awwa,, this is taecyeon,, 2pm

awwa,, this is taecyeon,, 2pm

Rabu, 30 November 2011

Kisah dua lebah,,


Pada hari yang cerah di sebuah taman yang ramai, yang penuh dengan banyak bunga yang indah. Datang seekor lebah bersama tiga temannya, salah satu lebah itu bernama liana, dan ke tiga temannya bernama kiko, ichut, dan alino… mereka berempat sudah bersahabat hamper setahun.
Setiap sore mereka selalu ke taman itu, dan setiap sore juga liana selalu bermain piano yang dibuat teman-temannya untuk liana. Nada yang indah dikeluarlan liana dari piano tersebut, hingga suatu hari datanglah seekor lebah laki-laki yang bernama willy bersama teman-temannya.
Dia bukan kategori lebah tampan, tetapi dia masuk kategori lebah yang baik dan lebah yang panjang.
Mendengar suara piano itu, salah satu teman dari Willy mengahampiri sumber suara piano trsebut, dengan syaap yang kecil mereka terbang kearah piano tersebut.
“Hai”kata atino salah satu lebah teman Willy, “Hemm,hai”bingung Liana. “Maaf ya kalau teman aku sudah buat kamu bingung”karta Willy sambil menarik Atino pergi. Merekapun langsung pergi meninggalkan Liana.
“Maaf kita terlambat, tadi kita melihat bungan yang indah, jadi kita terhenti sebentar, apa ada yang mengganggumu?”Tanya Alino “Hemm.. tidak”katanya singkat sambil melihat kea rah Willy. “Ayo-ayo dia siapa, dari tadi kamu melihat kerahnya terus?”kata kiko sambil meliriknya “Aduh Liana, jangan bilang dia lebah cowo yang kamu suka, jangan dia deh, dia ga keren dan tidak terkenal juga, sedangkan kamu, kamu cewe lebah berbakat.”kata ichut sambil memegan pundak liana.
“Ssst, ga boleh gitu, selama cowo itu dapat membuat liana seneng why not?”bela alino “Iss,, kalian ini kenapa si? Siapa coba yang suka sama dia”kesel liana. Mereka pun langsung bermain kembali.

                                                            ***
Keesokan harinya di jam yang sama.
“Auh”teriak kesakitan Liana. Liana tidak sengaja terkena kayu kecil tajam yang sedang dimainin anak-anak manusia. Lianapun langsung jatuh tidak kuat untuk terbang kembali. Mendengar ada yang teriak Willypun langsung datang menghampiri sumber teriakan tersebut.
“Kamu?”terkejut Willy. Lianapun hanya bisa berbaring. Willypun langsng menganggkat liana dan langsung pergi ke salah satu pohon yang besar yang ada di taman tersebut. Isi pohon itu adalah rumah sakit para lebah, dengan banyak dokter dan suster lebah.
“Dokter lebah, tolong teman saya, sayapnya robek dan dia tidak bisa terbanag”khawatir Willy, “Baiklah saya akan mengobatinya, tapi ini sangat sakit”kata sang dokter lebah. Lianapun langsung memberikan sayapnya kepada dokter. “Saya mau kamu liana menatap mata pria ini, supaya pikran kamu teralih dan kamu tidak akan merasakan sakitnya”Saran dokter lebah.
Dengan gugup liana menatap mata Willy, dan dengan gugup juga Willi menantap mata liana sambil memegang tangannya. tatapan yang sangat tajam dan menganut banyak arti, mereka seakan-akan sedang berbicara.
“Okeh, sudah selesai, tapi dia tidak bisa terbang sendirian”kata dokter lebah “Baik dok”. Merekapun langsung pergi, dan Willy menggandeng sebelah sayap liana.
“Biar aku antar kamu pulang”ajak Willy “Hemm, tidak usah, aku dapat pulang sendiri.”tolak liana “Apa kamu tidak mendengar kata dokter lebah tadi?”tanyanya
“Sudah kamu jangan bandel” merekapun langsung pulang .
sesampainnya di rumah liana, lianapun langsung masuk tanpa berkata apapun.

***
            “Ya ampun, apa yang ada di dalam pikiran ku, kenapa aku langsung masuk kerumah, kenapa aku tidak bilang terimakasih kepadanya, padahal dia sudah baik sama aku, tanpa dia mungkin aku sudah mati, aku menyesal, aku akan bilnag terimakasih dengannya.”katanya sambil mengehelus sayapnya.
                                                           
                                                                        ***
            “Liana… liana..”triak alino, “Ayolah cepat, ini hari pertama kita sekolah di SMA, jangan telat”triak Ichut “Gimana kalau kita masuk aja”ajak Kiko. Merekapun langsung masuk kedalam rumah Liana.
            “Liana kamu sekolah tidak, kok kamu tidak make seragam?”Tanya Ichut “Loh ada apa dengan sayapmu?”Tanya Alino “Ahh? Aku sekolah kok, aku sudah mandi tadi, aku siap-siap dulu ya.”kata Liana dan langsung masuk kedalam kamarnya.
            Setelah Liana ganti baju seragam merekapun langsung pergi kesekolah, nama sekolah mereka adalah Sekolah Internasional Lebah, dimana hanya lebah-lebah pintar yang dapat bersekolah disini.
            “Anak-anak, sekarang kita kedatang murid baru, pindahan dari sekolah Madu Lebah, sekarang kita panggil aja mereka ya.” “Liana, Ichut, Alino dan Kiko, silahkan masuk.”kata Bu Sencen lebah. Mereka berempatpun langsung masuk ke kelas yang sangat besar itu.
            “Silahkan perkenalkan nama kalian” “Hemm, kami adalah Cun’lay itu nama sahabat kami, kami terdiri dari Liana, saya Ichut, Kiko dan Alino, rumah kami di jalan taman bungan tak jauh dari sekolah ini, rumah kami bersebarangan, trimakasih.”Kata Ichut.
            “Wow.. oke sekarang kalian bisa duduk disana.”kata bu Sencen “Trimakasih bu”kompak Cun’lay. “Wah,, kompak sekali yah, yaudah, mari kita lanjutkan pelajaran kita”. Bel istirahatpun berbunyi.
            “Ayo jajan, pasti ada banyak madu segar disini”ajak Alino dan Ichut. Merekapun langsung terbang ke kantin sekolah ini, kantin yang sangat bersih dan besar, semuannya tertip.
            “Emm, maaf”kata Ndreas salah satu lebah laki-laki tertampan disekolah ini. Ichut hanya bisa terdiam sambil menatap wajah Ndreas. “Hai, maaf yah”ulang Ndreas. “Duh maaf ya, temen saya mang gini kalo dah ketemu lebah tampan. Hahaha”kata Alino, “Oh, hahaa, tidak apa-apa, heem kalian murid baru ya? Saya Ndreas”kenalan Ndreas “Hem, saya Ihut”katanya langsung sadar dan memegang tangan Ndreas. “Oh oke,, udah sadar ya,, hahha, heemm aku pergi dlu yah”katanya dan langsung meninggalkan mereka.
            “aku ketoilet dulu ya, kata Liana. Lianapu langsung pergi meninggalkan kiko. “Omg? Dia, dia bersekolah disini, astaga, aku gak boleh disini, aku harus pergi, dia tidak boleh melihat aku disini, aku harus bersembunyi”katanya dan langsung pergi. Mengingat dia belum bisa terbang dengan cepat, diapun langsung terjatuh.
            “Loh, kamu? Kamu kan pemain piano itu”kata Atino “Teman-teman liat, memang aku jodoh sama dia,, hahaha”panggil teman-temannya. Teman-temannyapun langsung mengahmpiri Atino yang berada dekat dengan Liana. Melihat Liana membuat Willy yang tak banyak bicara itu terkejut. “Kamu, kamu sekoah disini juga?”Tanya Atino, “Hem, iya aku murid baru disini” “Wah berati kamu ade kelas aku dong”kata Atino. Meskipun yang lagi berbincang-bincang adalah Liana dan Atino, tapi tetap saja pandangan Liana tak lepas dari wajah Willy.
            “Aku kekantin duluan ya. Kamu mau ikut ga tino?”kata Willy ke Atino. “Hem aku ke kantin dulu ya, kamu mau ikut ga? Biar aku Bantu terbang.”mintanya “Tidak usah”tolah Liana. Merekapun langsung pergi meninggalkan liana.
            “Aduh aku lebah yang bego yah, kenapa tadi aku tidak bilang makasih dengannya, lagi dan lagi aku menyesal”kata liana dalam hati.
            Tepat jam dua siang, dimana para lebah remaja pulang dari aktifitas sekolah mereka.
            ****
            Tepat jam tiga dimana cun’laypun selalu ngumpul di taman, seperti biasa Liana memainkan pianonya, Ichut yang ketemuan dengan ndreas, kiki yang lagi pdkt dengan lebah tampan di taman, dan Alino yang selalu membaca dan belajar dengan giat.
            “Kamu mau kemana?”Tanya Alino, “Aku mau kesana bentar”kata liana dan langsung terbang ke arah selatan.
            “Itu kan Willy,”kata Liana, “Aduh ngapain sih aku disini, hemm, dia keredn juga, jadi dia selalu membaca disini, seandainya aku bisa lebih dekat dengannya, tapi dai sangat cuek”katanya berbisik.
            Malu untuk menghampirinya membuta liana selalu berada dibelakang pohong dan memandang Willy dari kejauhan, takpernah liana melepas pandangannya. “Apa ini yang namanya cinta, aku gak pernah merasakan cinta, aku ga tau arti dari menyayangi”katanya sambil melihat sayapnya.
           
                                                                                    ***

            Setiap sore, tepat jam tiga, Liana selalu stay di balik pohon tersebut, dia tak punya keberanian untuk mengahampiri Willy dan bilang makasih kepadanya, dia hanya bisa menunggu, menunggu dan menunggu.
            Teman-temannya Lianapun ikut sedih, karena temenya hanya bisa memendam rasa cintanya, hingga akhirnya mereka berkerjasama untuk mendekatkan Liana dengan Willy.
           
                                                                                    ***

            “Hai ka willy”sapa Alino, “Aku boleh nanya sedikit gak sama kaka?”Tanya Ichut “Boleh”jawab Willy dengan singkat “Aku hanya mau nanya sama kaka, apa kaka punya rasa lebih dengan Liana?”tanyanya “Tidak”jawabnya singkat, “Kenapa kaka begitu cuek, apa kaka tidak tau, kalau setiap sore liana selalu memperhatikan kaka di taman, apa kaka gak tau, kalau Liana punya perasaan yang lebih dengan kaka?tanya kiko dengan nada yang keras. “Engga”jawabnya singkat lagi.
            Mendengar kata-kata dari Willy, membuat cun’lay sangat membencinya. Dan merekapun langsung pergi meninggalkan Willy.

                                                                                    ***
            Keesokan harinya, pas jam istirahat
            “Ka Willy, kaka sedang apa disini?”Tanya liana dengan wajah yang sangat terkejut, “Aku mau melihat kamu bermain piano, jadi aku tunggu kamu di taman sore ini di jam biasa”jawabnya dan langsung pergi. Detik demi detik berjalan, liana sangat terkejut, dia takut, rasa cintanya terlihat oleh Willy, dia mempersiapkan dirinya dengan baik, dia latihan bilang kata “trimakasih”. Hingga akhirnya di jam tiga tepat ditaman.
            “Ka Willy, kamu datang juga”senyum Liana “Kamu bisa main sekarang”katanya singkat. Lianapun langsung memainkan sebuah lagu yang sangat indah, dia mengeluarkan nada-nada yang indah. Willypun tak lepas memandang liana, seketika willy tersenyum, membuat liana semakin gerogi, hingga akhirnya mereka bermain piano bersama, setelah bermain piano, mereka pergi mencari madu bersama, mereka terbang bersama, tetapi tetap saja, liana tak mampu berkata trimakasih kepada willy. Tepat jam tujuh malam, liana pulang kerumahnya, lagi dan lagi dia menyesal tidak mengucapkan trimakasih. Mereka saling suka, trepi mereka malu untuk mengucapkannya.
           
                                                                                    ***

            Keesokan harinya, liana pergi sekolah tetapi, tidak adalagi willy disana, “Mungkin dia sakit”kata liana kepada teman-temannya. Dua hari hingga hamper seminggu liana tidak bertemu dengan willy, itu membuatnya sedih, dan kecewa, dai slalu menunggu di taman, di tempat biasa willy membaca.
            “Liana, apa kamu ingin bertemu dewngan Willy?”Tanya Alino, liana hanya teridam, dia takut kalau rasa sayangnya terlihat oleh teman-temannya. “Sudah kamu jangan malu, mari ikut aku,”ajak Alino dan Ichut. Merekapun langsung terbang kepohon yang besar letaknya agak jauh dari taman mereka.
            “Willy disana, cepat kamu kesana”kata Kiki sambilo memeluk Liana, dengan ragu tapi pasti liana terbang ke arah Willy.
            “Kak willy?”panggilnya lemas “Kamu kenapa kesini?”jawabnya “Aku hanya bingung kenapa kaka, tidak pernah muncul lagi disekolah dan di taman?”tanyanya khawatir, “Inilah keputusanku, aku akan pergi ke sekolah yang lebih tinggi, dan letaknya jauh dari sini, pergilah dan jangan pernah mencintaiku lagi, aku tau apa yang kamu rasakan, dan aku juga punya perasaan yang sama seperti kamu, tapi, kumohon pergilah.”minta Willy. Mendengar kata-kata itu, lianapun tak bisa menahan lagi, dai langsung mendekat dengan Willy dan langsung memeluknya.
            “Jangan pernah suruh aku ntuk pergi kak, karena aku gak mau.”jawabnya singkat. “Aku mau bilang ke kaka, trimakasih ka, dah nolong aku, trimakasih atas semuannya, aku lebah beruntung jika aku bisa memiliki kaka”katanya dengan tangan yang dingin.
            Mendengar pernyataan itu, membuat Willy membatalkan keinginan orang tuannya, sekarang merekapun bersama, mereka bermain piano bersama, mereka kekantin bersama. Dimulai dari sama-sama malu untuk menyatakan perasaan.
            Jangan pernah malu untuk mengatakan dan jangan pernah malu untuk menyatakan, krena jika kita terlalu malu, dia akan pergi dan terlepas dari genggaman kita.


                           Tamat

True love


Hak kita untuk mencintai seseorang, hak kita juga untuk dicintai seseorang. Hal menyakitkan di hidupku adalah saat aku mulai merasakan cinta. Karena disaat aku merasakan cinta yang kutakutkan adalah ketika orang itu pergi meninggalkanku, karena disetiap ada pertemuan disitu juga ada perpisahan. Inilah yang menyebabkanku tidak pernah mau merasakan cinta lagi.
Oh ya, nama ku adalah Cherin. Semenjak aku masuk SMA, aku hanya sibuk dengan belajar dan ingin mendapatkan beasiswa, tak pernah terpikir olehku untuk mencoba berapacaran, hingga teman-teman ku berkata kalau aku cewe yang aneh atau cewe yang gak laku.
Inilah kisahku…
“Kamu mau kemana,” Tanya Siska, “Hemm, aku mau ke lab, kamu gak ikut, kitakan harus latihan,” kataku. “Ya,, ampun, aku lupa, yaudah yu”.
Cher, kamu takut ga, kalau suatu saat nanti, ada seseorang yang bisa ngalahin kamu” “Engga, oleh sebab itu, aku selalu berjuan, supaya ga ada seorangpun yang dapat mengalahkanku” “Dasar, semoga aja benar,, hahaha”.
“Cherin, Siska, sedikit lagi kita akan mengadakan lomba dalam bentuk penelitian, dengan begitu kalian harus latihan dengan giat, dan bapak telah memasukan salah satu anggota, dia memang pintar dalam bentuk menghitung, tapi dia kurang dalam berbicara atau persentasi, jadi bapak butuh bantuan kalian oke.” “Sip, pak, tapi orangnya yang mana, apa dia murid baru disekolah ini?”Tanya Siska “Dia bukan murid baru, cuman dia baru gabung di komunitas ini” “Edrren, silahkan masuk”panggil bapak.
“Edrren, aku gak nyangka, kamu masuk komunitas ini, bukannya kamu dulu bilang, kalo ini sangat membosankan?”Tanya Siska “Itu dulu, tapi sekarang aku mau mencobanya, hahah” “Waw, assik, ada cowo disini, jadi aku gak bosen-bosen banget, hahahaa”
“Hemm, Sis, dia siapa sih, kok aku ga pernah melihatnya?”bisik aku “Aduh, dia Edrren, anak kelas 11 ipa 3” “Kok, aku ga pernah melihatnya ya?” “Yaiyalah, kamu itu sibuk dengan cita-cita kamu sebagai peneliti”.
“Hai, kamu Cherin kan, aku selalu denger kamu, dari temen-temenku”sapa Edrren “Oh, selamet ya, karena biasanya, orang-orang susah untuk bisa masuk kedalam komunitas ini, jadi kalau kamu udah ga kuat, aku akan dengan senang hati mengantarkan kamu, kepintu keluar”kataku dan langsung pergi untuk berlatih. “Adapa denganya? Apa dia memang jutek”Tanya Edrren “Engga sebenarnya dia baik, hanya saja, dia memang jutek kalau sama cowo” “Hahaaha, bisa gitu”, merekapun menertawakanku. “Apapun yang mereka katakan, aku ga  peduli, yang penting aku bisa jadi peneliti, dan aku harus mengikuti perlombaannya”
“Oh ya, anak-anak, bapa lupa ngasih tau kekalian, bapa hanya akan mengambil dua anak, untuk peneliti, dan satu anak hanya untuk cadangan”jelas pak guru “Jadi, hanya ada dua anak pa? kalau gitu aku akan berusaha untuk ikut.”kata Edrren “Bapa suka dengan semangatmu Drren” “Makasih pak”
Waktu demi waktu berlalu, yang kulakukan hanya berlatih, berlatih dan berlatih, bahkan aku sampai pulang jam 9 malam, sama halnya dengan Edrren dan Siska, mereka juga minat dalam meneliti, jadinya sainganku semakin banyak, tapi aku gak boleh kalah, aku harus jadi pemenang.
“Cherin, kamu gak pulang?”Tanya Siska “Sedikit lagi, aku lagi beresin alat-alatnya” “Yaudah, aku tungguin”.
Setelah itu kami langsung turun ke lantai dasar. “Aku udah dijemput, aku duluan ya”kata Siska. “Dah, hati-hati ya”kataku dan langsung pulang.
“Tunggu, kamu naik apa?”Tanya Edrren “Naik apa aja itu bukan urusan kamu,”Bentak saya “Aku bawa mobil, sebaiknya kamu ikut aku, dari pada kamu jalan sendiri, udah malem”ajak Edreen “Engga, makasih”Bentak saya dan langsung jalan “Yaudah tapi kalau kamu kenapa-napa jangan salahin aku, lagian, kalau kamu kena bahaya, aku sama Siska bisa jadi peneliti, asik, hati-hati ya”ledek Edrren, mendengar kata-kata itu, aku langsung menghentikan langkahku, dan menatap jalanan yang sangat sepi dan gelap. “Oke, tapi langsung bawa aku pulang” “Nah gitu dong, senyum dikit dong, hahha” “Isss, nyebelin dasar”kataku dan langsung pergi masuk kedalam rumah.

                                                ***
          “Pagi semua”sapa Edreen “Hai, Edreen, kayaknya sekarang seneng banget, kenapa?”Tanya Siska “Hah, enggak, kemarin aku baru aja mengantar cewe yang paling galak pulang kerumahnya, hahahaha”jawab Edreen dan langsung menhampiriku. “Kemarin bisa tidurkan?”ledek Edreen dan langsung mencubit pipiku. “Jadi kemarin, kamu di antar pulang sama Edreen, tapi kenapa kamu mau pulang sama dia, biasanya kamu gak mau pulang bareng siapapun termaksud aku sahabatmu, tapi kenapa kamu mau pulang sama dia?”Tanya Siska.
Akupun tak bisa menjawab pertanyaannya, tetapi yang ku tau, tatapan mata Siska adalah tatapan mata orang yang sangat cemburu. “Apa kamu suka sama Edreen?”Tanyaku pelan “Kalau iya kenapa, aku sayang sama dia, oleh sebab itu, kalau kamu mau kita tetap jadi sahabat, please, jauhin Edreen”jawabnya dan langsung menghampiri Edreen. “Huh untung aku ga suka sama Edreen, jadi aku gak akan nyakitin perasaan sahabat aku sendiri”kataku dalam hati sambil meminum segelas air. “Cherin, jangan diminum”terika Edreen dan langsung mengambil gelas dari tanganku dan membuangnya. “Kamu, belum minum itu kan?”Tanya Edreen “Belum ko, emang kenapa?”Tanyaku balik “Iss, katanya peneliti, tapi itu doang gak tau, itu cairan beracun” “Ya ampun, makasih ya” “Yaudah, tapi lainkali, hati-hati ya”kata Edreen dan langsung mengelap tanganku yang terkena cairan tersebut.
          “Siska, kamu ngapain disini sendirian?”Tanya Edreen “Engga, kamu ngapain, apa peduli kamu denganku, kalau aku yang meminum cairan itu, apa kamu akan teriak seperti itu, apa kamu akan mengelap tanganku yang basah, apa kamu, akan khawatir?”Tanya Siska “Waw, itu adalah pertanyaan yang sangat banyak, hahaha”ledek Edreen “Please jawab, aku serius, apa kamu suka sama Cherin?” “Apa itu harus dijawab?” “Tentu, kamu harus jawab, apa kamu tau, kalau aku, aku cemburu melihuat kamu dengannya, aku gak suka, aku sayang sama kamu dari kita smp, apa kamu lupa?”teriak Siska sambil menahan air matanya jatuh “Kamu serius? Apa kamu ga bercanda dengan perkataanmu?” “Please, kamu jawab saja pertanyaanku”mohon Siska “Engga, aku, aku ga suka sama Cherin, aku hanya ingin menjadi temannya saja, hanya itu, jangan nangis lagi ya”jawab Edreen dan langsung memeluk Siska.
          Itulah perbincangan yang kudengar, seharusnya aku senang karena Edreen gak suka sama aku, tapi aku gak tau, inilah yang kurasakan, hanya diam yang bisa kulakukan, semenjak mendengar kata-kata itu, aku jadi murung lagi, lagi dan lagi aku merasakan sakitnya rasa cinta, aku melakukan semuannya sendiri, aku menjauh dari Edreen dan Siska.
          “Cherin, mau sampai kapan kamu meneliti zat itu?”teriak Edreen “Siska apa kamu tau, ada apa dengan Cherin kenapa dia jadi cuek gitu?”Tanya Edreen “Entah”Jawabnya singkat dan memeluk Edreen.
                                               
                                                ***
          Tepat jam 9 malam, kami pulang kerumah kami masing-masing.
          “Hallo ma, aku ga usah dijemput, aku mau bareng pacar baru aku, oke, bye mama”kata Siska via telpon.
          “Pacar, jadi mereka udah pacaran, aku harus kuat, karena bagaimanapun dia adalah sahabatku, dan aku gak boleh cemburu sama sahabat sendiri”kataku dalam hati. “Siska, kamu kenapa sih ga pulang sama mama kamu aja?” “Buat apa, selama aku masih punya kamu?” “Tapi bagaimana dengan Cherin, sekarang udah malam, dia pulang sama siapa?”khawatir Edreen “Kamu bisa pulang sendirikan?”kata Siska “Hah, tentu, aku bisa ko”jawabku “Tapi sekarang udah malam, kamu bareng sama aku aja, Siska bisa dijemput.” “Loh, enak aja, aku bareng kamu Edreen, aku ga dijemput” “Udah tenang aja, aku bisa jalan”kataku, dan langsung pergi.
          Dalam perjalanan, Siska dan Edreenpun menyusulku dengan mobil merah Edreen, dan Siska membuka kacanya sambil mengucapkan selamat tinggal. Siska sangat bahagia, dia tersenyum dan tertawa, aku berharap dia bisa seperti ini terus.
          “Oke, setelah bapak liat hasil kerja kalian, bapak memutuskan yang ikut lomba penelitian adalah Adreen dan Siska”tegas bapak, yang kulihat Siska sangat bahagia, dia tertawa sampai memeluk Adreen.
          “Tapi pak, bagaimana dengan saya? Saya selalu berlatih, saya berharap bisa mengikuti lomba ini”kecewa saya “Maafkan bapak, tapi ini keputusan yayasan, yayasan yang memerintah bapak, tapi kamu bisa menjadi cadangan”. Keputusan itu membuatku down, dan aku memutuskan untuk pulang kerumah, dan beristirahat.
         
                                                ***

          “Cherin,,, Cherin,,” “Iya ada apa?” “Cherinnya ada mbak?” “Ada silahkan masuk, kamu tunggu disini ya, biar saya panggilkan”
          Beberapa saat menunggu.
          “Edrren.. kamu sedang apa disini?” “Berkunjung, ga boleh?”Tanya Edreen “Kalau kamu datang kesini hanya untuk meledekku sebaiknya kamu pulang aja”usir saya “Iss, pede banget sih, aku cuman mau berkunjung” “Tapi aku ga mau dikunjungin sama pacar sahabat saya, aku takut Siska cemburu” “Ihh, emang yang gossip cepat beredar” “Jadi kalian beneran pacaran?”Tanyaku “Emang kenapa? Kamu cemburu?” “Enak aja, ngapain aku cemburu”kataku sambil menundukan kepala “Haahahah, aku ga pacaran sama dia, karena aku gak sayang sama dia, aku cuman suka sama satu orang, tapi dia cuek banget, tapi itulah kelebihannya, aku cinta mati sama dia, dia adalah gadis yang ingin menjadi peneliti, dia adalah gadis yang selalu menundukan kepalanya jika dia sedang malu”jelas Edreen “Maksud kamu?” “Kamulah gadisnya, please jangan tolak aku, karena aku tahu kamu juga sayang sama aku, aku akan berusaha untuk mendapatkanmu” “Maaf, tapi aku gak suka sama kamu, cewe yang tepat itu bukan aku”jelasku dan langsung mengusirnya. “Itulah keputusanku, dan aku gak akan pernah menyesal”kataku dalam hati.
                                                ***
          “Hai Edreen, kamu ngapain disini?”Tanya Siska, “Ah enggak, Cherin belum datang?” “Oh, dia kayaknya telat, tumben nyariin dia, kenapa?” “Ah enggak, aku cuman mau bilang, kalau ada latihan buat lomba” “Aduh kamu lupa, diakan gak kepilih ukntuk ikut lomba” “Oh, tapi diakan juga harus latihan buat cadangan” “Oh iya, aku lupa”
          “Hai Cherin”sapa Siska sambil tertawa dengan Edreen “Hai”sapaku singkat dan langsung masuk. “Cherin,”Panggil Edreen, akupun menghentikan langkahku “Enggak, aku cuman mau bilang, aku akan tetap menunggu”teriak Edreen. Mendengarnya membuatku seneng, tapi aku juga harus memikirkan Siska.
         
                                                ***
          Tepat jam makan siang
          “Siska, kamu tidak makan?”tanyaku “Hah, enggak, aku gak lapar” “Loh, yaudah aku makan duluan ya” “Tunggu, bentar”panggil Siska
          “Kenapa?”tanyaku “Apa kita sahabat?” “Loh, kok kamu berkata seperti itu, kita sahabatlah”jawabku “Mungkin aku gak tau apa yang dimaksud dengan perkataan edreen yang berkata kalau dia akan tetap menunggu, cuman aku hanya ingin kamu tau, kalau aku sayang sama Edreen, please untuk sekali aja relakan dia untukku, aku tau kamu gak suka dengan Edreen, aku tau kamu benci sama dia, please Cherin, aku janji, aku gak akan meminta apapun lagi sama kamu, tapi tolong ini saja”jelasnya
          “Itu kalimat terpanjang yang pernah kamu keluarkan” “Aku serius Cherin” “Siska, kalau kamu sayang sama dia, kejarlah dia, samperin dia dan bilang ke dia kalau kamu sayang sama dia” “Jadi kamu gak suka sama dia?”tanyanya Akupun langsung pergi, dan tidak menjawab pertanyaanya.
          Akihirnya, Siskapun berusaha untuk dekat dengan Edreen, banyak cara dia lakuin, setiap hari dia selalu membuat Edreen tertawa, bahagia. Tapi aku, aku hanya bisa membuat Edreen marah, benci, kesel, tapi aku sengaja melakukan itu, karena aku cuman mau membuatnya bahagia bersama Siska.

                                                ***
          “Cherin..”Panggil Edreen, akupun hanya bisa terdiam “Hey, kamu kenapa? Aku udah jarang melihat kamu di lab?”tanyanya “Kamu, kenapa kamu disini? Mana Siska?”tanyaku “Aku gak tau dia dimana”jawabnya singkat “Kok kamu gitu, kapan sih kamu sadar kalau Siska suka sama kamu? Dia selalu berusaha untuk mendapatkan mu, tapi kenapa kamu malah cuek sama orang yang bisa mencintai kamu dengan tulus”bentakku.
          “Buat apa kamu berkata seperti ini, tapi kamu sendiri juga cuek sama orang yang mencintai kamu dengan tulus?”tanyanya dengan nada yang keras “Siapa? Gak ada seorangpun yang dapat mencintaiku dengan tulus, mereka semua selalu memandangku sebelah mata” “Bagaimana denganku? Asal kamu tau, aku selalu menunggumu datang padaku, tapi kamu malah cuek sama aku, kamu malah pergi dariku” “Maaf, tapi aku pikir kamu hanya bercanda kalau kamu suka sama aku” “Aku, gak pernah bercanda dalam hubungan, ini pertama kalinya aku mencintai seseorang, dan orang itu kamu, tapi kamu malah menjauh dariku”
          “Cherin, Edreen, jadi kalian?”kata Siska dan langsung menghampiri kami “Edreen, jadi kamu, kamu suka sama Cherin, tapi aku pikir selama ini kamu suka sama aku, tapi kenapa kamu gak pernah bilang ke aku”jelas Siska dengan suaranya yang pelan
          “Maaf Siska, aku hanya gak mau membuat kamu terluka”jawab Edreen “Jadi kamu, suka sama Cherin, jadi aku hanya wanita yang menunggu cinta seseorang yang juga menunggu cinta orang lain”kata Siska sambil menahan air matanya.
          “Siska maafin aku, please, aku akan mengganti semuannya”kata Edreem “Bukan itu yang ku mau, kapan kamu ngerti Edreen, kalau aku suka sama kamu, bukan uang yang ku mau, tapi cinta dan tulusmu” “Maaf”jelasku “Enggak, aku bisa terima ini semua, sekarang aku bisa ngerti arti cinta, aku gak akan membeli cinta orang lain”jelasnya dan langsung memelukku “Cherin, Edreen, jangan pernah kalian putus, tanpa ijinku” .
                            

Pengaharapan yang tidak sia-sia,,,


Suatu hari di rumah yang sangat kecil.. tinggalah seorang anak yang bernama jesiska. Dia memiliki keterbelakangan mental, cacat, sehingga orang-orang atau teman-temannya selalu memandang dia sebelah mata dan tidak ada yang mau mendekati atau bermain dengannya. Bahkan sampai ibunya sendiripun slalu berkata “kamu tidak mungkin bisa mewujudkan cita-cita mu, kita hanya orang miskin.”
Di pagi yang cerah ibunya menyuruh dia untuk membeli sebuah garam, diapun  langsung pergi dengan bantuan kayu tinggi untuk dia berjalan. Setiap dia melangakah semua orang memperhatikannya menatapnya dengan tatapan menghakimi.
“pasti dia pernah berbuat dosa. Ataupun keluarganya adalah keluarga hancur. Makanya dia jadi cacat” kata seorang ibu yang berbicara kecil dengan temenya. Mendengar kata-kata itu membuat hati dia perih. Dia hanya dapat berkata dengan hati kecilnya, dia hanya bisa berbicara dengan hatinya, karena hanya hati kecilnya yang mau mendengarkan dia.

                                      ***
“Ini bu garamnya”sambil menunduk,
“ada apa dengan kamu nak, apa ada yang salah tadi?”Tanya dengan nada yang sangat halus. “tidak bu”jawabnya singkat dan langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya. “Aku sayang anak itu, hanya aku tidak mau dia memiliki mimpi yang tinggi, karena aku takut dia jatuh.”

                                      ***
“Tuhan Yesus, sekarang aku sangat lapar, tapi aku ga mau makanan aku mau Engkau memberikan makanan kepada teman-teman ku yang kelaparan. Tuhan sekarang aku sakit tapi bukan kesembuhan yang kuinginkan tapi lepaskanlah beban dan sembuhkanlah penyakit-penyakit yang diderita teman-teman ku. Tuhan Yesus aku percaya bahkan aku terlalu percaya akan semua janji-janji Mu, aku percaya suatu saat nanti aku akan menerima semua janji-janji Mu, aku percaya suatu saat nanti aku dan semua orang di dunia ini aka tersenyum karna kasihMu.”setelah ia berdoa ia piun langsung menutup matanya sambil tersenyum karna ia percaya hari esok adalah hari diamana ia akan tersenyum.

                                      ***

“Ibu, apa ibu tahu aku sangat ingin seperti perempuan itu, dia baik dan cantik dia seorang penulis handal. Apa ibu ingin melihatku seperti dia?”tanyanya sambil tersenyum. “tentu ibu ingin tapi apa harus seperti perempuan itu?”jawabnya “Tentu bu, aku ingin menjadi penulis yang handal, mungkin aku tahu bu, itu sangata tidak mungkin seorang jesica dapat menjadi penulis, aku tahu apa yang ingin ibu katakan padaku, ibu pasti akan berkata kita hanya seorang miskin yang tiodak mungkin naik itukan yang ingin ibu katakan”jawabnya dengan rasa bersalah karena ia sudah membentakl ibunya. Sang ibu hanya terdiam dengan wajah yang sedih.
“Ibu, maafkan aku bu, aku tidak bermaksud membuat ibu marah, aku hanya ingin ibu tahu suatu saat nanti kita akan naik, tidak selamanya kita jatuh, bu, kita punya Tuhan yang hidup, Yesus yang kita sembah bukan patung atau matahari tetapi Yesus yang kita sembah yaitu Yesus yang adil, Dia tidak akan pernah mau melihat anak-anaknya selalu menangis, percayalah bu”katanya sambil meneteskan air matanya.
“Tapi tidak untuk sekarang nak, mungkin sekarang Yesus sangat marah sama ibu, oleh sebab itu ibu selalu mendapatkan masalah dan cobaan yang tidak ada ujungnya”jawabnya denga malu. “Aku tidak akan bertanya pada ibu apa yang ibu buat sebelum ibu melahirkan aku, tetapi aku cuman mau bertanya sama ibu darimana ibu tahu bahwaYesus marah sama ibu? jangan pernah malu untuk datang dan bersekutu dengan Yesus karena Yesus akan mengampuni kesalahan kita jika kita mau datang kepada Yesus.”
Tiba-tiba keadaan di ruang keluarga itu menjadi sunyi tak terdengar satu katapun, hingga akhirnya sang ibu meningglakan anaknya di tengah-tengah kesunyian.

Percobaan adalah awal dari rencana Tuhan yang indah,,
Asalkan kita tetap menaruh harapan padaNya,,
Tidak akan selamanya kita menangis,, tidak akan selamnya kita jatuh karena
Yesus berserta kita…
Amien. J



Setelah kejadian itu, sang ibu hanya bisa merenung, memikirkan kata-kata yang terucap dari bibir sang ananknya, dia terdiam dan dia mulai mencoba untuk berdoa, dia sangat ingion berdoa tapi yang ada di pikirannya hanya pikiran-pikiran roh iblis, dia takut Tuhan marah. Hingga diapun memutuskan untuk tidak berdoa.
Sementara itu Jesika selalu berlatih, dia berlatih nulis, dia berlatih membaca, dia berlati beolajar bahsa inggris, dia berlatih berpikir, dia selalu berlatih. “Saya punya Tuhan yang adil, Tuhan yang kaya, saya yakin Tuhan akan membatu saya” katanya sambil memegang kalung salib yang tidak pernah lepas dari lehernya.
“Apa yang sedang kamu lakukan?”Tanya sang ibu. “Tidak bu, saya hanya berlatih”jawabnya singkat, “Berlatih? Untuk apa?”tanyanya sambil mengangkat salaoh satu alisnya. “Saya berlatih untuk menggapai mimpi yang sudah di sediakan oleh Tuhan Yesus untuk aku”jawabnya meyakinkan. “Kenapa kamu sungguh percaya olehNya?”Tanya sang ibu, lalu keadaan mulai sepi. “Kenapa kamu terlalu percaya kepadaNya, apa kamu tidak bisa melihat tangan kerja Tuhan melalu hidup ibu, kamu tahu, ibu selalu setia kepadaNya, ibu tidak pernah ada niat sedikitpun untuk meniggalkanNya, dari kecil sampai sekarang ibu selalu menjadi orang Kristen, tapi apa tidak ada satupun mujizat yang di berikan kepada ibu. Kenapa kamu kmasih percaya kepadanya?”tanyanya dengan tatapan menantang. Jesika hanya terdiam “Kamu ga bisa jawab”benatk sang ibu “Buat apa aku jawab bu, ibu mau tidak percaya. Itu pilihan ibu, ibu mau percaya itupun pilihan ibu. Aku ga percaya kalo Tuhan tidak pernah memberikan mujizat pada ibu. Ibu bisa bernafas sampai sekarang itu sudah salah satu mujizat, ibu bisa berjalan, itu juga salah satu mujizat, aku sedih karena ibu tidak bisa melihat itu, yang ibu lihat hanya pengalaman pahit ibu, yang ibu ingat hanya dendam, sampai-sampai ibu tidak sadar kalo tangan Tuhan sudah bekerja di dalam hidup ibu”jawabnya sambil menahan air mata.
“Aku ingin ke toko bu, aku mau beli mie instant unuk kita makan siang”kata Jesika. Lalu dia pun pergi denagn bantuan kayu panjang untuk dia berjalan.

                             ***

“Jesika, kamu mau membeli apa?”Tanya pak toko dengan ramah, “Saya ingin membeli dua bungkus mie instant”jawabnya “Oh, hampir setiap hari kamu kesini, dan kamu hanya membeli mie instant, tidak baik kalo kamu harus makan itu terus”sarannya “Tidak apa-apa pak, hanya itu yang dapat saya beli”jawabnya sambil tersenyum. “bapak ada 2 buah ikan, jika kamu mau, ambilah”sang bapakpun menawarkan. “Terimakasih pa, bapak sungguh baik, tapi saya yakin bapak dan keluarga bapak lebih membutuhkannya” “Ambilah”paksa sang bapak “Tidak pak saya tidak enak”jawabnya sambil menunduk. “Ikan ini pemberian dari Tuhan Yesus, jqaid ambilah”kata sang bapak toko.
Lalu Jesikapun terdiam dan tersenyum sambil menangis. “Terimakasih pak, Tuhan Yesus memberkati bapak dan keluarga sekarang, besok, dan selamanya” “Amin, terimakasih Jesiska”jawabnya sambil tersenyum.
“Jesika, kamu adalah anak yang kuat, kamua beda seperti anak-anak yang lain, kamu tidak malu dengan keadaanmu, kamu sopan, kamu dewasa”puji sang pak toko. “Pak, bapak tahu, aku ini hanya seorang gadis lemah, aku tidak mungkin kuat tanpa Yesus di sampingku, aku hany noda kecil yang bisa terhapus, tapi aku yankin Tuhan tidak akn menghapus aku, aku seperti ranting yang akan putus dari pohon tapi aku yakin Tuhan Yesus tidak mematahkanku, dan aku hanya seperti sebuah lilin yang akan padam, tapi aku yakinTuhan Yesus tidak akan meredupkanku”jawanya dengan tatapan yang tajam.
“Sungguh besar imanmu, jangan pernah patahkan imanmu nak”jawabnya terheran. Lalu Jesikapun pulang kerumah nya sambil tersenyum.
“Bapak percaya suatu saat nanti, kamu akan menjadi anak yang sukses, kesedihanmu, tangisanmu, kekhwatiranmu, akan di ganti oleh Tuhan dengan seyuman, kebahagiaan. Hingga suatu saat nanti kamu akan menjadi majikan”Amin.

                             ***

“Ibu, aku ada dua buah ikan”kata Jesika “Dari mana kamu menddapatkan ikan itu, apa kamu kerja atau kamua mengemis?tanyannya “Tidak ibu, ini semua Tuhan yang beri secara gratis.” ‘Bagaimana bisa?”tanyannya dengan ragu. “Tuhan yang memberikan ikan ini melalui pak toko bu.”jawabnya sambil tersenyum.
“Maafkan ibu nak, maaf kalo ibu selalu membentak kamu.”katanya sambil merunduk, “buat apa ibu minta maaf dengan aku, sebaiknya ibu minta maaf dengan Tuhan”. Sang ibu pun terdiam.
Berikan ikan itu biar ibu memasaknya. Alalu ibupun pergi kedapur dengan terburu-buru. “Aku tahu bu, pasti ibu ingin minta maaf, tapi hanya ibu terlalu malu. Makasih Tuhan”katanya sambil tersenyum.

                             ***

“Mari makan”kata sang ibu. “Ibu kita harus berdoa dulu” “Tapi ibu sudah terlanjur lapar jadi kamu saja yang berdoa”kata ibu sambil mengambil ikan. “Yasudah aku akan berdoa.”
“Allah Bapa yang Bertahta di Dalam Kerajaan Sorga, trimaksih Yesus atas makanan yang tuhan berikan kepada kami, Tuhan beikan makanan juga kepada teman-temanku yang belum mendapatkan makanan, berilah mereka makanan seperti Engkau memberikan kami makanan. Trimakasih Tuhan atas segala yang Kau berikan kepada kami, terpujilah namaMu yang kudus Haleluya Amin”setelah berdoa Jesikapun langsung makan dengan lahap.
“Sungguh baik anak ini, seharusnya aku malu, karena aku tidak berdoa.”kata ibu dalam hati.
Lalu merekapun makan sambil bercerita dan tertawa.
 
                             ***

“Ibu aku mau main keluar dulu ya bu, sore-sore gini, enaknya diluar, ibu mau ikut?”ajak Jesika. “Ibu mau beres-beres rumah”jawabnya. “Baiklah, aku keluar dulu ya bu”. Lalu Jesikapun keluar  

                             ***

“De main sama kakak yu, mau tidak?”ajaknya “Baikka, tapi kaka tidak bisa lari?” “Oh, bagaimana kalo kita main bekel aja?”tanyanya sambil tersenyum “Oke”. Lalu merekapun bermain.
“Eh Jesika, tante boleh bertanya tidak?”kata salah satu tetangganya, “Tentu boleh, tante mau bertanya apa?”jawabnya “Kenapa kamu cacat?”tanyanya. “Ini karena rencana Tuhan”jawabnya singkat “Maaf-maaf ya, tapi tante punya saudara yang cantik lebih cantik dari pada kamu, dia juga pintar tapi sayanag di cacat dan kamu tahu, sekarang dia menjadi anaka yang jelek karena dia tidak piunya apa-apa, dia hancur, dia tidak bisa menggapai mimpinya, dan sekarang dia sudah meninggal karena bunuh diri, padahal dia anak dari keluarga yang kaya”kata tetangganya “Kamu pasti akan menjadi sama seperti dia, kamu cacat gimana akamu bisa menggapai cita-cita kamu.”kata tetangganya sambil menghakimi.
Mendengar keributan itu, sang ibu keluar, tetapi sang ibu tidak berani keluar rumah, sang ibu hanya melihat anaknya dari jendela, sambil berharap sesuatu tidak terjadi padanya.
“Sabar aja ya jadi orang”kata tetangganya, “Tante, aku tahu aku cacat, dan aku tahu aku cacat karena rencana Tuhan, aku tahu rencana Tuhan itu damai dan sejahterah, meski aku cacat tapi aku yakin tuhan tidak pernah meninggalkanku dan aku yakin suatu hari nanti aku dapat menggapai mimpiku yang sudah disiapakan oleh Tuhan. Dan tante perlu ingat aku beda dengan saudara tante, aku yakin saudara tante yang cantik itu bisa menggapai mimpinya tapi sayang dia bodoh karena dia bunuh diri, dan tante perlu tahu aku lebih kaya dari pada saudara tante, karena aku adalah anak raja, aku punya kerajaan”jawabnya tegas. “Jangan ngarang kamu”remeh tante “Saya tidak mengarang, saya punya kerajaan tapi kerajaan saya bukan di bumi ini, kerajaan saya ada di sorga. Yesus Kritus adalah Bapak saya, Dialah pemilik dari kerajaan sorga, dan kami umat yang percaya padaNya adalah anak-anakNya, jadi kami adalah anak Yesus dan kami juga pemilik kerajaan sorga. Ngerti?”jawabnya sangat tegas. “Dan tante juga harus tahu, Tuhan Yesus adalah Tuhan yang menulis scenario hidupku, Dia yang menulis perjalanan hidupku, aku percaya, aku punya Allah yang baik jadi hidupkupun juga akan mengalami happy ending.”tambahnya dengan wajah yang meyakinkan.
Setelah itu sang tante langsung pergi sambil membawa anaknya yang sedang bermain dengan Jesika. Mendengar kata-kata yang terucap dari bibir anaknya, membuat sang ibu terdiam. “Yesus engkau sungguh baik”kata sang ibu di dalama hatinya.

                             ***
(Keesokan harinya, tepat di jam 09.00)
“Jesika bangun ada tamu diluar”teriak sang ibu. Lalu Jesikapun bangun dan langsung membersihkan wajahnya. “Wah Jesika, kamu baru bangun?”Tanya pak Budi. “Loh bapak, sedang apa bapak kesini?”tanyanya ramah “Bapak hanya mau bermain saja” “Oh ya bu, ini pak Budi dia yang memberikan kita ikan”jelasnya “Oh jadi ini, wah trimakasih banyak Tuhan Yesus memberkati”jawab sang ibu dengan bahagian. Mendengar kata-kata dari sang ibu membuat Jesika terkejut karena ibunya sudah berani mengucapkan kata-kata yang memberkati orang lain.
“Ini buku apa? Menunggu kamu bangun saya membaca buku ini”tanyannya sambil memegang buku tersebut “Aduh bapak sudah terlanjur membacanya ya, maaf kalo tulisannya jelek, itu buku tulisan saya, saya lagi menulis sebuah novel yang berjudul Kasih Yesus kepada anakNya”jawabnya dengan malu.
“Ini sangat bagus, bolehkah buat bapak?”minta sang bapak “Tentu boleh, jika bapak mau” “Trimakasih kamu memang anak yang baik, bapak ijin pulang ya, bapak mau dagang dulu”ijin sang bapak sambil menaru buku tersebut kedalam kantung plastic.
          Setelah tiba dirumah, pak Budipun meneruskan membaca novel yang dibuat oleh Jesika, sehingga di siang hari salah satu saudara pak Budi datang. Mereka mengobrol sangat asik, hingga pada saatnya saudara pak Budi yang lebetulan pemilik dari suatu majalah, lalu iapun melihat buku yang sedang terbuka di meja tamu.
          “Apa ini Budi?”Tanyanya “Oh ini, ini adalah buku yang dibuat oleh tetangga saya yang bernama Jesika”jawabnya sambil tersenyum. “Boleh saya baca?” “Tentu”.
          Lalu saudara pak Budipun membaca buku tersebut, sambil menahan air mata. “Boleh buku ini saya bawa?”mintanya sambil berharap “Apa yang akan anda lakukan dengan buku tersebut?”tanyannya “Saya akan mengorbitkan buku ini, tapi saya akan mengadakan kontrak pada penulis dari buku ini, bolehkah saya bertemu dengan penulisnya?”mintanya. “Wow itu ide yang bagus, kamu tidak akan menyesal dengan pilihanmu untuk mengporbitkan buku tersebut”jawabnya dengan nada yang meyakinkan.

                                      ***
         
          “Permisi… permisi”panggil pak Budi, lalu Jesikapun keluar dengan wajah bahagia. “Bapak, ada apa?”tanyanya “Saudara saya ingin bertemu dengan anda”jawabnya “Iniloh penulisnya dia yang nulis novel tersebut”kata pak Budi. Melihat keadaan Jesika membuat saudara pak Budi ragu. “Jangan pandang dia sebelah mata”katak pak Budi “Sebenarnya ada apa ya?”Tanya Jesika dengan wajah bingung. “Boleh kami masuk?”Tanya saudara pak Budi, “Oh maaf, silahkan”.
          “Jadi benar kamu yang menulis novel ini?”tanyanya “Iya pak saya yang menulisnya”jawabnya dengan takut “Bolehkah saya ijin dengan kamu?”mintanya “Ijin untuk apa?”tanyanya dengan nada yang pelan “Saya inigin sekali mengorbitkan buku ini” “Bapak serius?bapak tidak sedang bercandakan”tanyaanya kaget “Tentu saya tidak bercanda”jawabnya meyakinkan.
          “Ibu.. ibu kesini”teriak Jesika, “Ada apa nak?”tanyanya “Ibu novel saya, novel saya akan di orbitkan bu”kata Jesika sambil menangis dan langsung memeluk sang ibu. “Ibu, Tuhan sungguh baik, aku tahu dia pasti sudah menyiapkan rancangan yang indah bu, dan kita hampir bertemu dengan rancangan Tuhan bu”kata Jesika dengan tangis bahagianya. “Apa kamu serius?”Tanya sang ibu kepada saudara pak Budi.
          “Tentu saja tante, novel ini akan diketik dan di edit oleh editor kami, lalu kami akan mengorbitkannya”jelas saudara pak Budi. “Trimakasih, engkau sungguh baik, aku percaya Tuhan Yesus akan membalas semua kebaikanmu”kata sang ibu sambil menangis.
                                     
***  

          Hari pertama setelah novel itu diterbitakan sudah banyak yanag membeli. Hari demi hari novel tersebut terjual dengan laris, banyak orang yang mengincar novel tersebut, hari demi hari juga uang terus mengalir ke kantong keluarga Jesika.
          Setelah dari kejadian itu, Jesika menjadi orang yang sibuk dia selalu menghabiskan waktunya dengan menulis, tetapi dia juga tidak lupa dengan kebaikan Tuhan Yesus, dia selalu berdoa.
          Lalu dengan rasa trimakasih Jesika, diapun membangun suatu rumah persinggahan untuk orang-orang yang tidak mampu, dengan makanan yang gratis untuk mereka, dan Jesikapun membuat suatu sekolah untuk rakyat yang ingin belajar. Sekarang diapun sudah sangat kaya, hampir semua orang mengenalnya, sampai-sampai tetangganyapun yang pernah mengejeknya meminta maaf dan selalu menceritakan dia kepada teman-temannya “Tangan Tuhan Yesus sungguh berkerja di hidup gadis itu”kata tetangganya kepada teman-temannya.
         
                                      ***

          “Ibu, sekarang kita menjadi orang yang sukse, Tuhan sudah menggenapi janjiNya, aku tahu bu, Dia tidak akan pernah tega melihat anak-anakNya selalu menangis.”katanya sambil tersnyum. “Mari kita berdoa”ajak sang ibu “Hah, ibu yakin?”remehnya “Kamu meremehkan ibu, setelah lama baru kali ini ibu berani untuk berdoa, jadi jangan menertawakan ibu” “Baik bu”

                                      ***

          “Tuhan Yesus, Tuhan yang kami sembah, trimakasih Bapa atas segalanya, ku tahu, Engkau tidak akan pernah meninggalkan kami sekeluarga, maafkan aku Bapa jika dulu aku pernah berbuat salah, aku tahu Engkau kecewa, tetapi seseorang selalu berkata kepada saya untuk jangan takut datang kepadaMu. Trimakasih Bapa atas segalanya, trimakasih karena Engkau sudah membantu kami, trimakasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami, trimakasih karena Engkau selalu memegang tangan kami, Engkaulah kekuatan kami Yesus.
          Ku sembah kau Yesus, takkan pernah ada niat yang tibul dari hati kami untuk berpaling dariMu, karena kami tahu, hanya Engkau Allah yang mampu menyelesaikan masalah kami. Trimakasih Bapa, terpujilah namaMU yang kudus. Haleluya Amin”doa mereka.
          “Aku sayang ibu”peluk sang anak.


The end

Rancangan Tuhan itu damai dan sejahterah.
Meskipun sekarang kita terluka, ataupun sekarang kita terjatuh,
Percayalah suatu saat nanti, kita akan menggapai kesuksesan yang telah disediakan Tuhan untuk kami anak-anakNya..
Tetaplah menaruh harapan padaNya, jangan pernah takut,
Karena ketakutan, kekecewaan dan keputusan bukan milik Yesus tetapi milik iblis…
Tetaplah percaya bahwa Yesus yang telah menjadi penulis scenario bagi hidup kami, karena Tuhan baik, jadi kitapun juga akan mengalami happy ending di hidup kita.
Jangan pernah ragu untuk melangkah bersama Yesus Kritus Bapa kami..
Jesus bless you. Sekarang, esok, dan selama-lamanya….
Amin J