Pada hari yang cerah di
sebuah taman yang ramai, yang penuh dengan banyak bunga yang indah. Datang
seekor lebah bersama tiga temannya, salah satu lebah itu bernama liana, dan ke
tiga temannya bernama kiko, ichut, dan alino… mereka berempat sudah bersahabat
hamper setahun.
Setiap sore mereka selalu
ke taman itu, dan setiap sore juga liana selalu bermain piano yang dibuat
teman-temannya untuk liana. Nada yang indah dikeluarlan liana dari piano
tersebut, hingga suatu hari datanglah seekor lebah laki-laki yang bernama willy
bersama teman-temannya.
Dia bukan kategori lebah
tampan, tetapi dia masuk kategori lebah yang baik dan lebah yang panjang.
Mendengar suara piano itu,
salah satu teman dari Willy mengahampiri sumber suara piano trsebut, dengan
syaap yang kecil mereka terbang kearah piano tersebut.
“Hai”kata atino salah satu
lebah teman Willy, “Hemm,hai”bingung Liana. “Maaf ya kalau teman aku sudah buat
kamu bingung”karta Willy sambil menarik Atino pergi. Merekapun langsung pergi
meninggalkan Liana.
“Maaf kita terlambat, tadi
kita melihat bungan yang indah, jadi kita terhenti sebentar, apa ada yang
mengganggumu?”Tanya Alino “Hemm.. tidak”katanya singkat sambil melihat kea rah
Willy. “Ayo-ayo dia siapa, dari tadi kamu melihat kerahnya terus?”kata kiko
sambil meliriknya “Aduh Liana, jangan bilang dia lebah cowo yang kamu suka,
jangan dia deh, dia ga keren dan tidak terkenal juga, sedangkan kamu, kamu cewe
lebah berbakat.”kata ichut sambil memegan pundak liana.
“Ssst, ga boleh gitu,
selama cowo itu dapat membuat liana seneng why not?”bela alino “Iss,, kalian
ini kenapa si? Siapa coba yang suka sama dia”kesel liana. Mereka pun langsung
bermain kembali.
***
Keesokan harinya di jam
yang sama.
“Auh”teriak kesakitan
Liana. Liana tidak sengaja terkena kayu kecil tajam yang sedang dimainin
anak-anak manusia. Lianapun langsung jatuh tidak kuat untuk terbang kembali.
Mendengar ada yang teriak Willypun langsung datang menghampiri sumber teriakan
tersebut.
“Kamu?”terkejut Willy.
Lianapun hanya bisa berbaring. Willypun langsng menganggkat liana dan langsung
pergi ke salah satu pohon yang besar yang ada di taman tersebut. Isi pohon itu
adalah rumah sakit para lebah, dengan banyak dokter dan suster lebah.
“Dokter lebah, tolong
teman saya, sayapnya robek dan dia tidak bisa terbanag”khawatir Willy, “Baiklah
saya akan mengobatinya, tapi ini sangat sakit”kata sang dokter lebah. Lianapun
langsung memberikan sayapnya kepada dokter. “Saya mau kamu liana menatap mata
pria ini, supaya pikran kamu teralih dan kamu tidak akan merasakan
sakitnya”Saran dokter lebah.
Dengan gugup liana menatap
mata Willy, dan dengan gugup juga Willi menantap mata liana sambil memegang
tangannya. tatapan yang sangat tajam dan menganut banyak
arti, mereka seakan-akan sedang berbicara.
“Okeh, sudah selesai, tapi
dia tidak bisa terbang sendirian”kata dokter lebah “Baik dok”. Merekapun
langsung pergi, dan Willy menggandeng sebelah sayap liana.
“Biar aku antar kamu
pulang”ajak Willy “Hemm, tidak usah, aku dapat pulang sendiri.”tolak liana “Apa
kamu tidak mendengar kata dokter lebah tadi?”tanyanya
“Sudah kamu jangan bandel”
merekapun langsung pulang .
sesampainnya
di rumah liana, lianapun langsung masuk tanpa berkata apapun.
***
“Ya
ampun, apa yang ada di dalam pikiran ku, kenapa aku langsung masuk kerumah,
kenapa aku tidak bilang terimakasih kepadanya, padahal dia sudah baik sama aku,
tanpa dia mungkin aku sudah mati, aku menyesal, aku akan bilnag terimakasih
dengannya.”katanya sambil mengehelus sayapnya.
***
“Liana…
liana..”triak alino, “Ayolah cepat, ini hari pertama kita sekolah di SMA,
jangan telat”triak Ichut “Gimana kalau kita masuk aja”ajak Kiko. Merekapun
langsung masuk kedalam rumah Liana.
“Liana
kamu sekolah tidak, kok kamu tidak make seragam?”Tanya Ichut “Loh ada apa dengan
sayapmu?”Tanya Alino “Ahh? Aku sekolah kok, aku sudah mandi tadi, aku siap-siap
dulu ya.”kata Liana dan langsung masuk kedalam kamarnya.
Setelah
Liana ganti baju seragam merekapun langsung pergi kesekolah, nama sekolah
mereka adalah Sekolah Internasional Lebah, dimana hanya lebah-lebah pintar yang
dapat bersekolah disini.
“Anak-anak,
sekarang kita kedatang murid baru, pindahan dari sekolah Madu Lebah, sekarang
kita panggil aja mereka ya.” “Liana, Ichut, Alino dan Kiko, silahkan
masuk.”kata Bu Sencen lebah. Mereka berempatpun langsung masuk ke kelas yang
sangat besar itu.
“Silahkan
perkenalkan nama kalian” “Hemm, kami adalah Cun’lay itu nama sahabat kami, kami
terdiri dari Liana, saya Ichut, Kiko dan Alino, rumah kami di jalan taman
bungan tak jauh dari sekolah ini, rumah kami bersebarangan, trimakasih.”Kata
Ichut.
“Wow..
oke sekarang kalian bisa duduk disana.”kata bu Sencen “Trimakasih bu”kompak
Cun’lay. “Wah,, kompak sekali yah, yaudah, mari kita lanjutkan pelajaran kita”.
Bel istirahatpun berbunyi.
“Ayo
jajan, pasti ada banyak madu segar disini”ajak Alino dan Ichut. Merekapun
langsung terbang ke kantin sekolah ini, kantin yang sangat bersih dan besar,
semuannya tertip.
“Emm,
maaf”kata Ndreas salah satu lebah laki-laki tertampan disekolah ini. Ichut
hanya bisa terdiam sambil menatap wajah Ndreas. “Hai, maaf yah”ulang Ndreas.
“Duh maaf ya, temen saya mang gini kalo dah ketemu lebah tampan. Hahaha”kata
Alino, “Oh, hahaa, tidak apa-apa, heem kalian murid baru ya? Saya
Ndreas”kenalan Ndreas “Hem, saya Ihut”katanya langsung sadar dan memegang
tangan Ndreas. “Oh oke,, udah sadar ya,, hahha, heemm aku pergi dlu yah”katanya
dan langsung meninggalkan mereka.
“aku
ketoilet dulu ya, kata Liana. Lianapu langsung pergi meninggalkan kiko. “Omg?
Dia, dia bersekolah disini, astaga, aku gak boleh disini, aku harus pergi, dia
tidak boleh melihat aku disini, aku harus bersembunyi”katanya dan langsung
pergi. Mengingat dia belum bisa terbang dengan cepat, diapun langsung terjatuh.
“Loh,
kamu? Kamu kan
pemain piano itu”kata Atino “Teman-teman liat, memang aku jodoh sama dia,,
hahaha”panggil teman-temannya. Teman-temannyapun langsung mengahmpiri Atino
yang berada dekat dengan Liana. Melihat Liana membuat Willy yang tak banyak
bicara itu terkejut. “Kamu, kamu sekoah disini juga?”Tanya Atino, “Hem, iya aku
murid baru disini” “Wah berati kamu ade kelas aku dong”kata Atino. Meskipun
yang lagi berbincang-bincang adalah Liana dan Atino, tapi tetap saja pandangan
Liana tak lepas dari wajah Willy.
“Aku
kekantin duluan ya. Kamu mau ikut ga tino?”kata Willy ke Atino. “Hem aku ke
kantin dulu ya, kamu mau ikut ga? Biar aku Bantu terbang.”mintanya “Tidak
usah”tolah Liana. Merekapun langsung pergi meninggalkan liana.
“Aduh
aku lebah yang bego yah, kenapa tadi aku tidak bilang makasih dengannya, lagi
dan lagi aku menyesal”kata liana dalam hati.
Tepat
jam dua siang, dimana para lebah remaja pulang dari aktifitas sekolah mereka.
****
Tepat
jam tiga dimana cun’laypun selalu ngumpul di taman, seperti biasa Liana
memainkan pianonya, Ichut yang ketemuan dengan ndreas, kiki yang lagi pdkt
dengan lebah tampan di taman, dan Alino yang selalu membaca dan belajar dengan
giat.
“Kamu
mau kemana?”Tanya Alino, “Aku mau kesana bentar”kata liana dan langsung terbang
ke arah selatan.
“Itu
kan Willy,”kata
Liana, “Aduh ngapain sih aku disini, hemm, dia keredn juga, jadi dia selalu
membaca disini, seandainya aku bisa lebih dekat dengannya, tapi dai sangat
cuek”katanya berbisik.
Malu
untuk menghampirinya membuta liana selalu berada dibelakang pohong dan
memandang Willy dari kejauhan, takpernah liana melepas pandangannya. “Apa ini
yang namanya cinta, aku gak pernah merasakan cinta, aku ga tau arti dari
menyayangi”katanya sambil melihat sayapnya.
***
Setiap
sore, tepat jam tiga, Liana selalu stay di balik pohon tersebut, dia tak punya
keberanian untuk mengahampiri Willy dan bilang makasih kepadanya, dia hanya
bisa menunggu, menunggu dan menunggu.
Teman-temannya
Lianapun ikut sedih, karena temenya hanya bisa memendam rasa cintanya, hingga
akhirnya mereka berkerjasama untuk mendekatkan Liana dengan Willy.
***
“Hai
ka willy”sapa Alino, “Aku boleh nanya sedikit gak sama kaka?”Tanya Ichut
“Boleh”jawab Willy dengan singkat “Aku hanya mau nanya sama kaka, apa kaka
punya rasa lebih dengan Liana?”tanyanya “Tidak”jawabnya singkat, “Kenapa kaka
begitu cuek, apa kaka tidak tau, kalau setiap sore liana selalu memperhatikan
kaka di taman, apa kaka gak tau, kalau Liana punya perasaan yang lebih dengan
kaka?tanya kiko dengan nada yang keras. “Engga”jawabnya singkat lagi.
Mendengar
kata-kata dari Willy, membuat cun’lay sangat membencinya. Dan merekapun
langsung pergi meninggalkan Willy.
***
Keesokan
harinya, pas jam istirahat
“Ka
Willy, kaka sedang apa disini?”Tanya liana dengan wajah yang sangat terkejut,
“Aku mau melihat kamu bermain piano, jadi aku tunggu kamu di taman sore ini di
jam biasa”jawabnya dan langsung pergi. Detik demi detik berjalan, liana sangat
terkejut, dia takut, rasa cintanya terlihat oleh Willy, dia mempersiapkan dirinya
dengan baik, dia latihan bilang kata “trimakasih”. Hingga akhirnya di jam tiga
tepat ditaman.
“Ka
Willy, kamu datang juga”senyum Liana “Kamu bisa main sekarang”katanya singkat.
Lianapun langsung memainkan sebuah lagu yang sangat indah, dia mengeluarkan nada-nada
yang indah. Willypun tak lepas memandang liana, seketika willy tersenyum,
membuat liana semakin gerogi, hingga akhirnya mereka bermain piano bersama,
setelah bermain piano, mereka pergi mencari madu bersama, mereka terbang
bersama, tetapi tetap saja, liana tak mampu berkata trimakasih kepada willy.
Tepat jam tujuh malam, liana pulang kerumahnya, lagi dan lagi dia menyesal
tidak mengucapkan trimakasih. Mereka saling suka, trepi mereka malu untuk
mengucapkannya.
***
Keesokan
harinya, liana pergi sekolah tetapi, tidak adalagi willy disana, “Mungkin dia
sakit”kata liana kepada teman-temannya. Dua hari hingga hamper seminggu liana
tidak bertemu dengan willy, itu membuatnya sedih, dan kecewa, dai slalu
menunggu di taman, di tempat biasa willy membaca.
“Liana,
apa kamu ingin bertemu dewngan Willy?”Tanya Alino, liana hanya teridam, dia
takut kalau rasa sayangnya terlihat oleh teman-temannya. “Sudah kamu jangan
malu, mari ikut aku,”ajak Alino dan Ichut. Merekapun langsung terbang kepohon
yang besar letaknya agak jauh dari taman mereka.
“Willy
disana, cepat kamu kesana”kata Kiki sambilo memeluk Liana, dengan ragu tapi
pasti liana terbang ke arah Willy.
“Kak
willy?”panggilnya lemas “Kamu kenapa kesini?”jawabnya “Aku hanya bingung kenapa
kaka, tidak pernah muncul lagi disekolah dan di taman?”tanyanya khawatir,
“Inilah keputusanku, aku akan pergi ke sekolah yang lebih tinggi, dan letaknya
jauh dari sini, pergilah dan jangan pernah mencintaiku lagi, aku tau apa yang
kamu rasakan, dan aku juga punya perasaan yang sama seperti kamu, tapi, kumohon
pergilah.”minta Willy. Mendengar kata-kata itu, lianapun tak bisa menahan lagi,
dai langsung mendekat dengan Willy dan langsung memeluknya.
“Jangan
pernah suruh aku ntuk pergi kak, karena aku gak mau.”jawabnya singkat. “Aku mau
bilang ke kaka, trimakasih ka, dah nolong aku, trimakasih atas semuannya, aku
lebah beruntung jika aku bisa memiliki kaka”katanya dengan tangan yang dingin.
Mendengar
pernyataan itu, membuat Willy membatalkan keinginan orang tuannya, sekarang
merekapun bersama, mereka bermain piano bersama, mereka kekantin bersama.
Dimulai dari sama-sama malu untuk menyatakan perasaan.
Jangan
pernah malu untuk mengatakan dan jangan pernah malu untuk menyatakan, krena
jika kita terlalu malu, dia akan pergi dan terlepas dari genggaman kita.
Tamat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar