekuatan kami Yesus.
          Ku sembah kau Yesus, takkan pernah ada niat yang tibul dari hati kami untuk berpaling dariMu, karena kami tahu, hanya Engkau Allah yang mampu menyelesaikan masalah kami. Trimakasih Bapa, terpujilah namaMU yang kudus. Haleluya Amin”doa mereka.
          “Aku sayang ibu”peluk sang anak.


The end

Rancangan Tuhan itu damai dan sejahterah.
Meskipun sekarang kita terluka, ataupun sekarang kita terjatuh,
Percayalah suatu saat nanti, kita akan menggapai kesuksesan yang telah disediakan Tuhan untuk kami anak-anakNya..
Tetaplah menaruh harapan padaNya, jangan pernah takut,
Karena ketakutan, kekecewaan dan keputusan bukan milik Yesus tetapi milik iblis…
Tetaplah percaya bahwa Yesus yang telah menjadi penulis scenario bagi hidup kami, karena Tuhan baik, jadi kitapun juga akan mengalami happy ending di hidup kita.
Jangan pernah ragu untuk melangkah bersama Yesus Kritus Bapa kami..
Jesus bless you. Sekarang, esok, dan selama-lamanya….
Amin J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar