awwa,, this is taecyeon,, 2pm

awwa,, this is taecyeon,, 2pm

Rabu, 30 November 2011

True love


Hak kita untuk mencintai seseorang, hak kita juga untuk dicintai seseorang. Hal menyakitkan di hidupku adalah saat aku mulai merasakan cinta. Karena disaat aku merasakan cinta yang kutakutkan adalah ketika orang itu pergi meninggalkanku, karena disetiap ada pertemuan disitu juga ada perpisahan. Inilah yang menyebabkanku tidak pernah mau merasakan cinta lagi.
Oh ya, nama ku adalah Cherin. Semenjak aku masuk SMA, aku hanya sibuk dengan belajar dan ingin mendapatkan beasiswa, tak pernah terpikir olehku untuk mencoba berapacaran, hingga teman-teman ku berkata kalau aku cewe yang aneh atau cewe yang gak laku.
Inilah kisahku…
“Kamu mau kemana,” Tanya Siska, “Hemm, aku mau ke lab, kamu gak ikut, kitakan harus latihan,” kataku. “Ya,, ampun, aku lupa, yaudah yu”.
Cher, kamu takut ga, kalau suatu saat nanti, ada seseorang yang bisa ngalahin kamu” “Engga, oleh sebab itu, aku selalu berjuan, supaya ga ada seorangpun yang dapat mengalahkanku” “Dasar, semoga aja benar,, hahaha”.
“Cherin, Siska, sedikit lagi kita akan mengadakan lomba dalam bentuk penelitian, dengan begitu kalian harus latihan dengan giat, dan bapak telah memasukan salah satu anggota, dia memang pintar dalam bentuk menghitung, tapi dia kurang dalam berbicara atau persentasi, jadi bapak butuh bantuan kalian oke.” “Sip, pak, tapi orangnya yang mana, apa dia murid baru disekolah ini?”Tanya Siska “Dia bukan murid baru, cuman dia baru gabung di komunitas ini” “Edrren, silahkan masuk”panggil bapak.
“Edrren, aku gak nyangka, kamu masuk komunitas ini, bukannya kamu dulu bilang, kalo ini sangat membosankan?”Tanya Siska “Itu dulu, tapi sekarang aku mau mencobanya, hahah” “Waw, assik, ada cowo disini, jadi aku gak bosen-bosen banget, hahahaa”
“Hemm, Sis, dia siapa sih, kok aku ga pernah melihatnya?”bisik aku “Aduh, dia Edrren, anak kelas 11 ipa 3” “Kok, aku ga pernah melihatnya ya?” “Yaiyalah, kamu itu sibuk dengan cita-cita kamu sebagai peneliti”.
“Hai, kamu Cherin kan, aku selalu denger kamu, dari temen-temenku”sapa Edrren “Oh, selamet ya, karena biasanya, orang-orang susah untuk bisa masuk kedalam komunitas ini, jadi kalau kamu udah ga kuat, aku akan dengan senang hati mengantarkan kamu, kepintu keluar”kataku dan langsung pergi untuk berlatih. “Adapa denganya? Apa dia memang jutek”Tanya Edrren “Engga sebenarnya dia baik, hanya saja, dia memang jutek kalau sama cowo” “Hahaaha, bisa gitu”, merekapun menertawakanku. “Apapun yang mereka katakan, aku ga  peduli, yang penting aku bisa jadi peneliti, dan aku harus mengikuti perlombaannya”
“Oh ya, anak-anak, bapa lupa ngasih tau kekalian, bapa hanya akan mengambil dua anak, untuk peneliti, dan satu anak hanya untuk cadangan”jelas pak guru “Jadi, hanya ada dua anak pa? kalau gitu aku akan berusaha untuk ikut.”kata Edrren “Bapa suka dengan semangatmu Drren” “Makasih pak”
Waktu demi waktu berlalu, yang kulakukan hanya berlatih, berlatih dan berlatih, bahkan aku sampai pulang jam 9 malam, sama halnya dengan Edrren dan Siska, mereka juga minat dalam meneliti, jadinya sainganku semakin banyak, tapi aku gak boleh kalah, aku harus jadi pemenang.
“Cherin, kamu gak pulang?”Tanya Siska “Sedikit lagi, aku lagi beresin alat-alatnya” “Yaudah, aku tungguin”.
Setelah itu kami langsung turun ke lantai dasar. “Aku udah dijemput, aku duluan ya”kata Siska. “Dah, hati-hati ya”kataku dan langsung pulang.
“Tunggu, kamu naik apa?”Tanya Edrren “Naik apa aja itu bukan urusan kamu,”Bentak saya “Aku bawa mobil, sebaiknya kamu ikut aku, dari pada kamu jalan sendiri, udah malem”ajak Edreen “Engga, makasih”Bentak saya dan langsung jalan “Yaudah tapi kalau kamu kenapa-napa jangan salahin aku, lagian, kalau kamu kena bahaya, aku sama Siska bisa jadi peneliti, asik, hati-hati ya”ledek Edrren, mendengar kata-kata itu, aku langsung menghentikan langkahku, dan menatap jalanan yang sangat sepi dan gelap. “Oke, tapi langsung bawa aku pulang” “Nah gitu dong, senyum dikit dong, hahha” “Isss, nyebelin dasar”kataku dan langsung pergi masuk kedalam rumah.

                                                ***
          “Pagi semua”sapa Edreen “Hai, Edreen, kayaknya sekarang seneng banget, kenapa?”Tanya Siska “Hah, enggak, kemarin aku baru aja mengantar cewe yang paling galak pulang kerumahnya, hahahaha”jawab Edreen dan langsung menhampiriku. “Kemarin bisa tidurkan?”ledek Edreen dan langsung mencubit pipiku. “Jadi kemarin, kamu di antar pulang sama Edreen, tapi kenapa kamu mau pulang sama dia, biasanya kamu gak mau pulang bareng siapapun termaksud aku sahabatmu, tapi kenapa kamu mau pulang sama dia?”Tanya Siska.
Akupun tak bisa menjawab pertanyaannya, tetapi yang ku tau, tatapan mata Siska adalah tatapan mata orang yang sangat cemburu. “Apa kamu suka sama Edreen?”Tanyaku pelan “Kalau iya kenapa, aku sayang sama dia, oleh sebab itu, kalau kamu mau kita tetap jadi sahabat, please, jauhin Edreen”jawabnya dan langsung menghampiri Edreen. “Huh untung aku ga suka sama Edreen, jadi aku gak akan nyakitin perasaan sahabat aku sendiri”kataku dalam hati sambil meminum segelas air. “Cherin, jangan diminum”terika Edreen dan langsung mengambil gelas dari tanganku dan membuangnya. “Kamu, belum minum itu kan?”Tanya Edreen “Belum ko, emang kenapa?”Tanyaku balik “Iss, katanya peneliti, tapi itu doang gak tau, itu cairan beracun” “Ya ampun, makasih ya” “Yaudah, tapi lainkali, hati-hati ya”kata Edreen dan langsung mengelap tanganku yang terkena cairan tersebut.
          “Siska, kamu ngapain disini sendirian?”Tanya Edreen “Engga, kamu ngapain, apa peduli kamu denganku, kalau aku yang meminum cairan itu, apa kamu akan teriak seperti itu, apa kamu akan mengelap tanganku yang basah, apa kamu, akan khawatir?”Tanya Siska “Waw, itu adalah pertanyaan yang sangat banyak, hahaha”ledek Edreen “Please jawab, aku serius, apa kamu suka sama Cherin?” “Apa itu harus dijawab?” “Tentu, kamu harus jawab, apa kamu tau, kalau aku, aku cemburu melihuat kamu dengannya, aku gak suka, aku sayang sama kamu dari kita smp, apa kamu lupa?”teriak Siska sambil menahan air matanya jatuh “Kamu serius? Apa kamu ga bercanda dengan perkataanmu?” “Please, kamu jawab saja pertanyaanku”mohon Siska “Engga, aku, aku ga suka sama Cherin, aku hanya ingin menjadi temannya saja, hanya itu, jangan nangis lagi ya”jawab Edreen dan langsung memeluk Siska.
          Itulah perbincangan yang kudengar, seharusnya aku senang karena Edreen gak suka sama aku, tapi aku gak tau, inilah yang kurasakan, hanya diam yang bisa kulakukan, semenjak mendengar kata-kata itu, aku jadi murung lagi, lagi dan lagi aku merasakan sakitnya rasa cinta, aku melakukan semuannya sendiri, aku menjauh dari Edreen dan Siska.
          “Cherin, mau sampai kapan kamu meneliti zat itu?”teriak Edreen “Siska apa kamu tau, ada apa dengan Cherin kenapa dia jadi cuek gitu?”Tanya Edreen “Entah”Jawabnya singkat dan memeluk Edreen.
                                               
                                                ***
          Tepat jam 9 malam, kami pulang kerumah kami masing-masing.
          “Hallo ma, aku ga usah dijemput, aku mau bareng pacar baru aku, oke, bye mama”kata Siska via telpon.
          “Pacar, jadi mereka udah pacaran, aku harus kuat, karena bagaimanapun dia adalah sahabatku, dan aku gak boleh cemburu sama sahabat sendiri”kataku dalam hati. “Siska, kamu kenapa sih ga pulang sama mama kamu aja?” “Buat apa, selama aku masih punya kamu?” “Tapi bagaimana dengan Cherin, sekarang udah malam, dia pulang sama siapa?”khawatir Edreen “Kamu bisa pulang sendirikan?”kata Siska “Hah, tentu, aku bisa ko”jawabku “Tapi sekarang udah malam, kamu bareng sama aku aja, Siska bisa dijemput.” “Loh, enak aja, aku bareng kamu Edreen, aku ga dijemput” “Udah tenang aja, aku bisa jalan”kataku, dan langsung pergi.
          Dalam perjalanan, Siska dan Edreenpun menyusulku dengan mobil merah Edreen, dan Siska membuka kacanya sambil mengucapkan selamat tinggal. Siska sangat bahagia, dia tersenyum dan tertawa, aku berharap dia bisa seperti ini terus.
          “Oke, setelah bapak liat hasil kerja kalian, bapak memutuskan yang ikut lomba penelitian adalah Adreen dan Siska”tegas bapak, yang kulihat Siska sangat bahagia, dia tertawa sampai memeluk Adreen.
          “Tapi pak, bagaimana dengan saya? Saya selalu berlatih, saya berharap bisa mengikuti lomba ini”kecewa saya “Maafkan bapak, tapi ini keputusan yayasan, yayasan yang memerintah bapak, tapi kamu bisa menjadi cadangan”. Keputusan itu membuatku down, dan aku memutuskan untuk pulang kerumah, dan beristirahat.
         
                                                ***

          “Cherin,,, Cherin,,” “Iya ada apa?” “Cherinnya ada mbak?” “Ada silahkan masuk, kamu tunggu disini ya, biar saya panggilkan”
          Beberapa saat menunggu.
          “Edrren.. kamu sedang apa disini?” “Berkunjung, ga boleh?”Tanya Edreen “Kalau kamu datang kesini hanya untuk meledekku sebaiknya kamu pulang aja”usir saya “Iss, pede banget sih, aku cuman mau berkunjung” “Tapi aku ga mau dikunjungin sama pacar sahabat saya, aku takut Siska cemburu” “Ihh, emang yang gossip cepat beredar” “Jadi kalian beneran pacaran?”Tanyaku “Emang kenapa? Kamu cemburu?” “Enak aja, ngapain aku cemburu”kataku sambil menundukan kepala “Haahahah, aku ga pacaran sama dia, karena aku gak sayang sama dia, aku cuman suka sama satu orang, tapi dia cuek banget, tapi itulah kelebihannya, aku cinta mati sama dia, dia adalah gadis yang ingin menjadi peneliti, dia adalah gadis yang selalu menundukan kepalanya jika dia sedang malu”jelas Edreen “Maksud kamu?” “Kamulah gadisnya, please jangan tolak aku, karena aku tahu kamu juga sayang sama aku, aku akan berusaha untuk mendapatkanmu” “Maaf, tapi aku gak suka sama kamu, cewe yang tepat itu bukan aku”jelasku dan langsung mengusirnya. “Itulah keputusanku, dan aku gak akan pernah menyesal”kataku dalam hati.
                                                ***
          “Hai Edreen, kamu ngapain disini?”Tanya Siska, “Ah enggak, Cherin belum datang?” “Oh, dia kayaknya telat, tumben nyariin dia, kenapa?” “Ah enggak, aku cuman mau bilang, kalau ada latihan buat lomba” “Aduh kamu lupa, diakan gak kepilih ukntuk ikut lomba” “Oh, tapi diakan juga harus latihan buat cadangan” “Oh iya, aku lupa”
          “Hai Cherin”sapa Siska sambil tertawa dengan Edreen “Hai”sapaku singkat dan langsung masuk. “Cherin,”Panggil Edreen, akupun menghentikan langkahku “Enggak, aku cuman mau bilang, aku akan tetap menunggu”teriak Edreen. Mendengarnya membuatku seneng, tapi aku juga harus memikirkan Siska.
         
                                                ***
          Tepat jam makan siang
          “Siska, kamu tidak makan?”tanyaku “Hah, enggak, aku gak lapar” “Loh, yaudah aku makan duluan ya” “Tunggu, bentar”panggil Siska
          “Kenapa?”tanyaku “Apa kita sahabat?” “Loh, kok kamu berkata seperti itu, kita sahabatlah”jawabku “Mungkin aku gak tau apa yang dimaksud dengan perkataan edreen yang berkata kalau dia akan tetap menunggu, cuman aku hanya ingin kamu tau, kalau aku sayang sama Edreen, please untuk sekali aja relakan dia untukku, aku tau kamu gak suka dengan Edreen, aku tau kamu benci sama dia, please Cherin, aku janji, aku gak akan meminta apapun lagi sama kamu, tapi tolong ini saja”jelasnya
          “Itu kalimat terpanjang yang pernah kamu keluarkan” “Aku serius Cherin” “Siska, kalau kamu sayang sama dia, kejarlah dia, samperin dia dan bilang ke dia kalau kamu sayang sama dia” “Jadi kamu gak suka sama dia?”tanyanya Akupun langsung pergi, dan tidak menjawab pertanyaanya.
          Akihirnya, Siskapun berusaha untuk dekat dengan Edreen, banyak cara dia lakuin, setiap hari dia selalu membuat Edreen tertawa, bahagia. Tapi aku, aku hanya bisa membuat Edreen marah, benci, kesel, tapi aku sengaja melakukan itu, karena aku cuman mau membuatnya bahagia bersama Siska.

                                                ***
          “Cherin..”Panggil Edreen, akupun hanya bisa terdiam “Hey, kamu kenapa? Aku udah jarang melihat kamu di lab?”tanyanya “Kamu, kenapa kamu disini? Mana Siska?”tanyaku “Aku gak tau dia dimana”jawabnya singkat “Kok kamu gitu, kapan sih kamu sadar kalau Siska suka sama kamu? Dia selalu berusaha untuk mendapatkan mu, tapi kenapa kamu malah cuek sama orang yang bisa mencintai kamu dengan tulus”bentakku.
          “Buat apa kamu berkata seperti ini, tapi kamu sendiri juga cuek sama orang yang mencintai kamu dengan tulus?”tanyanya dengan nada yang keras “Siapa? Gak ada seorangpun yang dapat mencintaiku dengan tulus, mereka semua selalu memandangku sebelah mata” “Bagaimana denganku? Asal kamu tau, aku selalu menunggumu datang padaku, tapi kamu malah cuek sama aku, kamu malah pergi dariku” “Maaf, tapi aku pikir kamu hanya bercanda kalau kamu suka sama aku” “Aku, gak pernah bercanda dalam hubungan, ini pertama kalinya aku mencintai seseorang, dan orang itu kamu, tapi kamu malah menjauh dariku”
          “Cherin, Edreen, jadi kalian?”kata Siska dan langsung menghampiri kami “Edreen, jadi kamu, kamu suka sama Cherin, tapi aku pikir selama ini kamu suka sama aku, tapi kenapa kamu gak pernah bilang ke aku”jelas Siska dengan suaranya yang pelan
          “Maaf Siska, aku hanya gak mau membuat kamu terluka”jawab Edreen “Jadi kamu, suka sama Cherin, jadi aku hanya wanita yang menunggu cinta seseorang yang juga menunggu cinta orang lain”kata Siska sambil menahan air matanya.
          “Siska maafin aku, please, aku akan mengganti semuannya”kata Edreem “Bukan itu yang ku mau, kapan kamu ngerti Edreen, kalau aku suka sama kamu, bukan uang yang ku mau, tapi cinta dan tulusmu” “Maaf”jelasku “Enggak, aku bisa terima ini semua, sekarang aku bisa ngerti arti cinta, aku gak akan membeli cinta orang lain”jelasnya dan langsung memelukku “Cherin, Edreen, jangan pernah kalian putus, tanpa ijinku” .
                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar