Hak kita untuk mencintai seseorang, hak
kita juga untuk dicintai seseorang. Hal menyakitkan di hidupku adalah saat aku
mulai merasakan cinta. Karena disaat aku merasakan cinta yang kutakutkan adalah
ketika orang itu pergi meninggalkanku, karena disetiap ada pertemuan disitu
juga ada perpisahan. Inilah yang menyebabkanku tidak pernah mau merasakan cinta
lagi.
Oh ya, nama ku adalah Cherin. Semenjak aku
masuk SMA, aku hanya sibuk dengan belajar dan ingin mendapatkan beasiswa, tak
pernah terpikir olehku untuk mencoba berapacaran, hingga teman-teman ku berkata
kalau aku cewe yang aneh atau cewe yang gak laku.
Inilah kisahku…
“Kamu mau kemana,” Tanya Siska, “Hemm, aku
mau ke lab, kamu gak ikut, kitakan harus latihan,” kataku. “Ya,, ampun, aku
lupa, yaudah yu”.
“Cher ,
kamu takut ga, kalau suatu saat nanti, ada seseorang yang bisa ngalahin kamu”
“Engga, oleh sebab itu, aku selalu berjuan, supaya ga ada seorangpun yang dapat
mengalahkanku” “Dasar, semoga aja benar,, hahaha”.
“Cherin, Siska, sedikit lagi kita akan
mengadakan lomba dalam bentuk penelitian, dengan begitu kalian harus latihan
dengan giat, dan bapak telah memasukan salah satu anggota, dia memang pintar
dalam bentuk menghitung, tapi dia kurang dalam berbicara atau persentasi, jadi
bapak butuh bantuan kalian oke.” “Sip, pak, tapi orangnya yang mana, apa dia
murid baru disekolah ini?”Tanya Siska “Dia bukan murid baru, cuman dia baru
gabung di komunitas ini” “Edrren, silahkan masuk”panggil bapak.
“Edrren, aku gak nyangka, kamu masuk
komunitas ini, bukannya kamu dulu bilang, kalo ini sangat membosankan?”Tanya
Siska “Itu dulu, tapi sekarang aku mau mencobanya, hahah” “Waw, assik, ada cowo
disini, jadi aku gak bosen-bosen banget, hahahaa”
“Hemm, Sis, dia siapa sih, kok aku ga
pernah melihatnya?”bisik aku “Aduh, dia Edrren, anak kelas 11 ipa 3” “Kok, aku
ga pernah melihatnya ya?” “Yaiyalah, kamu itu sibuk dengan cita-cita kamu
sebagai peneliti”.
“Hai, kamu Cherin kan , aku selalu denger kamu, dari
temen-temenku”sapa Edrren “Oh, selamet ya, karena biasanya, orang-orang susah
untuk bisa masuk kedalam komunitas ini, jadi kalau kamu udah ga kuat, aku akan
dengan senang hati mengantarkan kamu, kepintu keluar”kataku dan langsung pergi
untuk berlatih. “Adapa denganya? Apa dia memang jutek”Tanya Edrren “Engga
sebenarnya dia baik, hanya saja, dia memang jutek kalau sama cowo” “Hahaaha,
bisa gitu”, merekapun menertawakanku. “Apapun yang mereka katakan, aku ga peduli, yang penting aku bisa jadi peneliti,
dan aku harus mengikuti perlombaannya”
“Oh ya, anak-anak, bapa lupa ngasih tau
kekalian, bapa hanya akan mengambil dua anak, untuk peneliti, dan satu anak
hanya untuk cadangan”jelas pak guru “Jadi, hanya ada dua anak pa? kalau gitu
aku akan berusaha untuk ikut.”kata Edrren “Bapa suka dengan semangatmu Drren”
“Makasih pak”
Waktu demi waktu berlalu, yang kulakukan
hanya berlatih, berlatih dan berlatih, bahkan aku sampai pulang jam 9 malam,
sama halnya dengan Edrren dan Siska, mereka juga minat dalam meneliti, jadinya
sainganku semakin banyak, tapi aku gak boleh kalah, aku harus jadi pemenang.
“Cherin, kamu gak pulang?”Tanya Siska
“Sedikit lagi, aku lagi beresin alat-alatnya” “Yaudah, aku tungguin”.
Setelah itu kami langsung turun ke lantai
dasar. “Aku udah dijemput, aku duluan ya”kata Siska. “Dah, hati-hati ya”kataku
dan langsung pulang.
“Tunggu, kamu naik apa?”Tanya Edrren “Naik
apa aja itu bukan urusan kamu,”Bentak saya “Aku bawa mobil, sebaiknya kamu ikut
aku, dari pada kamu jalan sendiri, udah malem”ajak Edreen “Engga,
makasih”Bentak saya dan langsung jalan “Yaudah tapi kalau kamu kenapa-napa
jangan salahin aku, lagian, kalau kamu kena bahaya, aku sama Siska bisa jadi
peneliti, asik, hati-hati ya”ledek Edrren, mendengar kata-kata itu, aku
langsung menghentikan langkahku, dan menatap jalanan yang sangat sepi dan
gelap. “Oke, tapi langsung bawa aku pulang” “Nah gitu dong, senyum dikit dong,
hahha” “Isss, nyebelin dasar”kataku dan langsung pergi masuk kedalam rumah.
***
“Pagi semua”sapa Edreen “Hai, Edreen,
kayaknya sekarang seneng banget, kenapa?”Tanya Siska “Hah, enggak, kemarin aku
baru aja mengantar cewe yang paling galak pulang kerumahnya, hahahaha”jawab
Edreen dan langsung menhampiriku. “Kemarin bisa tidurkan?”ledek Edreen dan
langsung mencubit pipiku. “Jadi kemarin, kamu di antar pulang sama Edreen, tapi
kenapa kamu mau pulang sama dia, biasanya kamu gak mau pulang bareng siapapun
termaksud aku sahabatmu, tapi kenapa kamu mau pulang sama dia?”Tanya Siska.
Akupun tak bisa menjawab pertanyaannya,
tetapi yang ku tau, tatapan mata Siska adalah tatapan mata orang yang sangat
cemburu. “Apa kamu suka sama Edreen?”Tanyaku pelan “Kalau iya kenapa, aku
sayang sama dia, oleh sebab itu, kalau kamu mau kita tetap jadi sahabat,
please, jauhin Edreen”jawabnya dan langsung menghampiri Edreen. “Huh untung aku
ga suka sama Edreen, jadi aku gak akan nyakitin perasaan sahabat aku
sendiri”kataku dalam hati sambil meminum segelas air. “Cherin, jangan
diminum”terika Edreen dan langsung mengambil gelas dari tanganku dan
membuangnya. “Kamu, belum minum itu kan ?”Tanya
Edreen “Belum ko, emang kenapa?”Tanyaku balik “Iss, katanya peneliti, tapi itu
doang gak tau, itu cairan beracun” “Ya ampun, makasih ya” “Yaudah, tapi
lainkali, hati-hati ya”kata Edreen dan langsung mengelap tanganku yang terkena
cairan tersebut.
“Siska, kamu ngapain disini sendirian?”Tanya
Edreen “Engga, kamu ngapain, apa peduli kamu denganku, kalau aku yang meminum
cairan itu, apa kamu akan teriak seperti itu, apa kamu akan mengelap tanganku
yang basah, apa kamu, akan khawatir?”Tanya Siska “Waw, itu adalah pertanyaan
yang sangat banyak, hahaha”ledek Edreen “Please jawab, aku serius, apa kamu
suka sama Cherin?” “Apa itu harus dijawab?” “Tentu, kamu harus jawab, apa kamu
tau, kalau aku, aku cemburu melihuat kamu dengannya, aku gak suka, aku sayang
sama kamu dari kita smp, apa kamu lupa?”teriak Siska sambil menahan air matanya
jatuh “Kamu serius? Apa kamu ga bercanda dengan perkataanmu?” “Please, kamu
jawab saja pertanyaanku”mohon Siska “Engga, aku, aku ga suka sama Cherin, aku
hanya ingin menjadi temannya saja, hanya itu, jangan nangis lagi ya”jawab
Edreen dan langsung memeluk Siska.
Itulah perbincangan yang kudengar,
seharusnya aku senang karena Edreen gak suka sama aku, tapi aku gak tau, inilah
yang kurasakan, hanya diam yang bisa kulakukan, semenjak mendengar kata-kata
itu, aku jadi murung lagi, lagi dan lagi aku merasakan sakitnya rasa cinta, aku
melakukan semuannya sendiri, aku menjauh dari Edreen dan Siska.
“Cherin, mau sampai kapan kamu
meneliti zat itu?”teriak Edreen “Siska apa kamu tau, ada apa dengan Cherin
kenapa dia jadi cuek gitu?”Tanya Edreen “Entah”Jawabnya singkat dan memeluk
Edreen.
***
Tepat jam 9 malam, kami pulang kerumah
kami masing-masing.
“Hallo ma, aku ga usah dijemput, aku
mau bareng pacar baru aku, oke, bye mama”kata Siska via telpon.
“Pacar, jadi mereka udah pacaran, aku
harus kuat, karena bagaimanapun dia adalah sahabatku, dan aku gak boleh cemburu
sama sahabat sendiri”kataku dalam hati. “Siska, kamu kenapa sih ga pulang sama
mama kamu aja?” “Buat apa, selama aku masih punya kamu?” “Tapi bagaimana dengan
Cherin, sekarang udah malam, dia pulang sama siapa?”khawatir Edreen “Kamu bisa
pulang sendirikan?”kata Siska “Hah, tentu, aku bisa ko”jawabku “Tapi sekarang
udah malam, kamu bareng sama aku aja, Siska bisa dijemput.” “Loh, enak aja, aku
bareng kamu Edreen, aku ga dijemput” “Udah tenang aja, aku bisa jalan”kataku,
dan langsung pergi.
Dalam perjalanan, Siska dan Edreenpun
menyusulku dengan mobil merah Edreen, dan Siska membuka kacanya sambil
mengucapkan selamat tinggal. Siska sangat bahagia, dia tersenyum dan tertawa,
aku berharap dia bisa seperti ini terus.
“Oke, setelah bapak liat hasil kerja
kalian, bapak memutuskan yang ikut lomba penelitian adalah Adreen dan
Siska”tegas bapak, yang kulihat Siska sangat bahagia, dia tertawa sampai
memeluk Adreen.
“Tapi pak, bagaimana dengan saya? Saya
selalu berlatih, saya berharap bisa mengikuti lomba ini”kecewa saya “Maafkan
bapak, tapi ini keputusan yayasan, yayasan yang memerintah bapak, tapi kamu
bisa menjadi cadangan”. Keputusan itu membuatku down, dan aku memutuskan untuk
pulang kerumah, dan beristirahat.
***
“Cherin,,, Cherin,,” “Iya ada apa?”
“Cherinnya ada mbak?” “Ada
silahkan masuk, kamu tunggu disini ya, biar saya panggilkan”
Beberapa saat menunggu.
“Edrren.. kamu sedang apa disini?” “Berkunjung,
ga boleh?”Tanya Edreen “Kalau kamu datang kesini hanya untuk meledekku
sebaiknya kamu pulang aja”usir saya “Iss, pede banget sih, aku cuman mau
berkunjung” “Tapi aku ga mau dikunjungin sama pacar sahabat saya, aku takut
Siska cemburu” “Ihh, emang yang gossip cepat beredar” “Jadi kalian beneran
pacaran?”Tanyaku “Emang kenapa? Kamu cemburu?” “Enak aja, ngapain aku
cemburu”kataku sambil menundukan kepala “Haahahah, aku ga pacaran sama dia,
karena aku gak sayang sama dia, aku cuman suka sama satu orang, tapi dia cuek
banget, tapi itulah kelebihannya, aku cinta mati sama dia, dia adalah gadis
yang ingin menjadi peneliti, dia adalah gadis yang selalu menundukan kepalanya
jika dia sedang malu”jelas Edreen “Maksud kamu?” “Kamulah gadisnya, please jangan
tolak aku, karena aku tahu kamu juga sayang sama aku, aku akan berusaha untuk
mendapatkanmu” “Maaf, tapi aku gak suka sama kamu, cewe yang tepat itu bukan
aku”jelasku dan langsung mengusirnya. “Itulah keputusanku, dan aku gak akan
pernah menyesal”kataku dalam hati.
***
“Hai Edreen, kamu ngapain
disini?”Tanya Siska, “Ah enggak, Cherin belum datang?” “Oh, dia kayaknya telat,
tumben nyariin dia, kenapa?” “Ah enggak, aku cuman mau bilang, kalau ada
latihan buat lomba” “Aduh kamu lupa, diakan gak kepilih ukntuk ikut lomba” “Oh,
tapi diakan juga harus latihan buat cadangan” “Oh iya, aku lupa”
“Hai Cherin”sapa Siska sambil tertawa
dengan Edreen “Hai”sapaku singkat dan langsung masuk. “Cherin,”Panggil Edreen,
akupun menghentikan langkahku “Enggak, aku cuman mau bilang, aku akan tetap
menunggu”teriak Edreen. Mendengarnya membuatku seneng, tapi aku juga harus
memikirkan Siska.
***
Tepat jam makan siang
“Siska, kamu tidak makan?”tanyaku
“Hah, enggak, aku gak lapar” “Loh, yaudah aku makan duluan ya” “Tunggu,
bentar”panggil Siska
“Kenapa?”tanyaku “Apa kita sahabat?”
“Loh, kok kamu berkata seperti itu, kita sahabatlah”jawabku “Mungkin aku gak
tau apa yang dimaksud dengan perkataan edreen yang berkata kalau dia akan tetap
menunggu, cuman aku hanya ingin kamu tau, kalau aku sayang sama Edreen, please
untuk sekali aja relakan dia untukku, aku tau kamu gak suka dengan Edreen, aku
tau kamu benci sama dia, please Cherin, aku janji, aku gak akan meminta apapun
lagi sama kamu, tapi tolong ini saja”jelasnya
“Itu kalimat terpanjang yang pernah
kamu keluarkan” “Aku serius Cherin” “Siska, kalau kamu sayang sama dia,
kejarlah dia, samperin dia dan bilang ke dia kalau kamu sayang sama dia” “Jadi
kamu gak suka sama dia?”tanyanya Akupun langsung pergi, dan tidak menjawab pertanyaanya.
Akihirnya, Siskapun berusaha untuk
dekat dengan Edreen, banyak cara dia lakuin, setiap hari dia selalu membuat
Edreen tertawa, bahagia. Tapi aku, aku hanya bisa membuat Edreen marah, benci,
kesel, tapi aku sengaja melakukan itu, karena aku cuman mau membuatnya bahagia
bersama Siska.
***
“Cherin..”Panggil Edreen, akupun hanya
bisa terdiam “Hey, kamu kenapa? Aku udah jarang melihat kamu di lab?”tanyanya
“Kamu, kenapa kamu disini? Mana Siska?”tanyaku “Aku gak tau dia dimana”jawabnya
singkat “Kok kamu gitu, kapan sih kamu sadar kalau Siska suka sama kamu? Dia
selalu berusaha untuk mendapatkan mu, tapi kenapa kamu malah cuek sama orang
yang bisa mencintai kamu dengan tulus”bentakku.
“Buat apa kamu berkata seperti ini,
tapi kamu sendiri juga cuek sama orang yang mencintai kamu dengan
tulus?”tanyanya dengan nada yang keras “Siapa? Gak ada seorangpun yang dapat
mencintaiku dengan tulus, mereka semua selalu memandangku sebelah mata”
“Bagaimana denganku? Asal kamu tau, aku selalu menunggumu datang padaku, tapi
kamu malah cuek sama aku, kamu malah pergi dariku” “Maaf, tapi aku pikir kamu
hanya bercanda kalau kamu suka sama aku” “Aku, gak pernah bercanda dalam
hubungan, ini pertama kalinya aku mencintai seseorang, dan orang itu kamu, tapi
kamu malah menjauh dariku”
“Cherin, Edreen, jadi kalian?”kata
Siska dan langsung menghampiri kami “Edreen, jadi kamu, kamu suka sama Cherin,
tapi aku pikir selama ini kamu suka sama aku, tapi kenapa kamu gak pernah
bilang ke aku”jelas Siska dengan suaranya yang pelan
“Maaf Siska, aku hanya gak mau membuat
kamu terluka”jawab Edreen “Jadi kamu, suka sama Cherin, jadi aku hanya wanita
yang menunggu cinta seseorang yang juga menunggu cinta orang lain”kata Siska
sambil menahan air matanya.
“Siska maafin aku, please, aku akan
mengganti semuannya”kata Edreem “Bukan itu yang ku mau, kapan kamu ngerti
Edreen, kalau aku suka sama kamu, bukan uang yang ku mau, tapi cinta dan
tulusmu” “Maaf”jelasku “Enggak, aku bisa terima ini semua, sekarang aku bisa
ngerti arti cinta, aku gak akan membeli cinta orang lain”jelasnya dan langsung
memelukku “Cherin, Edreen, jangan pernah kalian putus, tanpa ijinku” .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar