awwa,, this is taecyeon,, 2pm

awwa,, this is taecyeon,, 2pm

Senin, 28 November 2011

Menyadarinya


Sahabat adalah segalanya untukku, itu sebabnya aku akan melakukan segalannya demi sahabat. Kisah cinta sahabatku adalah hal yang tak pernah bisa kulupakan. Aku adalah Cardolia, dan sahabatku adalah Nadya, kisahnya dimulai sejak kita masuk ke sekolah basket. Basket adalah hobby kita, oleh sebab itu kami memutuskan untuk masuk ke sekolah ini.
“Car, tangkap”teriak Nadya sambil melempar bola kearahku “Awh, Nadya” “Maaf, maaf ya, aku sangat bahagia” “Hemm, pasti karena bola basket”kataku sambil mencolek dagunya.
Tiba-tiba di saat kita sedang berbicara sambil bermain bola basket, datang segerombolan anak laki-laki, jumlahnya sekitar enam orang, mereka berlari mengelilingi lapangan untuk pemanasan.
Tiga orang diantara mereka, datang menghampiri kami “Hemm, sorry, tapi aku pikir kalian bisa pergi dari lapangan ini, sekarang waktunya kami untuk bermain di lapangan ini”jelasnya “Loh, gak bisa gitu dong, kami duluan disini”marah Nadya “Maaf, tapi kami berenam dan kalian hanya berdua, jadi kalian bisa pergi” “Maaf ya mas sok tahu, tapi kami udah duluan”
Ada apa ini?”teriaklah seorang gadis cantik, dengan rambut panjang berwarna coklat itu. “Maaf, tapi cowo aneh ini memaksa kami untuk pergi”kata Nadya sambil menunjuk ke arah cowo itu “Edrean, mau sampai kapan kamu kayak gini?”tanyanya “Cherin, tapi mereka menganggu waktuku untuk berlatih” “So, mengalahlah, itu jauh lebih baik” “Mengalah? Tidak  akan”katanya dengan nada yang marah.
“Eh cewe aneh, saya punya pilihan gimana kalau kita bertanding saja, jika menang boleh menempatkan lapangan ini seharian penuh tanpa ada yang menganggu, tapi jika kalah, silahkan pergi dan jangan kembali selama sehari penuh” “Oke, liat aja, cowo sombong kayak anda akan berlutut kepada saya”jelas Nadya sambil melempar bola kearah cowo tersebut.
“Nad, kamu yakin?” “Kita adalah pemenang”. Akhirnya kamipun bertanding, dua lawan dua. Aku dan Nadya berlari menuju ring basket cowo itu, tapi mereka sangat kuat, kami dapat mencetak satu angka di babak pertama, babak kedua, semuannya berbalik cowo tersebut membalas kami dengan tiga angka. Dan kamipun tidak bisa bermain di lapangan itu selama sehari penuh.
Nadya langsung berjalan keluar lapangan sambil melempar bola itu. “So, selamat tinggal cewe aneh”Teriak cowo aneh itu. Nadyapun langsung menghentikan langkahnya, “Hey cowo sombong, liat aja, suatu saat nanti gw  dapat mengalahkan anda”teriaknya dan langsung berjalan keluar

                                      ***
“Hemm, maaf ya”kata Cherin sambil memberi kami dua buah coklat, dilihat dari bentuk dan mereknya itu merupakan coklat yang sangat mahal. “Loh, kamu kan cewe yang ada dilapangan itu”kataku “Tapi kamu minta maaf untuk apa?”Tanya Nadya “Aku mewakili Edreen, untuk minta maaf, dia memang sifatnya kekanak-kanakan, apa yang dia mau harus jadi miliknya”jelasnya “Wah, pantas dia sombong, masalah itu kita dah lupain, oh ya ini coklatnya, aku dan temanku tidak membutuhkannya”jelas Nadya dan langsung mengembalikan coklat tersebut.

                                      ***
(keesokannya)
Waktu masih pagi, tapi kami sudah tiba di sekolah, sekolah masih sepi, lalu kami memutuskan untuk ke taman sekolah sambil bermain basket.
“Tunggu”teriakku “Apasih”Tanya Nadya “Ssstt,”akupun langsung menarik tangannya dan kita bersembunyi dibalik pohon besar.
“Lihat, menurutmu apa mereka pacaraan?” “Siapa mereka?” “Aduh kamu udah lupa aja itu Edreen dan Cherin, mereka romantis ya, lihat deh, Edreen tiduran dipangkuan Cherin, benarkan firasatku, bahwa mereka pacaran”jelasku “Terus.. urusannya dengan kita apa? Aku tidak peduli dengan mereka”kata Nadya dan langsung berjalan.

                                      ***
“Cardolia, lihat itu”katanya sambil menarik rambutku “Aduh kamu kebiasaan selalu saja rambutku yang jadi korban, sakit tahu” “Hehe, maaf, coba lihat, ada lomba basket, dan yang jadi pemenangnya akan melawan group basketnya si Edreen, kita harus jadi pemenang supaya dapat melawan Edreen dan mengalahkannya” “Hadiahnnya juga keren, kita dapat beasiswa sekolah” “Tapi gimana caranya? Kita hanya berdua, sedangkan disini maximal enam orang?”Tanya nadya.
“Aku bisa bantu kalian”kata Cherin sambil merangkul kami berdua, kamipun terkejut mendengarnya, karena manamungkin ada seseorang yang mau membantu lawannya. “Tapi, apa cowo sombong itu gak marah, kalau kamu bantuin kita?”Tanya Nadya “Iya secara kalian pacaran, tadi kami melihat kamu berdua dengannya di taman” “Ouh, jadi yang berisik itu kalian?” “Maaf” “Tidak apa-apa, kami tidak pacaran, hanya saja kami teman dekat sejak kami SD” “Ouh, berarti kalian sudah bersama sejak lama, pasti kamu sangat mencintainya?”tanyaku penasaran “Aduh Car kamu kenapa bertanya seperti itu, maaf’in dia ya” “Hehe, tenang aja, kayaknya yang itu tidak perlu dijawab, oke sekarang aku akan bantu kalian” “Makasihya”jawab kami serentak
Segala cara dilakukan Cherin untuk membantu kami, dia mengumpulkan anggota, setelah terkumpul, kami mendaftarkan group kami ke panitia dan kami mulai berlatih secara keras, kami berusaha untuk jadi pemenang.

                                      ***

 Tepat tanggal 18 Juni, pertandingan dimulai, group kami melawan group The Winner. Disaat kami sedang pemanasan, datanglah cowo sombong itu dengan groupnya. “Jadi dua cewe aneh ini, akan ikut bertanding”kata Edreen sambil tertawa, kami hanya bisa terdiam dan terus pemanasan.
“Eh cewe aneh, sebaiknya kalian mundur, dari pada kalian malu”merekapun menertawakan kami. “Mereka bukan cewe aneh, nama mereka adalah Nadya dan Cardolia” “Ouh jadi nama cewe yang paling aneh ini Nadya dan temannya cardolia, thanks Cherin infonya, hahaha”tertawa Edreen “Loh Cherin, itu kamu, kok kamu bisa tahu nama mereka, jangan-jangan kamu yang bantu mereka untuk ikut pertandingan ini?”kaget Edreen.
“Yep” “Jadi, kamu gak dukung aku?” “Untuk kali ini, tidak” “Tapi mereka tidak ada hak untuk ikut” “Sepertinya di brosur ditulis semua orang berhak ikut”ledek Cherin “Lihat aja nanti, kalian gak mungkin menang”Ancem Edreen dan langsung pergi.
Pertandinganpun dimulai Cherin menatap kami dengan senyumannya, kami berjuang untuk menjadi pemenang, dari sudut lapangan ada Edreen yang menatap Nadya dengan tatapan tajamnya. Dan akhirnya kami menjadi pemenang.
“Selamat ya, besok kalian bertanding dengan group grace, oke”katanya sambil tersenyum, tepat jam 6 sore, semua orang sudah pulang kecuali aku dan Nadya.
“Mau sampai kapan kamu berlatih?”tanyaku “Sampai aku bisa” “tapi besok kita tanding, kita gak boleh kecapean” “Itu ide bagus, sebaiknya kamu pulang dan istirahat, jadi kalau aku cape, ada kamu yang kuat?” “Loh, tapi” “Udah kamu juga capekan, kamu pulang duluan aja” “Kamu gak kenapa-napa, sendirian?” “Enggak”. Akupun langsung keluar dari lapangan basket itu, tapi aku tidak pulang, aku menunggu diluar sambil mengintipnya. Lalu sekitar setengah jam kemudian datang cowo aneh tersebut.
“Kayaknya anda semangat banget nona Nadya” “Ehh, elo masih disini sih, cowo sombong,”Tanya Nadya “Sebaiknya anda pulang, sekolah sudah mau ditutup”bentaknya “Enggak akan, gue akan tetap berlatih supaya gue dapat mengalahkan elo” “Percuma berlatih kalau tidak ada lawan”katanya sambil mengambil bola dari tangan Nadya. Merekapun bertanding basket satu lawan satu, sekitar satu jam mereka bertanding, karena kecapean Nadya jatuh kesakitan, kakinya tergelincir, aku ingin menolongnya tapi gak bisa, hingga Edreen langsung menghampirinya dan menolongya.
“Awh, sakit, pelan-pelan” “Udah anda diem saja, pasti sebelum berlatih elo tidak pemanasan?” “Kok elo tahu?”Tanya Nadya “Elo kuat berjalan?” Nadya hanya mengelengkan kepalanya sambil menunduk, kemudian Edreenpun langsung menggendongnya dan mengantarkan Nadya pulang.
“Mereka cocok yah” “Cherin, aduh kamu buat aku kaget, kamu belum pulang?”tanyaku “Gimana bisa aku pulang tapi cowo yang aku sukai masih berada disini” “Jadi kamu suka sama Edreen, benerkan firasatku” “Tapi jangan bilang ke Edreen dan Nadya ya, aku gak mau merusak cinta mereka” “Cinta? Asataga Cher, Nadia aja benci banget sama Edreen” “Kamu belum menyadarinya”jawab Cherin sambil tersenyum.

                                      ***
Sekarang kami melawan group grace, pluit wasitpun dibunyikan, ini akan menjadi lawan kami yang sulit, karena pemainnya memiliki badan yang besar. sekilas aku melihat Edreen, dari tatapan cara dia memandang Nadya sangat berbeda, tatapannya menjadi tatapan seseorang yang sangat merindukan pasangannya.
“Cardolia, jangan bengong tangkap ini”teriak Nadya, disaat dia mau melempar bola itu, salah satu lawan kita merampas bola tersebut dan menimpa pundak Nadya, Nadyapun berteriak kesakitan, aku hanya bisa terdiam, aku bingung harus gimana, lalu dari sebelah kanan datang Cherin menghampirinya, dan langsung membawa Nadya keluar dari lapangan, sehingga pertandingan di hentikan.
“Nadya, bagian mana yang sakit?”Tanya Cherin khawatir, Nadya hanya bisa berteriak sambil memegang bahunya.

                                      ***
Udah dua hari aku gak bertemu dengan Nadya, hingga aku, Edreen dan Cherin pergi menjenguknya.
                                      ***

“Bi, Nadya ada?”Tanyaku “Ouh, dia ada di kamarnya”jawabnya dan langsung mengantarkan kami ke kamarnya. “Non Nadya, ada tamu”panggil Bibinya sambil mengetuk pintu kamarnya, kamipun langsung masuk kedalam kamarnya.
“Loh bi, Nadya gak ada?”Tanya Cherin “Wah berarti dia berada di taman belakang”jawabnya, kitapun berjalan ke arah jendela kamarnya dari atas sana kami dapat melihat Nadya yang sedang berlatih basket, tapi dia sama sekali tidak bisa mengangkat bola tersebut, karena kesakitan, dia hanya bisa berteriak dan menangis. Lalu kamipun berlari kebawah untuk menghampirinya, tapi tidak untuk Edreen.
Aku langsung menghentikan langkahku dan melihat Edreen hanya bisa terdiam menatap Nadya. Akupun langsung menghampirinya “Kalau elo, memang sayang sama dia, kenapa elo gak menghampirinya?” “Siapa juga sayang sama dia?” “Udah jangan bohong, udah ketahuan dari matam lo”. Kataku dan langsung pergi meninggalkannya.
          “Nadya, kamu ngapain disini, kamu harusnya istirahat”teriak Cherin, “Kamu ngapain disini, udah sana pergi” “Nadya, please, kamu harus istirahat” “Cardolia, kalau kamu memang sahabat aku, sebaiknya kamu pergi, bawa mereka pergi”teriak Nadya
          Nadyapun berlatih lagi, tapi hasilnya dia hanya bisa kesakitan, dia berlari untuk memasukan bola ke ring, dan saat dia melempar bola tersebut, pundaknya kesakitan lagi dan diapun terjatuh.
          “Mau samapai kapan elo seperti ini?”Tanya Edreen sambil mengambil bola dari tangan Nadya “Apaan sih, balikin gak?” “Sebaiknya sekarang elo kembali ke kamar”perintah Edreen, “Elo bukan siapa-siapa gue, jadi jangan ganggu gue? Bagi elo, gue hanya cewe aneh, tapi kenapa sekarang elo malah khawatir”bentak Nadya.
          “Itu bukan urusan elo, oke kalau elo memang mau berlatih tangkap ini”teriak Edreen dan melempar bola kearah perut Nadya, “Edreen”teriak Nadya sambil menahan kesakitan “Bahkan menangkap bola saja elo tidak bisa, tangkap ini”katanya sambil melempar bola kedua.
          Nadyapun menahan sakitnya, kamipun langsung menarik Edreen dan membawanya pulang.

                                                ***   
          “Bi, Nadyanya ada?”Tanya Edreen “Ada, dia lagi dikamarnya sedang istirahat, oh ya ada Cardolia juga di dalam” “OKe makasih ya”
         
                                                ***
          “Gimana keadaannya?”tanya Edreen “Dia demam tinggi” “Kenapa?” “Kata bibi, dia berlatih basket sampai jam 10 malam”jawabnya, Edreen hanya bisa terdiam “Kayaknya elo butuh waktu berdua dengannya”kataku dan langsung pergi meninggalkannya.
          “Hai cewe aneh, gue cuman mau minta maaf sama elo, karena gue melempar bola ke arah elo, gue cuman mau elo sadar, kalau akgue peduli sama elo, gue bosan menahan rasa ini sendirian, maaf kalau gue hanya bisa membuat elo marah, tapi gue lakuin itu semua, hanya supaya elo tahu, kalau aku sedang mencari perhatianmu., karena gue sayang sama elo, cepat sembuh ya”jelasnya sambil mengelus kepala Nadya.
         
                                                ***

          Setiap hari, Edreen selalu datang kerumah Nadya, sikapnya berubah, menjadi lebih perhatian, dan inilah yang membuat Cherin selalu sendirian, dia hanya bisa menahan dan menyimpan cintanya sendiri, ini semua karena Cherin tidak berani untuk menyatakan cintanya.

                                                ***
          Empat hari kemudian, Nadya sudah mulai melakukan aktifitasnya di sekolah, kamipun bermain bersama lagi dengannya.
          “Hey cowo sombong, gue mau tanya sama elo?”kata Nadya sambil menarik hidung Edreen “Mau nanya apa?” “Kenapa selama gue sakit, elo perhatian banget sama gue, bukannya elo benci banget sama gue?” “Iya, gue memang benci banget sama elo, karena kamu gak bisa dengerin gue, gue menyuruh elo untuk istirahat, tapi elo malah main basket, dan gue juga marah sama elo, karena elo gak pernah bisa menyadarinya” “Menyadari apa?” “Aduh masa harus gue bilang, malu tahu” “Apaan sih, gue aja gak tahu” “Kapan sih elo bisa sadar kalau aku, aku suka sama kamu, makannya aku selalu memberikan perhatianku ke kamu” “Hehe, pasti elo bercanda” “Aku suka sama kamu”, Nadya hanya bisa tertawa, yang itu berarti kalau dia juga suka sama Edreen.
          “Hemm, teman-teman, aku, aku pergi ke sana dulu ya”kata Cherin dan langsung pergi “Hem, tunggu”teriak Edreen “Kamu gak mau melihat temen kamu ini bahagia ya?”Tanya Edreen “Hem, bukannya begitu, tapi aku harus ketoilet”
          Ada apa denganya?”Tanya Edreen “Nad, maaf kalau aku bicara seperti ini”kataku “Loh kok, minta maaf sama aku?” “Kamu akan ngerti”.
          “Oke Edreen, udah berapa lama elo temenan sama Cherin?” “Dari SD” “Apa elo tahu semua tentangnya?” “Yah tentu gue tahu, gue tahu semuannya” “Bagaimana dengan perasaanya? Apa elo tahu?” “Tahu, dia memiliki perasaan yang lembut dan baik” “Bukan itu maksud gue, elo marah disaat Nadya tidak menyadari perasaan elo kepadanya, tapi elo sendiri, elo gak sadar perasaan sahabat elo sendiri” “Jadi maksud elo?” “Edreen, dia sayang sama elo, jauh sebelum elo bertemu dengan Nadya, dia suka sama elo semenjak kalian smp, dia sudah menahan sakit cintanya selama empat tahun, apa elo tahu itu?” “Maaf” “Jangan minta maaf, sekarang elo malah menyatakan cinta lo kepada Nadya didepan orang yang sudah mengorbankan perasaannya hanya untuk melihat elo bahagia, pergilah, setidaknya kejarlah dia”kataku, Edreen hanya bisa menatap Nadya “Pergilah, aku sependapat dengan Cardolia”jawabnya Nadya sambil memeluk Edreen.
         
                                                ***  
          “Hai, tadi katanya kamu ketoilet, aku dan teman-teman menunggumu” “Kamu tahu dari mana aku disini?” “Cherin, kita sudah berteman semenjak SD, dan kita sudah sekolah di sekolah basket sejak SMP, jadi aku tahu tempat kesayangan kamu, yah ditaman ini”jawabnya sambil tiduran dipangkuan Cherin “Kamu apaan si? Entar Nadya bisa marah” “Dia tidak akan marah, percayalah, udah lama kamu tidak mengelus kepalaku”.
          “Sebenarnya ada apa denganmu?” “Apa bener kamu suka sama aku?”Tanya Edreen, Cherinpun langsung berdiri. “Enggak”jawabnya singkat “Jujurlah” “Meskipun aku jujur, kamu juga tidak akan menjadi milikku, yang kamu suka cuman satu, Nadya, bukan aku” “Aku, aku suka sama kamu”, Cherinpun terkejut mendengar perkataan itu
          “Aku suka sama kamu, sebagai sahabat, kita sahabatkan, kita adalah sahabat yang paling hebat, kita bersama selamanya, please jangan marah, aku tidak bisa milih salah satu dari kalian, karena aku sayang kalian, aku sayang kamu sebagai sahabat sejati, dan aku sayang Nadya sebagai pasanganku.”
          “Maafkanku, jika aku tidak pernah menyadari perasaanmu”kata Edreen sambil memeluk Cherin. Merekapun bersama kembali, sekarang Edreen adalah sahabat Cherin dan Edreen adalah pacarnya Nadya.

Mungkin kita pernah memiliki seseorang yang special di hidup kita, tapi kita malu untuk mengungkapkan perasaan itu, sehingga kita memilih untuk rela melakukan apa saja, sehingga membuatnya merasa nyaman berada didekat kita, tapi bukan itu cara untuk membuat orang yang kita cintai menyadari perasaan kita, orang yang kita cintai tidak akan sadar kalau kita tidak menyatakan perasaan kita, jangan pernah malu untuk menyatakan, karena jika kita malu dan orang yang kita cinta juga malu untuk menyatakan, kita tidak akan pernah bersatu dengan orang yang kita cintai. J



Tamat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar