awwa,, this is taecyeon,, 2pm

awwa,, this is taecyeon,, 2pm

Rabu, 30 November 2011

Kisah dua lebah,,


Pada hari yang cerah di sebuah taman yang ramai, yang penuh dengan banyak bunga yang indah. Datang seekor lebah bersama tiga temannya, salah satu lebah itu bernama liana, dan ke tiga temannya bernama kiko, ichut, dan alino… mereka berempat sudah bersahabat hamper setahun.
Setiap sore mereka selalu ke taman itu, dan setiap sore juga liana selalu bermain piano yang dibuat teman-temannya untuk liana. Nada yang indah dikeluarlan liana dari piano tersebut, hingga suatu hari datanglah seekor lebah laki-laki yang bernama willy bersama teman-temannya.
Dia bukan kategori lebah tampan, tetapi dia masuk kategori lebah yang baik dan lebah yang panjang.
Mendengar suara piano itu, salah satu teman dari Willy mengahampiri sumber suara piano trsebut, dengan syaap yang kecil mereka terbang kearah piano tersebut.
“Hai”kata atino salah satu lebah teman Willy, “Hemm,hai”bingung Liana. “Maaf ya kalau teman aku sudah buat kamu bingung”karta Willy sambil menarik Atino pergi. Merekapun langsung pergi meninggalkan Liana.
“Maaf kita terlambat, tadi kita melihat bungan yang indah, jadi kita terhenti sebentar, apa ada yang mengganggumu?”Tanya Alino “Hemm.. tidak”katanya singkat sambil melihat kea rah Willy. “Ayo-ayo dia siapa, dari tadi kamu melihat kerahnya terus?”kata kiko sambil meliriknya “Aduh Liana, jangan bilang dia lebah cowo yang kamu suka, jangan dia deh, dia ga keren dan tidak terkenal juga, sedangkan kamu, kamu cewe lebah berbakat.”kata ichut sambil memegan pundak liana.
“Ssst, ga boleh gitu, selama cowo itu dapat membuat liana seneng why not?”bela alino “Iss,, kalian ini kenapa si? Siapa coba yang suka sama dia”kesel liana. Mereka pun langsung bermain kembali.

                                                            ***
Keesokan harinya di jam yang sama.
“Auh”teriak kesakitan Liana. Liana tidak sengaja terkena kayu kecil tajam yang sedang dimainin anak-anak manusia. Lianapun langsung jatuh tidak kuat untuk terbang kembali. Mendengar ada yang teriak Willypun langsung datang menghampiri sumber teriakan tersebut.
“Kamu?”terkejut Willy. Lianapun hanya bisa berbaring. Willypun langsng menganggkat liana dan langsung pergi ke salah satu pohon yang besar yang ada di taman tersebut. Isi pohon itu adalah rumah sakit para lebah, dengan banyak dokter dan suster lebah.
“Dokter lebah, tolong teman saya, sayapnya robek dan dia tidak bisa terbanag”khawatir Willy, “Baiklah saya akan mengobatinya, tapi ini sangat sakit”kata sang dokter lebah. Lianapun langsung memberikan sayapnya kepada dokter. “Saya mau kamu liana menatap mata pria ini, supaya pikran kamu teralih dan kamu tidak akan merasakan sakitnya”Saran dokter lebah.
Dengan gugup liana menatap mata Willy, dan dengan gugup juga Willi menantap mata liana sambil memegang tangannya. tatapan yang sangat tajam dan menganut banyak arti, mereka seakan-akan sedang berbicara.
“Okeh, sudah selesai, tapi dia tidak bisa terbang sendirian”kata dokter lebah “Baik dok”. Merekapun langsung pergi, dan Willy menggandeng sebelah sayap liana.
“Biar aku antar kamu pulang”ajak Willy “Hemm, tidak usah, aku dapat pulang sendiri.”tolak liana “Apa kamu tidak mendengar kata dokter lebah tadi?”tanyanya
“Sudah kamu jangan bandel” merekapun langsung pulang .
sesampainnya di rumah liana, lianapun langsung masuk tanpa berkata apapun.

***
            “Ya ampun, apa yang ada di dalam pikiran ku, kenapa aku langsung masuk kerumah, kenapa aku tidak bilang terimakasih kepadanya, padahal dia sudah baik sama aku, tanpa dia mungkin aku sudah mati, aku menyesal, aku akan bilnag terimakasih dengannya.”katanya sambil mengehelus sayapnya.
                                                           
                                                                        ***
            “Liana… liana..”triak alino, “Ayolah cepat, ini hari pertama kita sekolah di SMA, jangan telat”triak Ichut “Gimana kalau kita masuk aja”ajak Kiko. Merekapun langsung masuk kedalam rumah Liana.
            “Liana kamu sekolah tidak, kok kamu tidak make seragam?”Tanya Ichut “Loh ada apa dengan sayapmu?”Tanya Alino “Ahh? Aku sekolah kok, aku sudah mandi tadi, aku siap-siap dulu ya.”kata Liana dan langsung masuk kedalam kamarnya.
            Setelah Liana ganti baju seragam merekapun langsung pergi kesekolah, nama sekolah mereka adalah Sekolah Internasional Lebah, dimana hanya lebah-lebah pintar yang dapat bersekolah disini.
            “Anak-anak, sekarang kita kedatang murid baru, pindahan dari sekolah Madu Lebah, sekarang kita panggil aja mereka ya.” “Liana, Ichut, Alino dan Kiko, silahkan masuk.”kata Bu Sencen lebah. Mereka berempatpun langsung masuk ke kelas yang sangat besar itu.
            “Silahkan perkenalkan nama kalian” “Hemm, kami adalah Cun’lay itu nama sahabat kami, kami terdiri dari Liana, saya Ichut, Kiko dan Alino, rumah kami di jalan taman bungan tak jauh dari sekolah ini, rumah kami bersebarangan, trimakasih.”Kata Ichut.
            “Wow.. oke sekarang kalian bisa duduk disana.”kata bu Sencen “Trimakasih bu”kompak Cun’lay. “Wah,, kompak sekali yah, yaudah, mari kita lanjutkan pelajaran kita”. Bel istirahatpun berbunyi.
            “Ayo jajan, pasti ada banyak madu segar disini”ajak Alino dan Ichut. Merekapun langsung terbang ke kantin sekolah ini, kantin yang sangat bersih dan besar, semuannya tertip.
            “Emm, maaf”kata Ndreas salah satu lebah laki-laki tertampan disekolah ini. Ichut hanya bisa terdiam sambil menatap wajah Ndreas. “Hai, maaf yah”ulang Ndreas. “Duh maaf ya, temen saya mang gini kalo dah ketemu lebah tampan. Hahaha”kata Alino, “Oh, hahaa, tidak apa-apa, heem kalian murid baru ya? Saya Ndreas”kenalan Ndreas “Hem, saya Ihut”katanya langsung sadar dan memegang tangan Ndreas. “Oh oke,, udah sadar ya,, hahha, heemm aku pergi dlu yah”katanya dan langsung meninggalkan mereka.
            “aku ketoilet dulu ya, kata Liana. Lianapu langsung pergi meninggalkan kiko. “Omg? Dia, dia bersekolah disini, astaga, aku gak boleh disini, aku harus pergi, dia tidak boleh melihat aku disini, aku harus bersembunyi”katanya dan langsung pergi. Mengingat dia belum bisa terbang dengan cepat, diapun langsung terjatuh.
            “Loh, kamu? Kamu kan pemain piano itu”kata Atino “Teman-teman liat, memang aku jodoh sama dia,, hahaha”panggil teman-temannya. Teman-temannyapun langsung mengahmpiri Atino yang berada dekat dengan Liana. Melihat Liana membuat Willy yang tak banyak bicara itu terkejut. “Kamu, kamu sekoah disini juga?”Tanya Atino, “Hem, iya aku murid baru disini” “Wah berati kamu ade kelas aku dong”kata Atino. Meskipun yang lagi berbincang-bincang adalah Liana dan Atino, tapi tetap saja pandangan Liana tak lepas dari wajah Willy.
            “Aku kekantin duluan ya. Kamu mau ikut ga tino?”kata Willy ke Atino. “Hem aku ke kantin dulu ya, kamu mau ikut ga? Biar aku Bantu terbang.”mintanya “Tidak usah”tolah Liana. Merekapun langsung pergi meninggalkan liana.
            “Aduh aku lebah yang bego yah, kenapa tadi aku tidak bilang makasih dengannya, lagi dan lagi aku menyesal”kata liana dalam hati.
            Tepat jam dua siang, dimana para lebah remaja pulang dari aktifitas sekolah mereka.
            ****
            Tepat jam tiga dimana cun’laypun selalu ngumpul di taman, seperti biasa Liana memainkan pianonya, Ichut yang ketemuan dengan ndreas, kiki yang lagi pdkt dengan lebah tampan di taman, dan Alino yang selalu membaca dan belajar dengan giat.
            “Kamu mau kemana?”Tanya Alino, “Aku mau kesana bentar”kata liana dan langsung terbang ke arah selatan.
            “Itu kan Willy,”kata Liana, “Aduh ngapain sih aku disini, hemm, dia keredn juga, jadi dia selalu membaca disini, seandainya aku bisa lebih dekat dengannya, tapi dai sangat cuek”katanya berbisik.
            Malu untuk menghampirinya membuta liana selalu berada dibelakang pohong dan memandang Willy dari kejauhan, takpernah liana melepas pandangannya. “Apa ini yang namanya cinta, aku gak pernah merasakan cinta, aku ga tau arti dari menyayangi”katanya sambil melihat sayapnya.
           
                                                                                    ***

            Setiap sore, tepat jam tiga, Liana selalu stay di balik pohon tersebut, dia tak punya keberanian untuk mengahampiri Willy dan bilang makasih kepadanya, dia hanya bisa menunggu, menunggu dan menunggu.
            Teman-temannya Lianapun ikut sedih, karena temenya hanya bisa memendam rasa cintanya, hingga akhirnya mereka berkerjasama untuk mendekatkan Liana dengan Willy.
           
                                                                                    ***

            “Hai ka willy”sapa Alino, “Aku boleh nanya sedikit gak sama kaka?”Tanya Ichut “Boleh”jawab Willy dengan singkat “Aku hanya mau nanya sama kaka, apa kaka punya rasa lebih dengan Liana?”tanyanya “Tidak”jawabnya singkat, “Kenapa kaka begitu cuek, apa kaka tidak tau, kalau setiap sore liana selalu memperhatikan kaka di taman, apa kaka gak tau, kalau Liana punya perasaan yang lebih dengan kaka?tanya kiko dengan nada yang keras. “Engga”jawabnya singkat lagi.
            Mendengar kata-kata dari Willy, membuat cun’lay sangat membencinya. Dan merekapun langsung pergi meninggalkan Willy.

                                                                                    ***
            Keesokan harinya, pas jam istirahat
            “Ka Willy, kaka sedang apa disini?”Tanya liana dengan wajah yang sangat terkejut, “Aku mau melihat kamu bermain piano, jadi aku tunggu kamu di taman sore ini di jam biasa”jawabnya dan langsung pergi. Detik demi detik berjalan, liana sangat terkejut, dia takut, rasa cintanya terlihat oleh Willy, dia mempersiapkan dirinya dengan baik, dia latihan bilang kata “trimakasih”. Hingga akhirnya di jam tiga tepat ditaman.
            “Ka Willy, kamu datang juga”senyum Liana “Kamu bisa main sekarang”katanya singkat. Lianapun langsung memainkan sebuah lagu yang sangat indah, dia mengeluarkan nada-nada yang indah. Willypun tak lepas memandang liana, seketika willy tersenyum, membuat liana semakin gerogi, hingga akhirnya mereka bermain piano bersama, setelah bermain piano, mereka pergi mencari madu bersama, mereka terbang bersama, tetapi tetap saja, liana tak mampu berkata trimakasih kepada willy. Tepat jam tujuh malam, liana pulang kerumahnya, lagi dan lagi dia menyesal tidak mengucapkan trimakasih. Mereka saling suka, trepi mereka malu untuk mengucapkannya.
           
                                                                                    ***

            Keesokan harinya, liana pergi sekolah tetapi, tidak adalagi willy disana, “Mungkin dia sakit”kata liana kepada teman-temannya. Dua hari hingga hamper seminggu liana tidak bertemu dengan willy, itu membuatnya sedih, dan kecewa, dai slalu menunggu di taman, di tempat biasa willy membaca.
            “Liana, apa kamu ingin bertemu dewngan Willy?”Tanya Alino, liana hanya teridam, dia takut kalau rasa sayangnya terlihat oleh teman-temannya. “Sudah kamu jangan malu, mari ikut aku,”ajak Alino dan Ichut. Merekapun langsung terbang kepohon yang besar letaknya agak jauh dari taman mereka.
            “Willy disana, cepat kamu kesana”kata Kiki sambilo memeluk Liana, dengan ragu tapi pasti liana terbang ke arah Willy.
            “Kak willy?”panggilnya lemas “Kamu kenapa kesini?”jawabnya “Aku hanya bingung kenapa kaka, tidak pernah muncul lagi disekolah dan di taman?”tanyanya khawatir, “Inilah keputusanku, aku akan pergi ke sekolah yang lebih tinggi, dan letaknya jauh dari sini, pergilah dan jangan pernah mencintaiku lagi, aku tau apa yang kamu rasakan, dan aku juga punya perasaan yang sama seperti kamu, tapi, kumohon pergilah.”minta Willy. Mendengar kata-kata itu, lianapun tak bisa menahan lagi, dai langsung mendekat dengan Willy dan langsung memeluknya.
            “Jangan pernah suruh aku ntuk pergi kak, karena aku gak mau.”jawabnya singkat. “Aku mau bilang ke kaka, trimakasih ka, dah nolong aku, trimakasih atas semuannya, aku lebah beruntung jika aku bisa memiliki kaka”katanya dengan tangan yang dingin.
            Mendengar pernyataan itu, membuat Willy membatalkan keinginan orang tuannya, sekarang merekapun bersama, mereka bermain piano bersama, mereka kekantin bersama. Dimulai dari sama-sama malu untuk menyatakan perasaan.
            Jangan pernah malu untuk mengatakan dan jangan pernah malu untuk menyatakan, krena jika kita terlalu malu, dia akan pergi dan terlepas dari genggaman kita.


                           Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar